Home » , » Taman Nasional Bukit Baka - Bukit Raya

Taman Nasional Bukit Baka - Bukit Raya

TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA - BUKIT RAYA

Dasar Penunjukan :
Keputusan Menteri Kehutanan
Nomor : 281/Kpts-II/1992
Tanggal 26 Februari 1992

Luas : ± 181.090 Ha

Letak :
Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, dan
Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas.

Koordinat :
112° 07' - 112° 56' BT dan
00° 24' - 00° 59' LS

Umum
Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan kawasan konservasi yang terletak di jantung pulau Kalimantan. Kawasan ini memiliki peranan penting dalam fungsi hidrologis sebagi catchment area bagi Daerah Aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan Daerah Aliran Sungai Katingan di Kalimantan Tengah.

Lokasi Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Kawasan hutan Bukit Baka Bukit Raya merupakan perwakilan dari tipe ekosistem hutan hujan tropika pegunungan yang mendominasi puncak-puncak pegunungan Schwaner.

Masyarakat asli yang berada di sekitar taman nasional merupakan keturunan dari kelompok suku Dayak Limbai, Ransa, Kenyilu, Ot Danum, Dahoi, Osa, Ulun Pangin, Malahui, Kahoi dan Kahayan. Karya-karya budaya mereka yang dapat dilihat adalah patung-patung kayu leluhur yang terbuat dari kayu belian, kerajinan rotan/bambu/pandan dan upacara adat.

Sejarah Kawasan
Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya merupakan gabungan dua Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan Barat dan Cagar Alam Bukit Raya di Kalimantan Tengah. Penetapan status kawasan ini mengalami perubahan sebagai berikut :
1. Tahun 1978, ditetapkan kawasan Bukit Raya sebagai Cagar Alam dengan luas 50.000 Ha.
2. Tahun 1979, cagar alam diperluas menjadi 110.000 Ha.
3. Tahun 1981, kawasan Bukit Baka ditetapkan sebagai Cagar Alam, dengan luas 100.000 Ha.
4. Tahun1982, luas Cagar Alam Bukit Baka bertambah menjadi 116.063 Ha.
5. Tahun 1987, pengurangan Luas Cagar Alam Bukit Baka menjadi 70.500 ha.
6. Tahun 1992, Cagar Alam Bukit Baka dan Cagar Alam Bukit Raya disatukan dan statusnya diubah menjadi Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Fisik
Geologi dan Tanah

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya terbagi menjadi 6 formasi geologi yaitu formasi Granit Sukadana (Kus) , Formasi Tanalit Sepauk(Kls), formasi Terobosan Sintang (Toms), Formasi Tebidah (Tot) , Formasi payak (Teop), dan Formasi Malihan Pinoh(PzRp).

Bedasarkan peta tanah Provinsi Kalimantan Barat Skala 1:500.000 (lembaga Penelitian Tanah Bogor,1972), jenis tanah dikawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Sintang pada umum nya terdiri atas jenis podsolik merah kuning (tanah merah), latosol (tanah merah) dan Litosol (tanah tanpa disperesiansi horizon) dengan bahan induk batuan beku endapan, batuan tuf dan metanorf.

Fraksi tanah di kawasan taman nasional pada umunya Kasar, permeable dan sangat mudah tererosi. Tanah Lapisan Atas umumnya granular dengan warna yang cenderung gelap yang kaya akan bahan organik, sedangkan tanah pada lapisan bawah permukaan (subsoil) berwarna merah hingga kuning yang menandakan bahwa tanah tersebut tidak terdapat bahan organik, dan mengandung oksida deside nematt (besi) atau goethite.

Topografi
Bukit Baka-Bukit Raya terdiri atas serangkaian daerah pegunungan dengan fisiografi berupa pegunungan patahan. Ketinggian daerah ini bervariasi antara 150 m dpl sampai dengan ketinggian 2.278 m dpl. Puncak-puncak yang memiliki ketinggian diatas 1400 m dpl yang berada didalam kawasan taman nasional adalah Bukit Panjake (1.450 m dpl), Bukit Lesung (1.600 m dpl), Bukit Panjing (1.617 m dpl), Bukit Baka (1.620 m dpl), Bukit Malaebanbun (1850 m dpl), bukit Asing (1750 m dpl), dan Bukit Raya (2278m dpl).

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Kelerengan bervariasi antara datar ,landai, agak curam dan curam. Dataran rendahnya merupakan kawasan landai dan berbukit. Tofografi di bagian Selatan taman nasional yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah umumnya lebih landai di bandingkan dengan bagian Utara taman Nasional yang merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Sepanjang batas Provinsi Kalimantan Barat Dan Kalimantan Tengah umumnya bertopografi curam (>40%).

Ketinggian
150 - 2 .782 m di atas permukaan laut
Iklim
Tipe iklim : A (Schmidt dan Ferguson)
Curah hujan : 2757 mm per tahun
Kelembaban : 0% sampai 14,3%
Temperatur : 19,5 C sampai 34,3 C

Biotik
Ekosistem

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya mempunyai beberapa tipe ekosistem, yaitu;
1. Ekosistem hutan dipterocarpaceae dataran rendah ; Terletak pada ketinggian 100-1000 mdpl, diperkirakan seluas 115.070 ha atau 46 %.
2. Ekosistem hutan perbukitan ; Terletak pada ketinggian 1000-1500 m dpl, diperkirakan seluas 58.489,26 ha atau 23,6%.
3. Ekosistem hutan pegunungan ; Terletak pada ketinggian diatas 1500 m dpl tipe ekosistem tersebut seluas 6.930 ha atau 30%. Komposisi tegakan berasal dari suku Myrtaceae, Sapotaceae, Podocarpaceae dan Ericaceae.
4. Ekosistem hutan lumut ; Vegetasi lumut terdapat puncak-puncak bukit. Lumut-lumut epifitik terdapat dalam jumlah yang melimpah dan tumbuh subur. Vegetasi lumut tersebut secara karakteristik selalu menyelimuti dan bergelantungan pada batang-batang pohon.

Flora
Tercatat 817 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 139 famili diantaranya Dipterocarpaceae, Myrtaceae, Sapotaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, dan Ericadeae. Terdapat juga tumbuhan obat-obatan, anggrek hutan, bunga Raflesia (Rafllesia sp.), bahan kerajinan tangan dan perkakas/bangunan. Tumbuhan endemiknya antara lain Symplocos rayae, Gluta sabahana, Dillenia beccariana, Lithocarpus coopertus, Selaginnella magnifica, dan Tetracera glaberrima.

Beruang Madu (Helarctos Malayanus)
Fauna
Mamalia : diantaranya yaitu beruang madu (Helarctos malayanus), kesadu (Mydaus javensis), musang wisel (Mustela nupides), linsang/musang air (Cynogale bennettii), binturong (Arctitis binturong), musang (Paradoxurus hermaphroditus), linsang (Prionodon linsang), musang bergaris (Hemigalus derbyanus), macan dahan (Neofelis nebulosa), kucing hutan (Felis bengalensis), kucing emas (Felis badia), babi hutan putih (Sus barbatus), pelanduk (Tragulus napu), kancil (Tragulus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak), rusa sambar (Cervus unicolor).

Primata : diantaranya yaitu badak sumatera (Dicero), orangutan (Pongo pygmaeus), lutung kelabu (Presbytis cristata), lutung hitam (Presbytis malalophos), kelasi (Presbytis rubicunda), lutung dahi putih (Presbytis frontata), ungko (Hylobates agilis), kelampiau (Hylobates mulleri), kukang (Nycticebus coucang), tarsius (Tarsius bancanus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), dan beruk (Macaca nemestrina).

Burung : diantaranya yaitu elang tiram (Pandion haliaetus), elang bondol (Haliaetus indus), elang kelabu (Butastur indicus), elang wallace (Spizaetus nanus), elang tikus (Elanus caeruleus), elang hitam (Ictinaetus malayensis), elang ikan kecil (ichthyophaga humilis), alap-alap sapi (Falco moluccensis), alap-alap capung (Microhierax fringillarius), puyuh (Coturnix chinensis), kareo padi (Amaurornis phoenicurus), cerek kalung hitam (Charadrius dubius), punai leher merah (Treron vernans), pergam besar (Ducula pickeringi), serindit melayu (Loriculus galgulus), dan kuau kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri) yang merupakan burung endemik pulau Kalimantan yang paling langka dan terancam punah.

Wisata
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi :
1. Bumi Perkemahan Belaban ; tempat berkemah ini berada di wilayah Resort Belaban Ella, tepatnya di tepi sungai Belaban km 32 jalan PT. Sari Bumi Kusuma (PT. SBK). Dari kantor Resort ke bumi perkemahan berjarak 7 km atau 15 menit perjalanan dengan kendaraan roda empat.
2. Trail wisata; bagi petualang pengamat alam dan kehidupan satwa liar (orangutan, kelimpau, rusa, burung enggang, biawak dll) maka dapat menyusuri trail wisata sepanjang 25 km yang berada di km 37 jalan PT. SBK
3. Pendakian; terdapat dua bukit yang cukup menarik dan menantang untuk pendakian, yaitu puncak Bukit Baka (1620 m dpl) dan puncak Bukit Raya (2278 m dpl). Di sepanjang jalan pendakian terdapat beberapa shelter yang dapat digunakan pengunjung sebagai tempat beristirahat.
4. Arung Jeram ; lokasi arung jeram di sungai Ella terletak di km 35 jalan PT. SBK wilayah Resort Belaban. Kegiatan arung jeram ini dapat dilaksanakan atas kerjasama pihak TN Bukit Baka-Bukit Raya dan PT. SBK
5. Air Terjun Demang Ehud ; air terjun yang merupakan patahan sungai Ella hulu, terletak di ujung trail wisata yang berjarak 25 km dari pintu masuk trail wisata di km 37 jalan PT. SBK.
6. Sungai Senamang, Sepan Apui dan Sungai Ella ; Arung jeram, sumber air panas, padang pengembalaan rusa, pengamatan satwa dan air terjun.
7. Wisata Budaya ; bagi yang mengagumi wisata budaya tradisional, dapat melihat dan menikmati karya budaya penduduk asli suku Dayak, diantaranya yaitu rumah Betang, patung-patung leluhur mereka yang terbuat dari kayu ulin/belian, dan kerajinan tangan lainnya. Pada hari-hari tertentu masyarakat setempat masih melakukan ritual upacara adat.

Sarana Pengunjung :
Di Nanga Juoi dan Jelundung terdapat home stay yang dibangun bersama antara pihak taman nasional dengan masyarakat setempat. Musim kunjungan terbaik: bulan Juni sampai September.

Cara pencapaian lokasi :
- Pontianak-Sintang dengan pesawat udara perintis, 1 jam perjalanan,
- Pontianak-Sintang dengan Bus umum, 9 jam perjalanan,
- Sintang-Nanga Pinoh dengan Bus umum, 2 jam perjalanan,
- Nanga Pinoh-taman nasional, 4 jam perjalanan dengan kendaraan roda dua, atau 6 jam perjalanan melalui sungai.

Pengelolaan
Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dikelola oleh Balai Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.

Alamat Pengelola
Kantor Balai Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 75 Sintang 78611,
KALIMANTAN BARAT
Telp./Fax (0565) 23521 - Email : tnbbbr@plaza.com

No comments:

Post a Comment

Flag Counter