Showing posts with label Sulawesi Tenggara. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi Tenggara. Show all posts

....di Atap Sulawesi Tenggara....Puncak Mosero Sero, Gunung Mekongga || Pencinta Alam Konawe

Gunung Mekongga, Sungai Ranteangin

Gunung Mekongga terletak di Desa Tinukari, Kec. Ranteangin, Kab. Kolaka Utara. Gunung Mekongga merupakan pegunungan yang membentang luas meliputi beberapa kabupaten yaitu Kab. Kolaka Utara, Kab. Kolaka dan Kab. Konawe. Pegunungan Mekongga memiliki titik ketinggian 2620 MDPL . puncaknya murupakan titik tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Gunung Mekongga merupakan salah satu gunung dengan medan terekstrim. Untuk mencapai puncaknya, para pendaki harus menempuh pejalanan 6 - 7 Hari dengan melintasi sungai, bergumul di medan semak belukar yang panjang dan rapat serta menempuh perjalanan naik turun bukit hingga tiba di Puncak Mosero sero Gunung Mekongga.

SERUNYA TUH DISINI...!!!! AIR TERJUN SERUNI || Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara

SERUNYA TUH DISINI...!!!!
AIR
TERJUN SERUNI

Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara

Batuputih, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara banyak menyimpan panorama alam yang memukau. hal tersebut sudah mendapat banyak pengakuan dari khalayak luas. Diantara tempat tempat indah tersebut banyak yang sudah terekspos ke publik dan sudah menjadi tujuan banyak orang untuk berwisata.  Namun dibalik itu, ada banyak juga tempat tempat indah yang mempesona yang belum dikenal meluas, padahal keindahannya tidak bisa diragukan lagi.

Nahh... Kali ini kita akan menyambangi sebuah tempat indah yang tersembunyi di tengah rimbunya hutan Kab. Kolaka Utara. Daerah ini merupakan kabupaten paling utara di Prov. Sulawesi Tenggara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Daerah ini memiliki kawasan hutan yang sangat luas yang berada di dalam puluhan jejeran pegunungan.
 

Menjulang Tinggi di Jantung Kota Kendari || Tugu Religi "MTQ" Sultra

 Menjulang Tinggi di Jantung Kota Kendari || Tugu Religi "MTQ" Sultra

Kendari - Sultra, Sebagai pusat pemerintahan di Provinsi Sultra, Kota Kendari semakin memperlihatkan geliat pembangunannya. Waktu telah lama berlalu, kini telah banyak yang berbeda di Kota dalam teluk ini. Lalu lalang kendaraan mulai banyak memadati setiap ruas jalan. Pemukiman penduduk kian bertambah dan bangunan-bangunan megah banyak terlihat di beberapa bagian kota. Salah satu bangunan tersebut bukan merupakan hunian atau pusat aktivitas bisnis, melainkan sebuah lambang kebanggan Kota Kendari yang berada di jantung kota. Bangunan itu adalah sebuah tugu yang kemudian dinamakan Tugu Religi MTQ Sultra.

MEGAH...MEMPESONA... || Masjid Al-Alam Kendari

 MEGAH...MEMPESONA... || Masjid AL-ALAM Kendari

Kendari - Sultra, Kota dalam teluk itulah julukan Kendari. Sebuah daerah yang kian berkembang dengan pembangunannya. Sebagai pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota ini terus memperlihatkan kemajuan dari berbagai sektor. Kepadatan jalan sering terlihat di berbagai sudut kota. Kondisi tersebut tidak lepas dari tersedianya fasilitas penunjang seperti jalan dan tempat-tempat kunjungan menarik yang dapat memancing datangnya banyak orang.


Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko - Kendari, Sulawesi Tenggara

Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko || Kendari, Sulawesi Tenggara

Kota Kendari merupakan pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara. Letaknya berada di dalam Teluk Kendari. Teluk tersebut merupakan pintu masuk ke Kota Kendari dari arah timur lautan. Tepat di muara teluk kendari terdapat sebuah pulau kecil yang seakan membatasi perairan teluk dengan lautan lepas. Pulau tersebut bernama Pulau Bungkutoko.
Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko, Kota Kendari, Hutan Mangrove, Wisata Kendari, Wisata Sulawesi Tenggara, Hutan Bakau
Meskipun Pulau Bungkutoko terpisah dari daratan utama, namun masih termasuk dalam wilayah administratif Kotamadya Kendari. Untuk menuju tempatnya, kita tidak perlu menggunakan transportasi laut lagi seperti dulu kala. Sejak tahun 2015, sebuah jembatan penghubung telah dibangun.

Jembatan TELUK KENDARI || Terpanjang Ke - 5 di INDONESIA

 Jembatan TELUK KENDARI || Terpanjang Ke - 5 di INDONESIA

Kendari - Sultra, Kota Kendari merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Posisinya berada di dalam sebuah teluk. Pemandangan Teluk Kendari pasti akan terlihat dari berbagai sudut kota. Sebagai salah satu daya tarik dan pesona di Kota Kendari, teluk ini kian di poles oleh Pemkot Kendari dan Pemprov Sultra sebagai tempat berkunjung warga Kota.

Untuk mempersingkat akses antara wilayah bagian utara dan selatan Kota Kendari yang terpisah oleh teluk, maka dibangunlah sebuah Jembatan penghubung. Ini merupakan inisiatif dari Pemprov Sultra dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tenggara saat itu Bapak  Nur Alam.

 

....di Tepi Rimbun Hutan Mangrove... || Kali BIRU || Kendari - Sultra

Pesona Kali BIRU || Kendari - Sultra

Kendari - Sultra, Halo Para Traveller...masih tetap semangat kan...Kita masih di Kota Kendari. Begitu banyak tempat-tempat indah dan menarik di kota dalam teluk ini. Nah. Kali ini kita akan menuju ke ujung dari Pulau di muara teluk kendari..Namanya Pulau Bungkutoko...Banyak tempat-tempat menarik di tempat ini. Salah satunya adalah sebuah aliran air payau di hutan bakau. Seperti apa ya tempatnya....Penasaran..??!!..Ayooo kita menuju ke tempatnya...

PUNCAK AHUAWALI || Menikmati Kabut Pagi di Bukit Savana

PUNCAK AHUAWALI || Menikmati Kabut Pagi di Bukit Savana
Konawe - Sulawesi Tenggara


Konawe - Sultra, Wisata alam saat ini sedang banyak digemari oleh berbagai kalangan. Selain menikmati pemndangan, wisata alam juga sebagai alternatif untuk meluangkan hoby dan melepaskan penat Berada di alam bebas sepertinya menjadi trend atau kegemaran sebagian orang belakangan ini. Di alam bebas kita bisa berekspresi tatkala melihat pegunungan, padang rumput, awan dan kabut atau merasakan semilir angin. Dari situlah akan spontan muncul kata kata puitis yang membaluti jepretan kamera dengan berlatarkan alam.

Permandian Air Panas Sonai, Konawe - Sulawesi Tenggara

PERMANDIAN AIR PANAS
S  O  N  A  I
KONAWE - SULAWESI TENGGARA


Pariwisata Indonesia, Pariwisata Sulawesi Tenggara, Pariwisata Bali, Pariwisata Konawe, Pariwisata Jogja, Pariwisata Lombok, Air Panas Sonai, Puncak Ahuawali, Air Terjun Moramo, Pulau Labengki, Pariwisata Tanah Toraja, Pariwisata Labuan Bajo
Kita masih berkeliling di Kabupaten Konawe guysss. Ada satu lagi tempt wisata yg sudah lama ada di daerah ini, yaitu sebuah permandian Air Panas. Kali ini kami pun berkesempatan untuk mengunjunginya. 

Danau Biru...Pesona Telaga di Tebing Pesisir...Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara

PESONA TELAGA DI TEBING PESISIR
D A N A U   B I R U
KOLAKA UTARA - SULAWESI TENGGARA

Pariwisata Dunia, Pariwisata Indonesia, Pariwisata Sulawesi Tenggara, Pariwisata Kolaka Utara, Pariwisata Bali, Pariwisata Jogja, Pariwisata Lombok, Danau Toba
Kabupaten Kolaka Utara memiliki garis pantai yang mendominasi wilayahnya. Sebagian besar wilayahnya adalaj jejeran pegunungan yang menjulang tinggi. Disebelah barat Kolaka utara merupakan wilayah pesisir yang berhadapan dengan teluk bone. Banyak potensi wisata yang sedang dikembangkan di daerah ini. Sejak menjadi daerah otonom. Beberapa objek wisata mulai dipoles dan dipromosikan ke masyarakat luas. 

Air Terjun SERUNI....."Serunyaa Tuh Disini....." Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara

SERUNYA TUH DISINI...!!!!
AIR TERJUN SERUNI
Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara

Batuputih Kolut, Sulawesi Tenggara banyak menyimpan panorama alam yang memukau. hal tersebut sudah mendapat banyak pengakuan dari khalayak luas. Diantara tempat tempat indah tersebut banyak yang sudah terekspos ke publik dan sudah menjadi tujuan banyak orang untuk berwisata.  Namun dibalik itu, ada banyak juga tempat tempat indah yang mempesona yang belum dikenal meluas, padahal keindahannya tidak bisa diragukan lagi.

Pariwisata Dunia, Pariwisata Indonesia, Pariwisata Sulawesi Tenggara, Pariwisata Kolaka Utara, Pariwisata Bali, Pariwisata Jogja, Pariwisata Lombok, Danau Toba

Rona Langit Senja di Bukit Wantiro Bau Bau

RONA LANGIT SENJA DI
" B U K I T   W A N T I R O "
BAU BAU, SULAWESI TENGGARA
 
BAU BAU, Provinsi Sulawesi tenggara merupakan sebuah daerah tingkat I yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Daerah ini terdiri dari 17 Kabupaten / Kota. Salah satunya yaitu Kota Bau-Bau. Sebuah kota tua yang mempunyai kisah dan perjalanan panjang dari masa penjajahan. Sejarah sudah banyak bercerita tertang rentetan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan wilayahnya. Sebagai Kota yang menyandang gelar kota wisata dan sejarah. Banyak spot-spot wisata yang sudah dihadirkan oleh pemerintah Kota Bau-Bau.
Di ujung utara kota Bau-bau, terdapat sebuah spot wisata yang juga termasuk ikon Kota Bau-bau. Berada pada bibir jalan yang terdapat diujung tebing dan dengan tampilan panorama laut menjadi menu utama di tempat ini. Bukit Wantiro namanya. Berjarak sekitar 5 Km dari Pelabuhan Murhum Kota Bau Bau.

Patung Kepala Naga - Pantai Kamali Bau Bau

PATUNG KEPALA NAGA
PANTAI KAMALI BAU BAU
 
BAU BAU, Kota Bau Bau sejak dulu sudah dikenal sebagai kota pelabuhan. Letak kotanya yang berada di pinggir laut dan juga posisinya yang juga berada di jalur lintas nusantara yang sangat strategis. Sejak dulu hingga kini, aktifitas pelabuhan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap akfitas warga kota Bau Bau. Hilir mudik kapal penumpang dari segala penjuru serta aktifitas bongkar muat barang sangat berdampak besar pada kegiatan perekonomian masyarakat. Perputaran arus manusia, barang dan jasa sangat membuat sibuk warga Kota Bau Bau, khususnya yang berada di kawasan pelabuhan dan sepanjang bibir pantai Kota Bau Bau.

Peta Patung Kepala Naga

Kondisi demikian tentunya memberikan potensi dan peluang bisnis bagi siapa saja yang dapat merespon keadaan tersebut. Belakangan ini, geliat aktifitas bisnis di Kota Bau Bau, khususnya di kawasan bibir pantai sudah benar-benar terlihat dan terasa. Masyarakat sepertinya tidak tinggal diam melihat peluang ini. Disepanjang bibir pantai di kawasan pelabuhan, kegiatan-kegiatan bisnis pun dilakukan baik dalam skala besar, menengah maupun skala kecil. Puluhan toko, warung, kedai dan rumah makan berderet di sepanjang jalan bibir pantai. Beberapa swalayan, penginapan dan hotel tidak henti-hentinya menerima pelanggan.
Pelabuhan Murhum Bau Bau
Saat tersibuk kawasan pelabuhan yaitu ketika Kapal Pelni sedang bersandar untuk transit. Sulit membayangkan betapa sibuknya manusia saat itu. Ratusan bahkan sampai ribuan orang dipastikan akan memadati kawasan pelabuhan. Mereka berada disana dengan urusannya masing-masing. Ada yang datang untuk menjemput sanak keluarganya yang baru saja tiba, ada yang berjualan, ada yang menawarkan angkutan mobil atau ojek, dan sebagiannya lagi hanya sekedar berjalan-jalan menikmati suasana keramaian Kota Bau Bau, terlebih lagi saat malam hari. Keadaan demikian dipastikan akan berdampak langsung pada kegiatan-kegiatan ekonomi warga. Terlihat para buruh mondar mandir memikul barang penumpang. Jasa ojek dan kendaraan roda empat pun tak henti hentinya menaikkan penumpang ke tujuan. Pedagang asongan dan kaki lima terus nampak bertransaksi. Para pelayan di kedai dan warung makan silih berganti mengatarkan pesanan pelanggan ke meja hidangan.
Kawasan Pantai Kamali Bau Bau
Sebagai Kota kecil yang berpenduduk kurang lebih 150 ribu jiwa, Kota Bau Bau terus bergerak dan berbenah. Konsep pembangunan ekonomi pariwisata pun di galakkan dengan melihat potensi-potensi yang tersedia. Untuk menunjang aktifitas masyarakat yang sering berkonsentrasi di kawasan bibir pantai. Maka sekitar tahun 2008 s.d 2009 dibangunlah sebuah kawasan berkumpul warga yang terletak di bibir pantai yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Murhum Kota Bau Bau. Kawasan ini diberi nama Pantai Kamali.
Kawasan Pantai Kamali Bau Bau
Sebelum dibangun dengan nama Pantai Kamali sekarang, dahulunya tempat ini hanyalah kawasan pinggir pantai biasa pada umumnya. Namun, setelah kawasan ini dirombak dan didesain oleh Pemerintahan Walikota saat itu yaitu Bapak Amirul Tamim, sekarang sudah berubah menjadi tempat yang benilai gengsi dan sudah didaulat menjadi salah satu spot yang direkomendasikan dalam paket kunjungan wisata di Kota Bau Bau.
Pantai Kamali Bau Bau
Pantai Kamali hanyalah sebuah nama dan tidak terdapat sebuah pantai pasir disini. Tempat ini merupakan sebuah kawasan berkumpul masyarakat untuk menikmati suasana tepi laut Kota Bau Bau yang begitu mempesona. Bibir pantai didesain dengan bentuk pelataran yang cukup luas yang dapat menampung ribuan orang. Selayaknya alun-alur kota pada umumnya, Pantai Kamali ini tidak henti-hentinya dikunjungi oleh semua kalangan, anak-anak, remaja, orang tua bahkan para lansia. Seakan-akan rasa penat akan terobati saat sudah berada dan menghabiskan sore di tempat ini.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Saat menjelang sore merupakan waktu yang paling tepat untuk berkunjung disini. Antrian kendaraan sudah mulai terlihat dan terasa saat sudah memasuki kawasan bibir pantai. Karena jalanan di Kota Bau Bau lumayan sempit sehingga kendaaran harus teratur dan tertib saat akan melalui jalur pantai. Bahkan menjelang malam hari akses satu arah sudah mulai diberlakukan oleh Dinas Perhubungan untuk mencegah terjadinya kepadatan dan kemacetan.
Kesibukan Pedagang di Pantai Kamali
Saat menjelang malam, bahkan saat masih sore, puluhan kedai kopi sudah terlihat aktiftasnya. Aneka jajanan sudah mulai diolah didalam kuali berisi minyak goreng panas. Semuanya sudah mulai bergerak tanpa dikomando untuk menanti rejeki yang akan datang berlimpah malam ini. Tenda – tenda kedai sudah terbentang menutupi meja dan kursi pelanggan yang tertata rapi.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Pelataran Pantai Kamali sangat luas dan memungkinkan banyak aktifitas bisa dilakukan. Oleh pengelola, puluhan pedagang kaki lima diberikan izin untuk membuka lapak dagangannya. Beraneka macam yang dijual disini seperti pakaian, pernak pernik, mainan anak anak, asesoris, cemilan, mimunam dingin dan masih banyak lagi. Keberadaan pedagang ini ditata dengan teratur. Mereka ditempatkan pada posisi yang membuat pengunjung tetap beraktifitas dengan nyaman.
Sarana Permainan Anak-Anak di Pantai Kamali
Sarana Permainan Anak-Anak di Pantai Kamali
Seperti sudah menjadi kebiasaan warga Kota Bau Bau untuk memanjakan putra putri mereka di sarana permainan di Pantai Kamali ini. Layaknya taman hiburan rakyat, setiap harinya disediakan bermacam macam kendaraan mini dengan tariff bervariasi mulai dari Rp. 20 ribu s.d Rp. 50 ribu. Anak-anak tinggal memilih saja. Ada komedi putar, kereta api, mobil listrik, scutter, sepeda.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Para bocah-bocah terlihat riang gembira bermain bersama teman sebaya yang baru dikenal saat itu. Diiringi lagu anak-anak, mereka sepertinya terlena bergonta ganti kendaraan sampai lupa bahwa semua itu harus dibayar…hehehehe. “yang penting anak-anak senang”, begitu kata para orang tua yang menemani anaknya bermain.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Kawasan pelataran Pantai Kamali ini tertata apik dengan tampilan corak warna warni yang menarik. Di sebelah selatan palatan terdapat sebuah patung dan dibatasi oleh pagar. Patung ini merupakan Ikon dari Pantai Kamali. Patung ini berbentuk sebuah kepala dan badan seekor naga yang berwarna hijau. Patung ini sudah didaulat menjadi lambang dari Pantai Kamali Bau Bau.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Tingginya sekitar 7 Meter dan bentuknya menjulang keatas dengan tampilan seekor naga yang sedang mengaum menjulurkan lidah dan menghadap ke arah lautan. Banyak cerita tentang latar belakang dipilihnya naga untuk menjadi ikon Pantai Kamali ini yang tidak terlepas dari mitos dan cerita para leluhur. Tidak lengkap rasanya sudah berkunjung ke Pantai Kamali jika tidak mengabadikan gambar berlatar belakang patung naga ini.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Sejak hadirnya pantai kamali, kunjungan warga pun seakan sudah mulai terjadwal ke tempat ini. disini seakan menjadi sarana refreshing dan melepas penat setelah beraktifitas seharian. Keramaiannya tidak hanya bergantung pada hari libur saja. Setiap hari menjelang sore sampai malam hari ratusan orang dipastikan berkumpul di pelataran Pantai kamali ini. Menikmati kopi, susu, teh, sarabba dengan ditemani gorengan hangat sambil melihat birunya laut, lalu lalang kapal dan terhibur saat melihat keceriaan anak-anak bermain.
Patung Kepala Naga
Pantai Kamali
Bercengkrama dan bercerita bersama teman, sahabat, keluarga, orang-orang tersayang adalah pemandangan yang tampak dari bilik-bilik kedai kopi yang berderet di sepanjang pinggir pantai. Semilir angin laut dan ombak-ombak tipis mengiringi lenyapnya mentari. Tampilan pun sontak berganti dengan ratusanya lampu yang beraneka warna dan variasi yang menerangi pelataran Pantai Kamali ini. suasana setiap malam di tempat ini tidak ubahnya seperti malam-malam di akhir pekan saja. Sangat ramai dengan kebisingan aktifitas penikmat malam. Sepertinya orang-orang ini lupa bahwa esok hari mereka masih harus kembali beraktiftas di tempat kerjanya masing-masing. Tapi itulah hiburan, kadang tidak mengenal waktu yang penting perasaan bisa tenang dan bahagia.

Satu lagi tempat kunjungan wisata Kota Bau Bau yang sayang untuk anda lewatkan. Berkeliling Kota Bau Bau terasa lengkap saat sudah menginjakkan kaki disini. Patung Kepala Naga selalu siap menanti kedatangan para traveler. Masih banyak spot-spot lain di Kota bau Bauyang siap untuk saya sambangi nantinya. Semoga tulisan ini dapat memberikan wawasan baru tentang Kota Bau Bau dan pariwisatanya. Tunggu Apa Lagi Guyss…!!! Ayo Ke Pantai Kamali..!!!


Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :

Pantai Nirwana Pantai Kamali Bukit Wantiro
Benteng Keraton Bukit Waru Tomia Ekor Naga Palagimata
Benteng Patua Pantai HuntetePantai Lakota
Goa Tee Wali Pulau Tomia Pantai Hundue

100 Langkah Menuju Samudera - Pantai Tamborasi Kolaka

KOLAKA, Sulawesi Tenggara menyimpan begitu banyak potensi sumber daya alam yang bernuansa wisata. baik itu dari wilayah kepulauan sampai ke wilayah daratan. Lautan dan pegunungan seakan masih menjadi misteri untuk terus diketahui segala daya tariknya. Panorama pantai dan lautan selalu mengundang ketetarikan banyak orang.

Peta Pantai Tamborasi

Kab. Kolaka sebagian besar merupakan bentangan pegunungan yang hampir menjangkau seluruh wilayahnya. Sebagian besar potensi alam lebih difokuskan pada sector perkebunan. Padahal wilayah ini memiliki garis pantai sejauh ratusan kilomemeter yang berbatasan langsung dengan teluk bone. Potensi kelautan tentunya akan banyak ditemukan di wilayah ini seiring dengan terbukanya akses beberapa wilayah terpencil dipesisir. Salah satunya adalah Pantai Tamborasi dengan Mata Air dan telaganya.
Muara Sungai Tamborasi
Wisata alam menjadi pilihan yang objektif dengan melihat sumber daya alam wisata yang tersedia. Salah satunya adalah wisata laut yang mudah ditemukan dan ekonomis bagi masyarakat. Kurang lebih 255 km dari kota kendari ke arah utara, terdapat sebuah tempat wisata yang belakangan populuer oleh karena keunikannya.Bentangan tebing-tebing menjulang tinggi bermuara pada sebuah mata air jernih, tak jauh dari lepas pantai.

SEKILAS TENTANG LOKASI
Tamborasi adalah nama sebuah desa di Kec. Wolo, Kab. Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk mencapai lokasinya, dibutuhkan waktu berkendara 2 jam dari Kota Kolaka dengan menyusuri jalan aspal mulus disepanjang jalur pantai barat Kab. Kolaka. Sejak tahun 2010, objek wisata ini mulai menjadi primadona warga di Kab. Kolaka dan Kab. Kolaka Utara.
Tebing dan Telaga Sungai Tamborasi
Dahulunya belum ada akses darat ke tempat ini. Kala itu transportasi masih terputus sebelum lokasi pantai ini, yang disesbabkan oleh tebing-tebing menjulang yang membatasi pesisir. Jalur penghubung masih menggunakan perahu kecil untuk menjangkau wilayah di Kolaka bagian utara yang sekarang sudah menjadi Kab. Kolaka Utara.
Namun kini, akses jalan sudah bukan menjadi masalah lagi. Seiring dengan laju pembanguan. Wilayah pesisir kolaka sampai ke perbatasan sudah terhubung dengan aspal mulus. Tebing-tebing yang tadinya membatasai pesisir, dengan bantuan teknologi, kini sudah tak menghalau lagi bentangan jalan aspal yang meliuk liuk membelah kawasan bukit batu tersebut.

Pemerintah Daerah Kab. Kolaka semakin mempercantik kawasan wisata ini. beberapa fasilitas sudah disiapkan pengelola seperti tempat parkir, jalan setapak, kasebo, sarana MCK, dll. Kepadatan pengunjung akan terlihat saat akhir pekan. ratusan orang akan memadati seluruh area pantai. lokasi parkiran pun sesak oleh kendaraan pengunjung yang terparkir.

Sebagai daeerah yang berhadapan dengan laut lepas tentunya potensi wisata bahari akan sangat mudah ditemukan. bentangan pantai yang memanajang menjadikan Kab. Kolaka sebagai wilayah yang memiliiki potensi kelautan dan pariwisata.

PANORAMA ALAM
Mata Air Sungai Tamborasi
Tebing menjulang yang beralaskan kejernihan air menjadi tampilan utama tempat ini. dari bawah kaki tebing, keluarlah gelembung air yang kemudian membentuk sebuah aliran air. Bagai sebuah danau air tawar, disinilah air dari bawah tebing itu tertampung sebelum mengalir ke sungai.
Telaga Sungai Tamborasi
Murni dan Jernih…..itulah yang dapat dirasakan saat menyentuh permukaan airnya. Dingin dan sejuk ditambah lagi dengan hembusan angin laut menambah suasana kedamaian bagi siapa saja yang berada disini.
Kejernihan Mata Air Sungai Tamborasi
Gelembung arus dari celah kaki tebing tidak henti-hentinya mengeluarkan ratusan kubik air setiap harinya. Entah darimana air ini berasal, padahal wilayah ini didominasi oleh batu dan jauh dari sungai. Melihat dari bentuknya, besar kemungkinan ada aliran sungai di bawah bentangan tebing-tebing yang secara alamiah terbentuk celah yang berada di pantai. Celah inilah yang menyemburkan air layaknya sebuah mata air dari dalam tanah. 
KEUNIKAN
Mata Air di Bawah Tebing Tamborasi
Lokasinya berada di bawah tebing yang berhadapan dengan air laut. spot utamanya yaitu sebuah mata air yang muncul dari bawah tebing lalu membentuk sungai. panjang sungainya hanya sekitar 20 Meter dengan Lebar 15 Meter, lalu berhadapan dengan lautan lepas. Keunikan objek wisata ini dijuluki Sungai Terpendek di Dunia dengan nama Sungai Tamborasi.
Merasakan Kejernian Air Sungai Tamborasi
Sungai Tamborasi memiliki keunikan yang jarang dijumpai di tempat lain. Titik mata airnya hanya berjarak dekat dari muara sungai. Rasa air sungainya pun tetap tawar meskipun berhadapan dengan samudera yang luas. Hamparan pasir putih membatasi di kedua sisi aliran sungai dari mata air. Selain sebagai pembatas sungai, pasir ini juga membatasi daratan dan lautan sehingga disebutlah pantai.
Jernih dan Murni...Air Sungai Tamborasi
Seakan seperti mukjizat yang diberikan sang pencipta dapat menemukan mata air di antara himpitan-himpitan tebing. Airnya terus memancar tak mengenal waktu. Berjuta-juta kubik telah dihasilkan oleh celah kaki tebing ini. Begitu bening dan jernih sehingga dasar telaga dapat terlihat oleh kasak mata. Raga ini pun tak sabar ingin menyembur kedalamnya dan merasakan kesejukan dan kemurnian airnya.
Sungai Tamborasi yang Berhadapan dengan Laut Lepas
Hal tersebutlah yang menarik minat pengunjung untuk terus bertandang kesini. jika hanya ingin melihat atau berenang di pantai, pasti banyak tempat untuk menemukannya Tapi, karakteristik pantai seperti ini, tentulah orang pasti akan penasaran untuk melihat langsung bentuknya.

POTENSI WISATA  
Sungai Tamborasi
Sebagai spot wisata alam yang sudah terkelola, Pantai Tamborasi sudah didaulat menjadi salah satu ikon pariwisata di kolaka. Letaknya yang sangat strategis sehingga pembangunan kawasan pantai tamborasi terus digiatkan oleh pemerintah daerah setempat. Ratusan oran dipastikan akan berkunjung di tempat ini setiap minggunya. pada musim liburan jumlah pengunjung bahkan bisa mencapai ribuan orang.
Sungai dan Tebing Tamborasi
Kondisi demikianlah yang dapat juga menggerakka roda perekonomian masyarakat setempat. puluhan kios mulai ramai didirikan disekitar kawasan. Beberapa penginapan juga mudah ditemukan ditempat ini. karena berada di jalur utama Trans Provinsi, maka tidak heran puluhan kendaraan baik yang sedang maupun kendaraa besar sering terlihat mangkal di sisi jalan dekat dengan kawasan pantai. para sopir dan penumpang selalu menjadikan kawasan ini sebagai rest area. Puluhan warung makan tak henti-hentinya sibuk melayani para penumpang kendaraan luar kota yang singgah beristirahat. aneka menu sea food dapat dipesan diwarung-warung tersebut.
Menikmati Kesejukan Sungai Tamborasi
Melihat kondisi diatas, sudah mencerminkan keberadaan kawasan wisata yang bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengelolaan Pantai Tamborasi mesti dikerjakan secara profesional dengan mengedepankan kenyamanan pengunjung. Animo masyarakat akan terus bertambah jika mendapatkan kesan yang baik saat berkunjung di tempat ini. nilai natural dan keunikan yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh semua pihak....
Ayooo...Tunggu Apa Lagi....!!! 
Nikmatilah Panorama dan Keunikan Sungai Terpendek di Dunia...!!!

Penulis : Muhammad Dagri Nizar

Laksana Cadas Berselimut Tirai Sutera - Air Terjun Moramo

PERMANDIAN AIR TERJUN MORAMO
KONAWE SELATAN, SULTRA

KONAWE SELATAN, Sebagai daerah dengan dominasi hutan Tropis, Sulawesi Tenggara memiliki keanekaragaan hayati serta potensi Sumber Daya Alam yang melimpah. Hutan Tropis yang tersebar dari wilayah utara sampai selatan. Pegunungan dan lembah membetang luas dan menjadi pengatur siklus ekosistem. Hutan merupakan rumah bagi ribuan Flora dan Dauna khas Sulawesi Tenggara. Sebut saja seperti Anoa, Rangkong dan Kera Hitam Sulawesi yang menjadi satwa endemik dan dilindungi oleh Negara. Keberadaan dan keberlangsungan hutan tidak bias lepas atau memiliki ketergantungan dengan siklus air. Inilah yang menjadi kekayaan alam Bumi Anoa Sulawesi Tenggara.

 Peta Air Terjun Moramo

Air merupakan sumber kehidupan. Hutan yang begitu luas tentu membutuhkan ketersediaan air sebagai penopang keberlanjutannya. Didalam kawasan hutan, air berasal dari sungai-sungai yang mengalir yang sumbernya dari mata air dan hujan. Sungai tersebut memiliki ketergantungan dengan keberadaan hutan. Anatara keduanya memiliki hubungan keseimbangan yang bermuara pada keberlangsungan ekosiistem.
Di Sultra terdapat sebuah kawasan konservasi alam yang merepresentasikan keanekaragaman hayati. Letaknya di Kec. Moramo, Kab. Konawe Selatan. Kawasan ini juga merupakan Suaka Marga Satwa yang dilindungi keberandaanya dan dikeloka khusus oleh BKDSA Sultra. Namanya Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa. Wilayahnya mencakup beberapa kecamatan di Kab. Konawe Selatan, yakni, Kec. Moramo, Kec. Kolono dan Kec. Laonti.
Sebagai sebuah kawasan konservasi yang memiliki keanekaragaman hayati yang kompleks, kawasan suaka marga satwa ini menarik minat siapapun untuk berkunjung. Ratusan peneliti sudah berdatangan ditempat ini. Mereka melakukan observasi mengenai ekosistem, flora, fauna serta hal-hal lain yang masi berkaitan.
Air Terjun Moramo
Untuk mencapai kawasan ini, terdapat jalur transportasi dari Kota Kendari menuju ke pintu masuk kawasan. Umumnya para pengunjung masuk melalui akses jalur wisata. Jalur wisata inilah yang menjadi gerbang utama untuk memasuki wilayah SMS Tanjung Peropa ini. Jarak tempuh dari kota kendari kurang lebih 75 Km dengan waktu tempuh rata-rata 1.5 Jam. Jalur aspal mulus akan ditempuh menuju kea rah barat daya dengan melewati beberapa kecamatan seperti Kec. Moramo Utara dan Kec,. Moramo. Jalur akan menuntun kendaraan berbelok kiri kearah bawah tepat dipertigaan yang ditandai sebuah tugu di ujung tanjakan jalan. Kemudian jalur akan menyusuri beberapa pemukiman transmigrasi dan puluhan petak sawah. Sekitar 15 menit kemudian perjalanan akan terhenti di sebuah ujung jalan yang ditandai dengan area parkir yang cukup luas.
Pelataran Parkir Kawasan Moramo
Sebagai sebuah kawasan wisata ditambah lagi dengan status SMS (Suaka Marga Satwa), penataan pintu masuk kawasan ini tentunya harus memberikan kesan bagi para pengunjung. Terdapat sebuah area parkir yang cukup luas dan dapat menampung puluhan mobil dan ratusan motor. Pohon-pohon rindang tertata rapi dan cukup untuk meneduhkan kendaraan yang akan diparkir berjam-jam ditempat ini. Aneka warung makan dan jajanan mengitari area parkir ini. Para pengunjung dapat memilih sesuai selera terutama yang tidak sempat membawa bekal. Sebuah musholah kecil dan kamar mandi berada tidak jauh dari area parker ini. Tarif parkir tidak begitu mahal. Rp. 5 ribu untuk motor dan Rp. 20 ribu untuk kendaraan roda empat.

Spot utama tempat ini dan juga menjadi ikon dari Kawasan SMS Tanjung Peropa ini yaitu sebuah Air Terjun yang bertingkat tingkat. Letaknya berada di hutan rimbun yang sejuk. membutuhkan waktu sekitar 15 menit berjalan kaki dari area parkir ini.
Pintu Gerbang Kawasan Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa Moramo
Terdapat sebuah bendungan kecil dan sebuah jembatan kuning di pertengahan jalur. Jembatan ini cukup apik dan romantic sehingga sangat pas untuk menjadi latar PraWedding....
Jembatan ini melintasi aliran sungai sungai ulusena yang jernih dan begitu deras. Suasana rimbun dan sejuk sangat terasa disepanjang aliran sungai ini ditambah lagi dengan desiran riak air yang menambah suasana harmoni alam. Warna kuning jembatan ini begitu berpadu dan menghadirkan nuansa naturalistik. praktis kondisi lembablah yang akan dirasakan disepanjang melalui jalur menuju titik air terjun moramo. bagaimana tidak, disepanjang jalan yang dilalui merupakan kawasan hutan hujan dengan ratusan pohon-pohon rindang yang teduh dan hampir menutupi sinar matahari.
Jembatan Kuning, Moramo
Bagi penggiat alam terbuka. Kawasan suaka marga satwa Tanjung Peropa ini sangat pas untuk memguji kemampuan anda di alam terbuka. Dengan medan hutan tropis dengan tipe pegunungan menjadikan pengalaman tersediri bagi para penjelajah yang ingin atau sudah merasakan karaktersitik alamnya. Beberapa penelitian telah banyak dilakukan di kawasan ini. Sebagai hutan konservasi, tentunya banyak keanekaragaman hayati yang tersimpan didalam kawasan hutan SMS Tanjung Peropa ini. Berbagai macam karakteristik hutan akan dijumpai di tempat ini seperti hutan mangrove, kawasan padang rumput, hutan hujan dan berbagai tipe hutan lainya. Kondisi demikian yang menjadikan keunikan tersendiri dari kawasan ini sehingga memancing minat para peneliti baik dari dalam maupun luar negeri untuk bertahan di dalam kawasan ini bahkan sampai bermingu-minggu.
Aktifitas Petualang di Kawasan Moramo
Saat yang paling tepat berkunjung di tempat ini yaitu masa akhir pekan atau saat liburan sekolah. Biasanya pada waktu-waktu tersebut puluhan kendaraan bermotor sudah mulai memadati area parkiran. Bagi pengujung yang akan bermalam, berberapa peralatan penunjang pasti dibawa serta seperti tenda, matras, terpal, kompor, bahan bakar dan tentunya makanan siap olah. Bagi pengunjung yang tidak menginap cukup membawa perbekalan saja. Adapun untuk shelter, pihak pengelola sudah menyiapkan beberapa kasebo yang bisa disewa dengan tariff Rp. 50 ribu per hari.
Air Terjun Moramo
Saat yang paling tepat berkunjung di tempat ini yaitu masa akhir pekan atau saat liburan sekolah. Biasanya pada waktu-waktu tersebut puluhan kendaraan bermotor sudah mulai memadati area parkiran. Bagi pengujung yang akan bermalam, berberapa peralatan penunjang pasti dibawa serta seperti tenda, matras, terpal, kompor, bahan bakar dan tentunya makanan siap olah. Bagi pengunjung yang tidak menginap cukup membawa perbekalan saja. Adapun untuk shelter, pihak pengelola sudah menyiapkan beberapa kasebo yang bisa disewa dengan tariff Rp. 50 ribu per hari.
Tampilan Eksotik Air Terjun Moramo
Air terjun ini mengaliri sungai ulusena yang behulu di pegunungan di kawasan SMS Tanjung Peropa. Menurut informasi Terdapat 13 tingkatan air terjun di tempat ini. Masing-masing memiliki tinggi dan bentangan yang berbeda-beda. Untuk mencapai setiap tingkatan tentunya membutuhkan waktu, karena berpindah dari satu tingkatan ke tingkatan yang lain, pengunjung harus berpijak dan berpegang di batuan yang tertutupi oleh derasnya arus air.
Biasanya pengunjung hanya beraktifitas di sekitaran pelataran ini. Rasanya pemandangan di sini pun sudah cukup mewakili kawasan air terjun moramo ini. Tanpa perlu menaiki semua tingkatannya, keadaan disini sudah bisa menggambarkan keleokan dan keindahan panorama air terjun moramo ini.
Menikmati Kesejukan Air Terjun Moramo
Melihat dari kejauhan, serasa tebing bebatuan ini seakan sedang diselimuti oleh bentangan kain sutera putih yang terkibas-kibas oleh hembusan angin. Sungguh sebuah pemandangan yang meluluhkan jiwa. Meski di siang hari, tak terasa sama sekali terik mentari. Sinar mentari serasa tertutup oleh riuh rimbun ratusan pepohonan yang sudah ratusan tahun usianya. Berada di tempat ini hanya kesejukanlah yang terasa. Hati menjadi tenang dan damai saat menatap hutan yang begitu asri dan teduh. Sesekali kawanan rangkong dan berbagai jenis burung mengitari pucuk-pucuk pohon di pelataran air terjun ini..
Menikmati Kesejukan Air Terjun Moramo
Setiap tingkatan mempunyai traf datar, dimana menjadi penampungan air sebelum meluncur terus ke tingkatan selanjutnya. Setiap traf memungkinkan pengunjung untuk berendam menikmati sejuk dan dinginnya air sungai ulusena ini. Kedalamannya sangat relative, tergantung seberapa tinggi tebing yang meluncurkan air di sebelahnya dan seberapa deras terjangan air yang turun sehingga membentuk cerukan di traf batu cadas ini. Tentunya prosesnya tidak singkat. Membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya.
Menikmati Kesejukan Air Terjun Moramo
Hempasan riak-riak air begitu derasnya meluncur mengaliri setiap celah-celah batu. Laksana milyaran butiran salju yang turun deras memutihkan seluruh dinding-dinding tebing. Seakan air ini tidak pernah lelah berdesir dan bergemuruh melontarkan jutaan kubik air perharinya untuk menghidupi ribuan flora dan fauna yang berdiam di kawasan ini.
Menikmati Kesejukan Air Terjun Moramo
Air Terjun Moramo sudah tidak terdengar asing bagi para pecinta wisata alam, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Sejak dulu hingga kini, nama air terjun ini sudah begitu familiar dan menjadi tujuan utama untuk wisata alam pegunungan. Lokasi Air Terjun ini berada pada ketinggian 300 Mdpl.
Menikmati Kesejukan Air Terjun Moramo
Sebagai spot utama dari kawasan SMS Tanjung peropa, keberadaan sungai ulusena dengan air terjun moramo ini tentunya sangat berarti dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain manfaat dari sisi pariwisata, aliran air sungai ini dimanfaatkan untuk mengairi ratusan hektar sawah pada beberapa desa di hilir sungai sehingga keberadaan sungai ini akan berdampak langsung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Pembangunan fasilitas pendukung pariwisata perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Faktor aksesibilitas dan prasarana jalan perlu mendapat perhatian dimana akan mempermudah akses pengunjung ke lokasi wisata. Kondisi jalan menuju lokasi wisata sampai tahun 2019, masih harus membutuhkan peningkatan kualitas jalan. Semoga Kawasan Air Terjun Moramo terus menjadi idola bagi pariwisata di Sulawesi Tenggara.

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :
Air Terjun Moramo Pantai Batu Gong Pantai Toronipa
Pulau Bokori Pantai Nambo Tebing Sawapudo
Hutan Lindung Wolasi Pantai Tamborasi Danau Biru