Home » » Taman Nasional Gunung Ciremai

Taman Nasional Gunung Ciremai

TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI

Dasar Penunjukan :
Keputusan Menteri Kehutanan
Nomor : 424/Menhut-II/2004
Tanggal 19 Oktober 2004
Luas : ± 15.500 Ha
Letak : Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Kuningan.
Koordinat :
108° 19' - 108° 27' BT dan
06° 47' - 06° 58' LS.

Taman Nasional Gunung Ciremai
Umum
Gunung Ciremai merupakan salah satu ekosistem pegunungan yang memiliki keunikan, karena merupakan gunung yang letaknya tidak terlalu jauh dengan laut (Laut jawa) dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya di Pulau Jawa, dan termasuk klasifikasi A (strato) atau masih aktif.
Kawasan ini juga masih memiliki hutan yang masih utuh dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Beberapa jenis dilindungi dapat ditemui di kawasan ini, seperti macan kumbang (Phantera pardus), surili (Presbytis comata), dan elang jawa (Spizaetus bartelsii).
Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan daerah yang memiliki arti sangat penting bagi kawasan-kawasan di bawahnya karena merupakan daerah tangkapan air yang sangat luas. Beberapa sungai penting dan sumber mata air di Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Cirebon sangat tergantung pasokan air dari Gunung Ciremai. Air dari Gunung Ciremai inilah yang mendukung kehidupan perekonomian masyarakat yang dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, perikanan, suplai PDAM dan industri.

Sejarah Kawasan
- Tahun 2003 Menteri Kehutanan menunjuk areal hutan di Provinsi Jawa Barat seluas ± 816.603 hektar, diantaranya Kawasan Hutan Lindung di Kelompok Hutan Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan dan Majalengka.
- Oktober Tahun 2004, Menteri Kehutanan merubah fungsi Kawasan Hutan pada Kelompok Hutan Gunung Ciremai seluas ± 15.500 hektar, yang terletak di Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka, Provinsi Jawa Barat menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai.

Fisik
Geologi dan Tanah

Jenis batuan daerah ini terdiri dari jenis batuan vulkanik, baik berupa vulkanik tua maupun muda yang merupakan produk dari aktivitas vulkanik Gunung Ciremai.

Topografi
Kawasan Taman Nasional Ciremai topografinya bergelombang, berbukit hingga bergunung dengan ketinggian mencapai 3.078 m dpl.

Iklim
Berdasarlan klasifikasi Schmidt dan Fergusson kawasan ini masuk kedalam tipe iklim B dan C dengan curah hujan : 2.000-4000 mm/tahun dan temperatur udara : 18°-22° C.

Hidrologi
Kawasan Gunung Ciremai kaya dengan sumber daya air berupa sungai dan mata air. Sungai-sungai yang bersumber dari kawasan Gunung Ciremai berjumlah ±43 buah dan 156 titik mata air, dimana 147 titik mata air terus-menerus mengalirkan air sepanjang tahun dengan debit rata-rata 50-2000 liter/detik serta kualitas airnya memenuhi standar kriteria kualitas air minum.

Biotik
Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki ekosistem yang relatif masih utuh dengan tipe hutan dataran rendah (2-1.000 m dpl), hutan hujan pegunungan/zona montana (1.000-2.400 m dpl), dan hutan pegunungan sub alpin (>2.400 m dpl).

Flora
Kawasan hutan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi antara lain terdapat berbagai jenis flora seperti : pohon pinus (Pinus merkusii), saninten (Castanopsis javanica), randu tiang (Fragraera blumii), nangsi (Villubrunes rubescens), mahang (Macaranga denticulatan), pasang (Lithocarpus sundaicus), medang (Elacocarpus stipularis), beringin (Ficus sp.), dan lain-lain. Terdapat juga jenis tumbuhan langka seperti lampeni (Ardisia cymosa) dan kandaca (Platea latifolia), Villebrunea rubescens, Prunus javanica, dan Symplocos theaefoli.

Fauna
Berbagai jenis fauna dapat dijumpai di Taman Nasional Gunung Ciremai antara lain :
Mamalia; Antara lain macan kumbang (Phantera pardus), kijang (Muntiacus muntjak), landak (Zaglossus brujini), babi hutan/bagong (Sus sp), kera abu-abu (Macaca fascicularis), dan surili (Presbytis comata),
Burung; antara lain jenis yang dilindungi seperti elang jawa (Spizaetus bartelsii)
Reptil; antara lain ular sanca (Phyton sp.).

Wisata
Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki potensi pariwisata alam yang luar biasa. Keindahan panorama alam, seperti keindahan air terjun Curug Sawer dan Curug Sabuk, dan bentang alam yang menjadi latar belakang teras-teras kawasan persawahan, udara yang sejuk dengan sungai-sungai air yang mengalir jernih merupakan potensi wisata alam yang menjadi impian para wisatawan yang ingin menghilangkan kepenatan kerja, serta ketinggian Gunung Ciremai adalah merupakan salah satu yang menjadi tantangan bagi para pendaki gunung di Indonesia.

Disamping itu di sekitar kawasan ini telah banyak obyek-obyek wisata yang telah banyak dikenal oleh para wisatawan, seperti Linggarjati dan Telaga Remis, serta atraksi agrowisata, seperti budidaya lebah madu dan kupu-kupu serta situs budaya dan bangunan sejarah, merupakan potensi yang dapat mendukung paket wisata Gunung Ciremai.

Cara mencapai lokasi
Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan salah satu kawasan yang memiliki akses yang sangat tinggi, mengingat kawasan ini terdapat di tiga kabupaten yang pada umumnya telah tersedia jalan negara, propinsi bahkan jalan desa yang cukup baik. Untuk mencapai lokasi ini bisa dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda empat baik dari Cirebon, Kuningan, maupun Majalengka.
Dari Jakarta menuju Cirebon dapat ditempuh dengan bus atau kereta api melalui jalan negara pantai Utara (Pantura) dengan waktu tempuh ± 5 jam
Cirebon - Kuningan dapat ditempuh dengan bus sekitar 1 jam
Jakarta - Majalengka dapat ditempuh dengan bus sekitar 5 jam.
 
Pengelolaan
Taman Nasional Gunung Ciremai adalah taman nasional yang baru ditunjuk, sehingga pengelolaannya masih diselenggarakan oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Barat II, sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan konservasi Alam, Departemen Kehutanan.

Alamat Pengelola
Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat II
Jl. R.A.A. Kusuma Subrata No. 11, Ciamis 46213.
Telp. 0265 – 773549

Sumber : Kementerian Kehutanan RI

No comments:

Post a Comment

Flag Counter