Showing posts with label Kota Bau Bau. Show all posts
Showing posts with label Kota Bau Bau. Show all posts

Rona Langit Senja di Bukit Wantiro Bau Bau

RONA LANGIT SENJA DI
" B U K I T   W A N T I R O "
BAU BAU, SULAWESI TENGGARA
 
BAU BAU, Provinsi Sulawesi tenggara merupakan sebuah daerah tingkat I yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Daerah ini terdiri dari 17 Kabupaten / Kota. Salah satunya yaitu Kota Bau-Bau. Sebuah kota tua yang mempunyai kisah dan perjalanan panjang dari masa penjajahan. Sejarah sudah banyak bercerita tertang rentetan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan wilayahnya. Sebagai Kota yang menyandang gelar kota wisata dan sejarah. Banyak spot-spot wisata yang sudah dihadirkan oleh pemerintah Kota Bau-Bau.
Di ujung utara kota Bau-bau, terdapat sebuah spot wisata yang juga termasuk ikon Kota Bau-bau. Berada pada bibir jalan yang terdapat diujung tebing dan dengan tampilan panorama laut menjadi menu utama di tempat ini. Bukit Wantiro namanya. Berjarak sekitar 5 Km dari Pelabuhan Murhum Kota Bau Bau.

Deburan Ombak Menerpa Pasir di Sudut Nirwana Bau Bau

BAU BAU, Mengelilingi Kota Bau Bau seakan tidak habis-habisnya kita akan disugui spot-spot menarik yang bernuansa sejarah, wisata dan panorama alam. Semuanya dapat dijangkau hanya dengan dalam satu hari perjalanan saja. Jaraknya yang tidak begitu jauh membuat keseluruhan objek wisata tersebut dapat terkases dengan mudah terlebih lagi jalan fasilitas penghubung yang mulus dan banyaknya jalan alternative untuk menempuhnya.

Patung Ekor Naga - Palagimata Bau Bau

PATUNG EKOR NAGA
PALAGIMATA, BAU BAU

BAU BAU, Sejak dulu, aktifitas masyarakat Kota Bau Bau hanya berkonsentrasi di seputaran keramaian kota. Dua wilayah yaitu Wolio dan Betoambari menjadi pusat berkumpulnya pemukiman warga. Kondisi demikian menjadikan Kota Bau Bau terkesan padat dengan kegiatan manusia ditambah lagi dengan luas Kota Bau Bau saat itu yang tidak begitu luas. 

 Lokasi Patung Ekor Naga

Karakteristik topografi Kota Bau Bau yang didominasi bebatuan dan bukit bukit yang menjadikan rumitnya penataan kota. Sebagian besar pola jalan di kota ini masih mengikuti alur jalan peninggalan masa lalu sehingga terjadi pemusatan pemukiman yang mengakibatkan kepadatan dan pengaturan lalu lintas yang rumit.
Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Jalan-jalan utama kota terlihat sesak dan tidak teratur oleh membajirnya kendaraan dari segala penjuru yang beraktifitas di pusat kota. Lalu lalang motor, mobil, truk, bentor, gerobak seakan tak pernah berhenti hilir mudik di alur jalan kota yang cukup sempit. Aktifitas masyarakat dan aktifitas perkantoran saling beririsan dan bercampur baur. Dibeberapa titik bahkan penuh kesesakan sekana tak beraturan dengan jalur jalan yang saling berhimpit-himpitan. Petugas jalan raya pun terus kewalahan mengatur pergerakan kendaraan di kota pelabuhan yang sangat sibuk ini. Kondisi demikian pastinya akan berdampak pada kenyamanan warga dalam beraktifitas. Kegiatan pelayanan masyarakat oleh pemerintah dan swasta pun cukup berdampak dengan ketidaknyamanan ini.

Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Oleh karena itu sejak tahun 2008, ekspansi besar-besaran dilakukan oleh Pemerintah Kota Bau Bau. Hampir seluruh aktifitas perkantoran dipindahkan ke lokasi yang terbilang luas. Jaraknya kurang lebih 5 Km dari pusat kota lama. Lokasinya cukup bergengsi karena berada di atas ketinggian. Dahulunya tempat tersebut hanya merupakan hamparan bukit batu yang gersang dengan hawa yang cukup panas.

Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Palagimata namanya. Sebuah kawasan ratusan hektar luasnya. Berada di atas ketinggian dengan tampilan lautan, Kota Bau Bau serta Pulau Muna dan Pulau Kabaena yang jauh terlihat. Dengan dibangunnya kompleks perkantoran ini, beangsur angsur aktifitas pemerintahan Kota Bau Bau berpindah yang sebelumnya di Kota Lama ke kawasan Perkantoran Palagimata. Puluhan perkantoran sudah dan sementara dibangun di Kawasan ini.

Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Salah satu bangunan yang akhirnya memiliki daya pikat tersendiri adalah Kantor Walikota Bau Bau. Dengan luas kurang lebih 1000 M2, bangunan ini menjadi salah satu ikon kota Bau Bau yang ramai dikunjungi. Bangunan yang cukup megah dengan desain dan arsitektur yang elegan telah mampu merubah gengsi Pemerintah Kota Bau Bau.

Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata


Selain memang diramaikan oleh para pegawai yang wajib datang berkantor, setiap menjelang sore hari puluhan sampai ratusan orang dipastikan akan berkunjung ke tempat ini. Apa sesungguhnya yang menarik di tempat ini..? Padahal ini hanyalah sebuah Kantor Pemerintah pada umumnya.
Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Selain bangunannya, area Kantor Walikota Bau Bau ini memiliki sebuah pelataran dengan desain dan penataan yang menarik. Saat berkunjung kesini, pengunjung serasa berada disebuah taman yang penuh dengan tanaman dan penuh dengan warna. Saat hari kerja, pelataran ini tentunya digunakan sebagai tempat upacara, apel dan kegiatan pegawai lainnya, namun menjelang sore giliran pengunjunglah yang mengunakan pelataran ini untuk berkeliling-keliling, berfoto-foto, melepas anak-anaknya bermain, atau sekedar duduk bersantai menikmati hembusan angin pegunungan yang beiringan dengan angin laut dari depan.
Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Dari arah depan, tak pelak lagi, pandangan akan terhenyak melihat tampilan alam yang memanjakan mata. Sepertinya, sudah inilah yang memancing orang-orang untuk datang kemari. Merasakan angin sepoi-sepoi, melihat lautan lepas, pulau-pulau, kapal-kapal yang terlihat dari kejauhan adalah sesuatu yang mengundang orang untuk menghabiskan waktu sorenya di Bukit Palagimata ini.

Pelataran Kantor Walikota Bau Bau, Palagimata
Semakin sore, semakin ramai saja tempat ini. Dari segala penjuru satu persatu kendaraan bermunculan dari kedua arah ujung jalan. Melewati tanjakan aspal yang berliku-liku bukan menjadi masalah bagi pengunjung, yang terpenting rasa penatnya dapat terobati ketika melihat sang surya yang perlahan akan tenggelam.

Patung Ekor Naga, Palagimata
Tidak jauh dari pelataran Kantor Walikota Bau-Bau, tepatnya berada di ujung sebelah kanan disebrang jalan. Berdiri tegak sebuah patung yang memiliki cerita unik atas pendiriannya. Patung setinggi 5 Meter ini adalah kembaran dari Patung yang berada di Pantai Kamali.

Patung Ekor Naga, Palagimata
Menurut penuturan beberapa penunjung yang saya temui. Mereka mengatakan bahwa patung tersebut ceritanya merupakan sambungan Patung Kepala Naga yang berada di Pantai Kamali. Patung ini bentuknya memunculkan bagian ujung dari seekor naga. Sehingga patung ini disebut “Patung Ekor Naga”.
Patung Ekor Naga, Palagimata
Sungguh merupakan sebuah ide yang brilian dimana logika orang akan berkata bahwa “Sungguh panjang Naga tersebut meskipun yang dapat dilihat hanya bagian kepala dan ekornya saja. Bisa dibayangkan secara imajinasi bahwa ukuran Naga tersebut yang panjangnya melebihi 5 Km dimana kepala naga berada di ujung pantai dan ekor naga berada di atas bukit.

Patung Ekor Naga, Palagimata
Meskipun itu hanya hayalan belaka, namun inilah imaginasi yang sering digambarkan warga Kota Bau Bau dengan tujuan hanya untuk memberikan rasa penasaran bagi siapapun yang belum berkunjung ke Patung Kepala dan Ekor Naga ini.
Patung Ekor Naga, Palagimata
Ditempatkan pada sebuah bangunan kecil yang terbuka dengan pelataran yang tidak begitu luas, Patung Ekor Naga ini mampu memancing pengunjung untuk berfoto berlatar dirinya. Jika anda pernah ke Bukit Kintamani di Pulau Bali, mungkin seperti itu suasana dan pemandangan yang anda akan rasakan. Melihat dari kejauhan Kota Bau Bau yang perlahan mulai diterangi cahaya ribuan lampu sambil memandang mentari yang sudah lenyap ditelan bumi.

Patung Ekor Naga, Palagimata
Sepertinya sudah cukup perjalanan kami di Kawasan Palagimata ini, banyak pengalaman yang akan kami ceritakan pada teman, keluarga yang belum berkunjung ke tempat ini. Semoga tempat ini tetap terjaga dan tetap memberikan daya pikat bagi siapapun yang menapakkan kaki disini. Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai referensi anda untuk melakukan perjalanan ke Kota Bau Bau. Ayoo.. Tunggu Apa Lagi…!!! Ayo ke Patung Ekor Naga Palagimata..!!!

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :

Pantai Nirwana Pantai Kamali Bukit Wantiro
Benteng Keraton Bukit Waru Tomia Ekor Naga Palagimata
Benteng Patua Pantai HuntetePantai Lakota
Goa Tee Wali Pulau Tomia Pantai Hundue

Patung Kepala Naga - Pantai Kamali Bau Bau

PATUNG KEPALA NAGA
PANTAI KAMALI BAU BAU
 
BAU BAU, Kota Bau Bau sejak dulu sudah dikenal sebagai kota pelabuhan. Letak kotanya yang berada di pinggir laut dan juga posisinya yang juga berada di jalur lintas nusantara yang sangat strategis. Sejak dulu hingga kini, aktifitas pelabuhan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap akfitas warga kota Bau Bau. Hilir mudik kapal penumpang dari segala penjuru serta aktifitas bongkar muat barang sangat berdampak besar pada kegiatan perekonomian masyarakat. Perputaran arus manusia, barang dan jasa sangat membuat sibuk warga Kota Bau Bau, khususnya yang berada di kawasan pelabuhan dan sepanjang bibir pantai Kota Bau Bau.

Peta Patung Kepala Naga

Kondisi demikian tentunya memberikan potensi dan peluang bisnis bagi siapa saja yang dapat merespon keadaan tersebut. Belakangan ini, geliat aktifitas bisnis di Kota Bau Bau, khususnya di kawasan bibir pantai sudah benar-benar terlihat dan terasa. Masyarakat sepertinya tidak tinggal diam melihat peluang ini. Disepanjang bibir pantai di kawasan pelabuhan, kegiatan-kegiatan bisnis pun dilakukan baik dalam skala besar, menengah maupun skala kecil. Puluhan toko, warung, kedai dan rumah makan berderet di sepanjang jalan bibir pantai. Beberapa swalayan, penginapan dan hotel tidak henti-hentinya menerima pelanggan.
Pelabuhan Murhum Bau Bau
Saat tersibuk kawasan pelabuhan yaitu ketika Kapal Pelni sedang bersandar untuk transit. Sulit membayangkan betapa sibuknya manusia saat itu. Ratusan bahkan sampai ribuan orang dipastikan akan memadati kawasan pelabuhan. Mereka berada disana dengan urusannya masing-masing. Ada yang datang untuk menjemput sanak keluarganya yang baru saja tiba, ada yang berjualan, ada yang menawarkan angkutan mobil atau ojek, dan sebagiannya lagi hanya sekedar berjalan-jalan menikmati suasana keramaian Kota Bau Bau, terlebih lagi saat malam hari. Keadaan demikian dipastikan akan berdampak langsung pada kegiatan-kegiatan ekonomi warga. Terlihat para buruh mondar mandir memikul barang penumpang. Jasa ojek dan kendaraan roda empat pun tak henti hentinya menaikkan penumpang ke tujuan. Pedagang asongan dan kaki lima terus nampak bertransaksi. Para pelayan di kedai dan warung makan silih berganti mengatarkan pesanan pelanggan ke meja hidangan.
Kawasan Pantai Kamali Bau Bau
Sebagai Kota kecil yang berpenduduk kurang lebih 150 ribu jiwa, Kota Bau Bau terus bergerak dan berbenah. Konsep pembangunan ekonomi pariwisata pun di galakkan dengan melihat potensi-potensi yang tersedia. Untuk menunjang aktifitas masyarakat yang sering berkonsentrasi di kawasan bibir pantai. Maka sekitar tahun 2008 s.d 2009 dibangunlah sebuah kawasan berkumpul warga yang terletak di bibir pantai yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Murhum Kota Bau Bau. Kawasan ini diberi nama Pantai Kamali.
Kawasan Pantai Kamali Bau Bau
Sebelum dibangun dengan nama Pantai Kamali sekarang, dahulunya tempat ini hanyalah kawasan pinggir pantai biasa pada umumnya. Namun, setelah kawasan ini dirombak dan didesain oleh Pemerintahan Walikota saat itu yaitu Bapak Amirul Tamim, sekarang sudah berubah menjadi tempat yang benilai gengsi dan sudah didaulat menjadi salah satu spot yang direkomendasikan dalam paket kunjungan wisata di Kota Bau Bau.
Pantai Kamali Bau Bau
Pantai Kamali hanyalah sebuah nama dan tidak terdapat sebuah pantai pasir disini. Tempat ini merupakan sebuah kawasan berkumpul masyarakat untuk menikmati suasana tepi laut Kota Bau Bau yang begitu mempesona. Bibir pantai didesain dengan bentuk pelataran yang cukup luas yang dapat menampung ribuan orang. Selayaknya alun-alur kota pada umumnya, Pantai Kamali ini tidak henti-hentinya dikunjungi oleh semua kalangan, anak-anak, remaja, orang tua bahkan para lansia. Seakan-akan rasa penat akan terobati saat sudah berada dan menghabiskan sore di tempat ini.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Saat menjelang sore merupakan waktu yang paling tepat untuk berkunjung disini. Antrian kendaraan sudah mulai terlihat dan terasa saat sudah memasuki kawasan bibir pantai. Karena jalanan di Kota Bau Bau lumayan sempit sehingga kendaaran harus teratur dan tertib saat akan melalui jalur pantai. Bahkan menjelang malam hari akses satu arah sudah mulai diberlakukan oleh Dinas Perhubungan untuk mencegah terjadinya kepadatan dan kemacetan.
Kesibukan Pedagang di Pantai Kamali
Saat menjelang malam, bahkan saat masih sore, puluhan kedai kopi sudah terlihat aktiftasnya. Aneka jajanan sudah mulai diolah didalam kuali berisi minyak goreng panas. Semuanya sudah mulai bergerak tanpa dikomando untuk menanti rejeki yang akan datang berlimpah malam ini. Tenda – tenda kedai sudah terbentang menutupi meja dan kursi pelanggan yang tertata rapi.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Pelataran Pantai Kamali sangat luas dan memungkinkan banyak aktifitas bisa dilakukan. Oleh pengelola, puluhan pedagang kaki lima diberikan izin untuk membuka lapak dagangannya. Beraneka macam yang dijual disini seperti pakaian, pernak pernik, mainan anak anak, asesoris, cemilan, mimunam dingin dan masih banyak lagi. Keberadaan pedagang ini ditata dengan teratur. Mereka ditempatkan pada posisi yang membuat pengunjung tetap beraktifitas dengan nyaman.
Sarana Permainan Anak-Anak di Pantai Kamali
Sarana Permainan Anak-Anak di Pantai Kamali
Seperti sudah menjadi kebiasaan warga Kota Bau Bau untuk memanjakan putra putri mereka di sarana permainan di Pantai Kamali ini. Layaknya taman hiburan rakyat, setiap harinya disediakan bermacam macam kendaraan mini dengan tariff bervariasi mulai dari Rp. 20 ribu s.d Rp. 50 ribu. Anak-anak tinggal memilih saja. Ada komedi putar, kereta api, mobil listrik, scutter, sepeda.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Para bocah-bocah terlihat riang gembira bermain bersama teman sebaya yang baru dikenal saat itu. Diiringi lagu anak-anak, mereka sepertinya terlena bergonta ganti kendaraan sampai lupa bahwa semua itu harus dibayar…hehehehe. “yang penting anak-anak senang”, begitu kata para orang tua yang menemani anaknya bermain.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Kawasan pelataran Pantai Kamali ini tertata apik dengan tampilan corak warna warni yang menarik. Di sebelah selatan palatan terdapat sebuah patung dan dibatasi oleh pagar. Patung ini merupakan Ikon dari Pantai Kamali. Patung ini berbentuk sebuah kepala dan badan seekor naga yang berwarna hijau. Patung ini sudah didaulat menjadi lambang dari Pantai Kamali Bau Bau.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Tingginya sekitar 7 Meter dan bentuknya menjulang keatas dengan tampilan seekor naga yang sedang mengaum menjulurkan lidah dan menghadap ke arah lautan. Banyak cerita tentang latar belakang dipilihnya naga untuk menjadi ikon Pantai Kamali ini yang tidak terlepas dari mitos dan cerita para leluhur. Tidak lengkap rasanya sudah berkunjung ke Pantai Kamali jika tidak mengabadikan gambar berlatar belakang patung naga ini.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Sejak hadirnya pantai kamali, kunjungan warga pun seakan sudah mulai terjadwal ke tempat ini. disini seakan menjadi sarana refreshing dan melepas penat setelah beraktifitas seharian. Keramaiannya tidak hanya bergantung pada hari libur saja. Setiap hari menjelang sore sampai malam hari ratusan orang dipastikan berkumpul di pelataran Pantai kamali ini. Menikmati kopi, susu, teh, sarabba dengan ditemani gorengan hangat sambil melihat birunya laut, lalu lalang kapal dan terhibur saat melihat keceriaan anak-anak bermain.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Bercengkrama dan bercerita bersama teman, sahabat, keluarga, orang-orang tersayang adalah pemandangan yang tampak dari bilik-bilik kedai kopi yang berderet di sepanjang pinggir pantai. Semilir angin laut dan ombak-ombak tipis mengiringi lenyapnya mentari. Tampilan pun sontak berganti dengan ratusanya lampu yang beraneka warna dan variasi yang menerangi pelataran Pantai Kamali ini. suasana setiap malam di tempat ini tidak ubahnya seperti malam-malam di akhir pekan saja. Sangat ramai dengan kebisingan aktifitas penikmat malam. Sepertinya orang-orang ini lupa bahwa esok hari mereka masih harus kembali beraktiftas di tempat kerjanya masing-masing. Tapi itulah hiburan, kadang tidak mengenal waktu yang penting perasaan bisa tenang dan bahagia.

Satu lagi tempat kunjungan wisata Kota Bau Bau yang sayang untuk anda lewatkan. Berkeliling Kota Bau Bau terasa lengkap saat sudah menginjakkan kaki disini. Patung Kepala Naga selalu siap menanti kedatangan para traveler. Masih banyak spot-spot lain di Kota bau Bauyang siap untuk saya sambangi nantinya. Semoga tulisan ini dapat memberikan wawasan baru tentang Kota Bau Bau dan pariwisatanya. Tunggu Apa Lagi Guyss…!!! Ayo Ke Pantai Kamali..!!!


Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :

Pantai Nirwana Pantai Kamali Bukit Wantiro
Benteng Keraton Bukit Waru Tomia Ekor Naga Palagimata
Benteng Patua Pantai HuntetePantai Lakota
Goa Tee Wali Pulau Tomia Pantai Hundue