Home » » Expedisi 4 Puncak "Gunung Rinjani"

Expedisi 4 Puncak "Gunung Rinjani"

Expedisi 4 Puncak 
"NTB, Bali, Jawa Timur"
Gunung Rinjani 3726 MDPL
23 s/d 27 Juni 2010, Lombok, NTB




Setelah melakukan pendakian di Gunung Tambora, saya meneruskan perjalanan ke Pulau Lombok dengan menumpang bis dari Terminal Dara di Kota Bima, perjalanan tersebut ditempuh sekitar 8 Jam melewati 3 kabupaten di Pulau Sumbawa. Setibanya di Pulau Lombok, saya turun di sebuah tempat bernama Masbagik, selang beberapa saat datanglah teman yang sudah aku konfirmasi sebelumnya tentang rencana kedatanganku ke Lombok untuk menjemput, Dia lalu mambawa saya ke Kota Selong yang merupakan ibu kota dari Kab. Lombok Timur. di Kota Selong saya diantar menuju Sekretariat Gema Alam NTB yang merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

Setelah tiga hari di Kota Selong, Kami pun segera memantapkan rencana untuk pendakian ke Gunung Rinjani, saya akan diantar tiga orang dari MPA-Oasistala STKIP Hamzan Wadi Selong, mereka adalah Fian, Estude dan Marsya.

Setelah memantapkan seluruh peralatan dan perlengkapan, Hari Rabu, 23 Juni 2010 perjalanan dimulai dari Sekretariat Gema Alam menuju Terminal Aikmel, dari tempat ini kami menaiki kendaraan mini bus menuju ke Desa Sembalun. Desa Sembalun merupakan titik awal pendakian menuju Puncak Gunung Rinjanidari arah timur.

Persiapan sebelum memasuki gerbang pendakian
Rabu, 23 Juni 2010
Setibanya di Desa Sembalun kami memeriksa kembali segala perlengkapan dan logistik yang akan dibawa dalam pendakian, selang beberapa saat kami pun memulai pendakian. Kami mulai memasuki pintu gerbang pendakian gunung rinjani. Jalur yang dilewati pertama adalah hamparan perkebunan masyarakat diantara padang rumput yang luas, terdapat beberapa ladang tembakau dan perkebunan sayur-sayuran, sesekali kami melihat beberapa ekor sapi penduduk yang berkeliaran di jalur pendakian. Target pertama kami adalah menuju ke Pos 1.


Break di Kali Mati
Kami sempat break sejenak di sebuah kali yang sudah mengering sambil menikmati sebatang rokok dan makanan ringan. Tempat ini dulunya merupakan sebuah kali yang dialiri air, namun karena faktor-faktor alam, sungai ini tidak mengalir lagi.


Break di Jembatan
Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Perjalanan selanjutnya kami melewati beberapa jembatan besar yang berada diatas jalur-jalur sungai kering. Kurang lebih terdapat 7 buah jembatan di sepanjang jalur ini. Jembatan ini sengaja dibuat untuk memudahkan para pendaki untuk melewati jalur pendakian Gunung Rinjani.

Pos 1 Jalur Pendakian Gunung Rinjani
Pos 1 terletak di sebuah tempat terbuka yang cukup luas dan dikelilingi padang rumput, biasanya para pendaki hanya istirahat sejenak di tempat ini lalu melanjutkan perjalanan ke Pos 2 dengan melewati hamparan padang rumput.

Jalur Padang Rumput
Dari Pos 1 jalur selanjutnya melewati hamparan padang rumput dengan jalur landai yang cukup panjang. Sesekali kami melewati beberapa jembatan dan beberapa bukit kecil. Disepanjang jalan jarang kami temui pepohonan, karena memang tipikal jalur ini adalah padang rumput

Pemandangan dari Jalur Pendakian
Pemandangan sepanjang menyajikan sesuatu yang eksotis, dimana kita dapat melihat jajaran pegunungan dan padang rumbut yang membentang luas menyelimuti hampir seluruh kawasan pegunungan.

Bersama Turis dari Swiss
Disepanjang jalan pendakian ke Gunung Rinjani, tak henti-hentinya rombongan turis mancanegara silih berganti melintas, ada yang baru saja turun, ada yang baru memulai pendakian. Tentunya bagi para pendaki lokal seperti saya, tidak akan melewatkan momen untuk berpose bersama para turis tersebut.

Pos II, Jalur Pendakian Gunung Rinjani
Sekitar 2 Jam perjalanan dari Pos I, sampailah kita di Pos II, di tempat ini terdapat sebuah shelter semi permanen yang sengaja di buat oleh pihak pengelola kawasan. Di Pos II juga terdapat sumber air yang mengalir di sebuah kali kecil yang terdapat jembatan besar.

Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Melewati jalur pendakian gunung rinjani merupakan sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan, disepanjang jalan kami disajikan pemandangan padang rumput yang luas dan sesekali kabut datang silih berganti menyelimuti.

Pos III, Jalur Pendakian Gunung Rinjani
Kamis, 24 Juni 2010
Malam harinya, kami menginap di Pos III, ditempat ini kami tidak sendiri, karena selain kami, ada juga puluhan orang rombongan dari Bali yang juga akan melakukan pendakian ke Gunung Rinjani. Di Pos III terdapat juga sebuah shelter seperti di Pos II dan juga terdapat sumber air yang jaraknya sekitar 70 Meter dari tempat ini. Pagi harinya, Kamiss, 24 Juni 2010, setelah selesai mempacking seleurh perlengkapan, kami mulai bergerak ke arah Plawangan Sembalun yang memakan waktu 6 jam perjalanan.

Jalur Menuju Plawangan Sembalun
Selanjutnya kami melewati jalur yang masih didominasi padang rumput dan beberapa pohon, di jalur ini sudah mulai melewati jalur yang agak menanjak dan tiupan angin serta kabut-kabut tebal yang silih berganti datang menyelimuti.

Plawangan Sembalun
Plawangan sembalun adalah tempat yang menjadi target camp kami malam ini. Di tempat inilah seluruh pendaki beristirahat sebelum menuju Puncak Gunung Rinjani malam harinya. Plawangan Sembalun merupakan sebuah tempat yang cukup luas dan terbuka dan berada di bibir lereng pegunungan, di tempat ini menjadi Pos Transit bagi seluruh pendaki sebelum menuju ke Puncak dan menuju ke Danau Segara Anakan. Dari tempat ini, Puncak Gunung Rinjani sudah kelihatan namun kadang-kadang tertutup kabut, tidak jauh dari tempat ini, jug terdapat sebuah sumber air yang berupa air terjun kecil.

Summit Attack menuju Puncak Gunung Rinjani
Jumad, 25 Juni 2010
Sekitar Pukul 02.00 dini hari, suasana yang tadinya senyap berubah menjadi sedikit berisik. Satu persatu pendaki terbangun dan mulai berkemas-kemas. Dini hari yang sangat dingin menusuk ini kami dan seluruh pendaki akan bersiap-siap melakukan summit attack.
Perjalanan dimulai dengan melewati hamparan pasir berkerikil dengan medan yang cukup terjal ditambah tiupan angin yang menusuk.

Sunrise in Rinjani
Waktu terus berjalan, puncak sudah mulai tampak namun masih sangat jauh untuk menggapainya. Semakin lama jalan yang kami lewati semakin terang, itu pertanda sebentar lagi matahari pagi akan menampakkan diri. Matahari pagi mulai naik perlahan, tampak dari kejauhan lautan dan Gunung Tambora di Bima yang seminggu lalu aku berada di puncaknya.

Jalur berbatu dan berpasir menuju Puncak Rinjani
Jalur semakin terang dan rasa dingin pun semakin berkurang, perlahan saya melangkah meski sudah lelah, dari kejauhan tampak sudah ada beberapa pendaki yang telah sampai di puncak, bahkan ada juga yang telah kembali.

Letusan Anak Gunung Barujari Rinjani
Sesekali kami menoleh ke bawah saat mendengar suara gemuruh yang dikeluarkan oleh gunung barujari di kawah Gunung Rinjani, suara letusan itu mengepulkan asap yang menambah keindahan kawah Gunung Rinjani.

Puncak Gunung Rinjani 3726 MDPL
Jumad, 25 Juni 2010
Setelah menempuh perjalanan selama 5 Jam dari Pos Plawangan Sembalun, sampailah saya di Puncak Gunung Rinjani dengan ketinggian 3726 MDPL (meter diatas permukaan laut). Gunung Rinjani merupakan salah satu Gunung terindah di Indonesia dan Gunung Tertinggi ke-3 di Indonesia setelah Puncak Jayawijaya di Papua dan Gunung Kerinci di Jambi.

Puncak Gunung Rinjani 3726 MDPL
Gunung Rinjani tepat berada di tengah-tengah Pulau Lombok , sehingga tidak heran Gunung ini menjadi ikon dari Provinsi NTB dan kebanggaan Masyarakat Pulau Lombok. Dari puncak ini kita dapat melihat jelas Kawah, Gunung Barujari dan Danau Segara Anakan yang sangat menakjubkan. Dari sini pula kita dapat melihat Gunung Tambora di Bima dan Gunung Agung di Pulau Bali.

Puncak Gunung Rinjani 3726 MDPL
Puncak tertinggi Gunung Rinjani merupakan sebuah bibir kawah yang memiliki posisi paling tinggi sehingga lokasi puncaknya tidak terlalu luas, maksimal hanya 15 orang yang dapat berada di puncak. Biasanya para pendaki saling bergantian berada di puncak untuk mengabadikan gambar ataupun bersantai melepas keberhasilan.

Puncak Gunung Rinjani 3726 MDPL
Jumad, 25 Juni 2010
Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dapat menginjakkan kaki di salah satu Gunung kebanggaan Indonesia. Gunung ini memiliki segala yang dibutuhkan para penggiat alam terbuka baik itu tantangannya, panoramanya dan keanekaragaman hayati, karena itu sudah sejak lama kawasan ini menjadi salah satu pusat konservasi dengan nama Taman Nasional Gunung Rinjani

Puncak Gunung Rinjani 3726 MDPL
Karena keindahan dan panoramanya, maka tidak heran setiap hari pendakian ke Gunung Rinjani tidak pernah berhenti. Para pendaki lokal maupun Internasional silih berganti mendaki di Gunung ini, ada yang sekedar sebagai hobby, ada juga yang melakukan penelitian, utamanya para pendaki dari Mancanegara. Secara tidak langsung Gunung Rinjani sudah mendapat pengakuan oleh Dunia Luar sebagai salah satu Gunung tercantik di Dunia sehingga pendaki mancanegara tidak lengkap berpetualang tanpa mengunjungi Gunung Rinjani.
Gunung Barujari & Danau Segara Anakan
Setelah dari Puncak, kami kembali ke Pos Plawangan Sembalun untuk mengemas barang dan selanjutnya meneruskan penjalanan ke Danau Segara Anakan dengan perjalanan menurun yang sangat terjal namun menyajikan pemandangan yang mengagumkan.
Danau segara anakan berada di kawah Gunung Rinjani, untuk sampai di tempat ini, diperlukan waktu 2 Jam dari Pos Plawangan Sembalun. Ditempat inilh kami akan mendirikan camp malam ini.

Danau Segara Anakan
Sabtu, 26 Juni 2010
Danau Segara Anakan merupakan salah satu tujuan dari pendakian ke Gunung Rinjani, tempat ini memiliki daya tarik para pendaki, utamanya dari Mancanegara. Biasanya para turis tersebut menghabiskan waktu beberapa malam di tempat ini. Merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan ketika saya berada di tempat yang sudah lama aku impikan.
Gunung Rinjani selalu diindentikkan dengan wisata petualang indonesia karena itu banyak Iklan-Iklan yang lokasi shootingnya mengambil tempat di Gunung Rinjani.

Danau Segara Anakan
Danau Segara Anakan merupakan sebuah danau yang airnya mengandung zat belerang yang berasal dari panas bumi sehingga warnanya agak kekuning-kuningan. Air di danau ini tidak layak untuk di konsumsi, namun para pendaki tidak perlu khawatir karena tidak jauh dari pinggir danau terdapat sebuah sumber air yang bersih. Keunikan lain dari danau ini adalah populasi Ikan Nila yang memenuhi hampir seluruh danau, maka tidak heran para pendaki tidak lupa membawa peralatan memancing saat mendaki ke Gunung Rinjani.
Menurut masyarakat setempat Ikan Nila tersebut sudah ada sejak lama dan berkembang biak secara terus menerus, juga beberapa tahun silam Presiden Soeharto sempat melepas ribuan bibit Ikan Nila ke Danau ini melalui Helikopter.
Tidak perlu keahlian khusus untuk memancing di Danau Ini, Professional maupun amatir tidak jadi masalah, karena untuk mendapatkan hasil pancingan tidaklah terlalu sulit dengan unpan yang sederhana. Karena itu banyak para pendaki yang betul-betul memanfaatkan momen di Danau ini untuk menikmati hidangan Ikan Nila tanpa batas.

Gua Susu, Gunung Rinjani
Suguhan lain yang ada di Kawasan Gunung Rinjani adalah Gua Susu. Tempat ini merupakan sebuah Gua yang terdapat mata air panas sehingga mengeluarkan uap. Air panas tersebut berasal dari aliran-aliran lava yang berada di bawah tanah kawasan ini. Tempat ini berjarak 1 Km dari Danau Segara Anakan.

Bersama Pendaki dari Bali di Gua Susu
Para pendaki umumnya tidak melewatkan kesempatan untuk mandi di tempat ini. Air dari gua ini dipercaya memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain mandi uap, banyak juga yang berdoa sambil menyimpan sesajen disekitar goa ini.


Mandi Air Panas di Rinjani
Selain Gua Susu ada juga objek lain di kawasan Danau Segara Anakan yaitu permandian air panas. Tempat ini merupakan sebuah air jatuh kecil yang terdapat beberapa kolam penampungan kecil. Air di tempat ini bervariasi tingkat kehangatannya, mulai dari hangat kuku sampai panas. Para pendaki tentunya tidak akan melewati momen untuk menghangatkan badan di tempat ini.


Tim Pendaki Gunung Rinjani
Minggu, 27 Juni 2010
Pendakian ke Gunung Rinjani merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan, kita akan disuguhi pemandangan yang eksotik dan mungkin tidak akan ditemui di Gunung-gunung lain. Alhamdulillah. Akhirnya pendakian ke Gunung Rinjani sukses, ini merupakan misi ke dua saya setelah Gunung Tambora. Selanjutnya pendakian akan diteruskan ke Gunung Agung di Provinsi Bali. Semoga langkah kakiku akan menuntunku kembali lagi kesini. Amin.