Gunung Mekongga merupakan salah satu gunung dengan medan terekstrim. Untuk mencapai puncaknya, para pendaki harus menempuh pejalanan 6 - 7 Hari dengan melintasi sungai, bergumul di medan semak belukar yang panjang dan rapat serta menempuh perjalanan naik turun bukit hingga tiba di Puncak Mosero sero Gunung Mekongga.
....di Atap Sulawesi Tenggara....Puncak Mosero Sero, Gunung Mekongga || Pencinta Alam Konawe
Gunung Mekongga merupakan salah satu gunung dengan medan terekstrim. Untuk mencapai puncaknya, para pendaki harus menempuh pejalanan 6 - 7 Hari dengan melintasi sungai, bergumul di medan semak belukar yang panjang dan rapat serta menempuh perjalanan naik turun bukit hingga tiba di Puncak Mosero sero Gunung Mekongga.
SERUNYA TUH DISINI...!!!! AIR TERJUN SERUNI || Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara
SERUNYA TUH DISINI...!!!!
AIR TERJUN SERUNI
Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara
Menjulang Tinggi di Jantung Kota Kendari || Tugu Religi "MTQ" Sultra
Menjulang Tinggi di Jantung Kota Kendari || Tugu Religi "MTQ" Sultra
Kendari - Sultra, Sebagai pusat pemerintahan di Provinsi Sultra, Kota Kendari semakin memperlihatkan geliat pembangunannya. Waktu telah lama berlalu, kini telah banyak yang berbeda di Kota dalam teluk ini. Lalu lalang kendaraan mulai banyak memadati setiap ruas jalan. Pemukiman penduduk kian bertambah dan bangunan-bangunan megah banyak terlihat di beberapa bagian kota. Salah satu bangunan tersebut bukan merupakan hunian atau pusat aktivitas bisnis, melainkan sebuah lambang kebanggan Kota Kendari yang berada di jantung kota. Bangunan itu adalah sebuah tugu yang kemudian dinamakan Tugu Religi MTQ Sultra.
MEGAH...MEMPESONA... || Masjid Al-Alam Kendari
Kendari - Sultra, Kota dalam teluk itulah julukan Kendari. Sebuah daerah yang kian berkembang dengan pembangunannya. Sebagai pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota ini terus memperlihatkan kemajuan dari berbagai sektor. Kepadatan jalan sering terlihat di berbagai sudut kota. Kondisi tersebut tidak lepas dari tersedianya fasilitas penunjang seperti jalan dan tempat-tempat kunjungan menarik yang dapat memancing datangnya banyak orang.
Tracking Mangrove Pulau Bungkutoko - Kendari, Sulawesi Tenggara
Jembatan TELUK KENDARI || Terpanjang Ke - 5 di INDONESIA
Jembatan TELUK KENDARI || Terpanjang Ke - 5 di INDONESIA
Kendari - Sultra, Kota Kendari merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Posisinya berada di dalam sebuah teluk. Pemandangan Teluk Kendari pasti akan terlihat dari berbagai sudut kota. Sebagai salah satu daya tarik dan pesona di Kota Kendari, teluk ini kian di poles oleh Pemkot Kendari dan Pemprov Sultra sebagai tempat berkunjung warga Kota.
Untuk mempersingkat akses antara wilayah bagian utara dan selatan Kota Kendari yang terpisah oleh teluk, maka dibangunlah sebuah Jembatan penghubung. Ini merupakan inisiatif dari Pemprov Sultra dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tenggara saat itu Bapak Nur Alam.
....di Tepi Rimbun Hutan Mangrove... || Kali BIRU || Kendari - Sultra
Pesona Kali BIRU || Kendari - Sultra
Kendari - Sultra, Halo Para Traveller...masih tetap semangat kan...Kita masih di Kota Kendari. Begitu banyak tempat-tempat indah dan menarik di kota dalam teluk ini. Nah. Kali ini kita akan menuju ke ujung dari Pulau di muara teluk kendari..Namanya Pulau Bungkutoko...Banyak tempat-tempat menarik di tempat ini. Salah satunya adalah sebuah aliran air payau di hutan bakau. Seperti apa ya tempatnya....Penasaran..??!!..Ayooo kita menuju ke tempatnya...
PUNCAK AHUAWALI || Menikmati Kabut Pagi di Bukit Savana
Permandian Air Panas Sonai, Konawe - Sulawesi Tenggara
KONAWE - SULAWESI TENGGARA
Danau Biru...Pesona Telaga di Tebing Pesisir...Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara
D A N A U B I R U
KOLAKA UTARA - SULAWESI TENGGARA
Air Terjun SERUNI....."Serunyaa Tuh Disini....." Kolaka Utara - Sulawesi Tenggara
Rona Langit Senja di Bukit Wantiro Bau Bau
" B U K I T W A N T I R O "
BAU BAU, SULAWESI TENGGARA
Di ujung utara kota Bau-bau, terdapat sebuah spot wisata yang juga termasuk ikon Kota Bau-bau. Berada pada bibir jalan yang terdapat diujung tebing dan dengan tampilan panorama laut menjadi menu utama di tempat ini. Bukit Wantiro namanya. Berjarak sekitar 5 Km dari Pelabuhan Murhum Kota Bau Bau.
Patung Kepala Naga - Pantai Kamali Bau Bau
Kondisi demikian tentunya memberikan potensi dan peluang bisnis bagi siapa saja yang dapat merespon keadaan tersebut. Belakangan ini, geliat aktifitas bisnis di Kota Bau Bau, khususnya di kawasan bibir pantai sudah benar-benar terlihat dan terasa. Masyarakat sepertinya tidak tinggal diam melihat peluang ini. Disepanjang bibir pantai di kawasan pelabuhan, kegiatan-kegiatan bisnis pun dilakukan baik dalam skala besar, menengah maupun skala kecil. Puluhan toko, warung, kedai dan rumah makan berderet di sepanjang jalan bibir pantai. Beberapa swalayan, penginapan dan hotel tidak henti-hentinya menerima pelanggan.
![]() |
| Pelabuhan Murhum Bau Bau |
![]() |
| Kawasan Pantai Kamali Bau Bau |
![]() |
| Kawasan Pantai Kamali Bau Bau |
![]() |
| Pantai Kamali Bau Bau |
| Patung Kepala Naga Pantai Kamali |
| Kesibukan Pedagang di Pantai Kamali |
![]() |
| Patung Kepala Naga Pantai Kamali |
![]() |
| Sarana Permainan Anak-Anak di Pantai Kamali |
| Sarana Permainan Anak-Anak di Pantai Kamali |
![]() |
| Patung Kepala Naga Pantai Kamali |
| Patung Kepala Naga Pantai Kamali |
![]() |
| Patung Kepala Naga Pantai Kamali |
| Patung Kepala Naga Pantai Kamali |
| Patung Kepala Naga Pantai Kamali |
Satu lagi tempat kunjungan wisata Kota Bau Bau yang sayang untuk anda lewatkan. Berkeliling Kota Bau Bau terasa lengkap saat sudah menginjakkan kaki disini. Patung Kepala Naga selalu siap menanti kedatangan para traveler. Masih banyak spot-spot lain di Kota bau Bauyang siap untuk saya sambangi nantinya. Semoga tulisan ini dapat memberikan wawasan baru tentang Kota Bau Bau dan pariwisatanya. Tunggu Apa Lagi Guyss…!!! Ayo Ke Pantai Kamali..!!!
Penulis : Muhammad Dagri Nizar
| Baca Juga : | ||
|---|---|---|
| Pantai Nirwana | Pantai Kamali | Bukit Wantiro |
| Benteng Keraton | Bukit Waru Tomia | Ekor Naga Palagimata |
| Benteng Patua | Pantai Huntete | Pantai Lakota |
| Goa Tee Wali | Pulau Tomia | Pantai Hundue |
100 Langkah Menuju Samudera - Pantai Tamborasi Kolaka
![]() |
| Muara Sungai Tamborasi |
![]() |
| Tebing dan Telaga Sungai Tamborasi |
Pemerintah Daerah Kab. Kolaka semakin mempercantik kawasan wisata ini. beberapa fasilitas sudah disiapkan pengelola seperti tempat parkir, jalan setapak, kasebo, sarana MCK, dll. Kepadatan pengunjung akan terlihat saat akhir pekan. ratusan orang akan memadati seluruh area pantai. lokasi parkiran pun sesak oleh kendaraan pengunjung yang terparkir.
Sebagai daeerah yang berhadapan dengan laut lepas tentunya potensi wisata bahari akan sangat mudah ditemukan. bentangan pantai yang memanajang menjadikan Kab. Kolaka sebagai wilayah yang memiliiki potensi kelautan dan pariwisata.
![]() |
| Mata Air Sungai Tamborasi |
| Telaga Sungai Tamborasi |
![]() |
| Kejernihan Mata Air Sungai Tamborasi |
| Mata Air di Bawah Tebing Tamborasi |
![]() |
| Merasakan Kejernian Air Sungai Tamborasi |
![]() |
| Jernih dan Murni...Air Sungai Tamborasi |
![]() |
| Sungai Tamborasi yang Berhadapan dengan Laut Lepas |
| Sungai Tamborasi |
| Sungai dan Tebing Tamborasi |
| Menikmati Kesejukan Sungai Tamborasi |
Ayooo...Tunggu Apa Lagi....!!!
Nikmatilah Panorama dan Keunikan Sungai Terpendek di Dunia...!!!
Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Laksana Cadas Berselimut Tirai Sutera - Air Terjun Moramo
Air merupakan sumber kehidupan. Hutan yang begitu luas tentu membutuhkan ketersediaan air sebagai penopang keberlanjutannya. Didalam kawasan hutan, air berasal dari sungai-sungai yang mengalir yang sumbernya dari mata air dan hujan. Sungai tersebut memiliki ketergantungan dengan keberadaan hutan. Anatara keduanya memiliki hubungan keseimbangan yang bermuara pada keberlangsungan ekosiistem.
Di Sultra terdapat sebuah kawasan konservasi alam yang merepresentasikan keanekaragaman hayati. Letaknya di Kec. Moramo, Kab. Konawe Selatan. Kawasan ini juga merupakan Suaka Marga Satwa yang dilindungi keberandaanya dan dikeloka khusus oleh BKDSA Sultra. Namanya Suaka Marga Satwa Tanjung Peropa. Wilayahnya mencakup beberapa kecamatan di Kab. Konawe Selatan, yakni, Kec. Moramo, Kec. Kolono dan Kec. Laonti.
Sebagai sebuah kawasan konservasi yang memiliki keanekaragaman hayati yang kompleks, kawasan suaka marga satwa ini menarik minat siapapun untuk berkunjung. Ratusan peneliti sudah berdatangan ditempat ini. Mereka melakukan observasi mengenai ekosistem, flora, fauna serta hal-hal lain yang masi berkaitan.
Untuk mencapai kawasan ini, terdapat jalur transportasi dari Kota Kendari menuju ke pintu masuk kawasan. Umumnya para pengunjung masuk melalui akses jalur wisata. Jalur wisata inilah yang menjadi gerbang utama untuk memasuki wilayah SMS Tanjung Peropa ini. Jarak tempuh dari kota kendari kurang lebih 75 Km dengan waktu tempuh rata-rata 1.5 Jam. Jalur aspal mulus akan ditempuh menuju kea rah barat daya dengan melewati beberapa kecamatan seperti Kec. Moramo Utara dan Kec,. Moramo. Jalur akan menuntun kendaraan berbelok kiri kearah bawah tepat dipertigaan yang ditandai sebuah tugu di ujung tanjakan jalan. Kemudian jalur akan menyusuri beberapa pemukiman transmigrasi dan puluhan petak sawah. Sekitar 15 menit kemudian perjalanan akan terhenti di sebuah ujung jalan yang ditandai dengan area parkir yang cukup luas.
Sebagai sebuah kawasan wisata ditambah lagi dengan status SMS (Suaka Marga Satwa), penataan pintu masuk kawasan ini tentunya harus memberikan kesan bagi para pengunjung. Terdapat sebuah area parkir yang cukup luas dan dapat menampung puluhan mobil dan ratusan motor. Pohon-pohon rindang tertata rapi dan cukup untuk meneduhkan kendaraan yang akan diparkir berjam-jam ditempat ini. Aneka warung makan dan jajanan mengitari area parkir ini. Para pengunjung dapat memilih sesuai selera terutama yang tidak sempat membawa bekal. Sebuah musholah kecil dan kamar mandi berada tidak jauh dari area parker ini. Tarif parkir tidak begitu mahal. Rp. 5 ribu untuk motor dan Rp. 20 ribu untuk kendaraan roda empat.
Terdapat sebuah bendungan kecil dan sebuah jembatan kuning di pertengahan jalur. Jembatan ini cukup apik dan romantic sehingga sangat pas untuk menjadi latar PraWedding....
Jembatan ini melintasi aliran sungai sungai ulusena yang jernih dan begitu deras. Suasana rimbun dan sejuk sangat terasa disepanjang aliran sungai ini ditambah lagi dengan desiran riak air yang menambah suasana harmoni alam. Warna kuning jembatan ini begitu berpadu dan menghadirkan nuansa naturalistik. praktis kondisi lembablah yang akan dirasakan disepanjang melalui jalur menuju titik air terjun moramo. bagaimana tidak, disepanjang jalan yang dilalui merupakan kawasan hutan hujan dengan ratusan pohon-pohon rindang yang teduh dan hampir menutupi sinar matahari.
Bagi penggiat alam terbuka. Kawasan suaka marga satwa Tanjung Peropa ini sangat pas untuk memguji kemampuan anda di alam terbuka. Dengan medan hutan tropis dengan tipe pegunungan menjadikan pengalaman tersediri bagi para penjelajah yang ingin atau sudah merasakan karaktersitik alamnya. Beberapa penelitian telah banyak dilakukan di kawasan ini. Sebagai hutan konservasi, tentunya banyak keanekaragaman hayati yang tersimpan didalam kawasan hutan SMS Tanjung Peropa ini. Berbagai macam karakteristik hutan akan dijumpai di tempat ini seperti hutan mangrove, kawasan padang rumput, hutan hujan dan berbagai tipe hutan lainya. Kondisi demikian yang menjadikan keunikan tersendiri dari kawasan ini sehingga memancing minat para peneliti baik dari dalam maupun luar negeri untuk bertahan di dalam kawasan ini bahkan sampai bermingu-minggu.
Saat yang paling tepat berkunjung di tempat ini yaitu masa akhir pekan atau saat liburan sekolah. Biasanya pada waktu-waktu tersebut puluhan kendaraan bermotor sudah mulai memadati area parkiran. Bagi pengujung yang akan bermalam, berberapa peralatan penunjang pasti dibawa serta seperti tenda, matras, terpal, kompor, bahan bakar dan tentunya makanan siap olah. Bagi pengunjung yang tidak menginap cukup membawa perbekalan saja. Adapun untuk shelter, pihak pengelola sudah menyiapkan beberapa kasebo yang bisa disewa dengan tariff Rp. 50 ribu per hari.
Saat yang paling tepat berkunjung di tempat ini yaitu masa akhir pekan atau saat liburan sekolah. Biasanya pada waktu-waktu tersebut puluhan kendaraan bermotor sudah mulai memadati area parkiran. Bagi pengujung yang akan bermalam, berberapa peralatan penunjang pasti dibawa serta seperti tenda, matras, terpal, kompor, bahan bakar dan tentunya makanan siap olah. Bagi pengunjung yang tidak menginap cukup membawa perbekalan saja. Adapun untuk shelter, pihak pengelola sudah menyiapkan beberapa kasebo yang bisa disewa dengan tariff Rp. 50 ribu per hari.
Air terjun ini mengaliri sungai ulusena yang behulu di pegunungan di kawasan SMS Tanjung Peropa. Menurut informasi Terdapat 13 tingkatan air terjun di tempat ini. Masing-masing memiliki tinggi dan bentangan yang berbeda-beda. Untuk mencapai setiap tingkatan tentunya membutuhkan waktu, karena berpindah dari satu tingkatan ke tingkatan yang lain, pengunjung harus berpijak dan berpegang di batuan yang tertutupi oleh derasnya arus air.
Biasanya pengunjung hanya beraktifitas di sekitaran pelataran ini. Rasanya pemandangan di sini pun sudah cukup mewakili kawasan air terjun moramo ini. Tanpa perlu menaiki semua tingkatannya, keadaan disini sudah bisa menggambarkan keleokan dan keindahan panorama air terjun moramo ini.
Melihat dari kejauhan, serasa tebing bebatuan ini seakan sedang diselimuti oleh bentangan kain sutera putih yang terkibas-kibas oleh hembusan angin. Sungguh sebuah pemandangan yang meluluhkan jiwa. Meski di siang hari, tak terasa sama sekali terik mentari. Sinar mentari serasa tertutup oleh riuh rimbun ratusan pepohonan yang sudah ratusan tahun usianya. Berada di tempat ini hanya kesejukanlah yang terasa. Hati menjadi tenang dan damai saat menatap hutan yang begitu asri dan teduh. Sesekali kawanan rangkong dan berbagai jenis burung mengitari pucuk-pucuk pohon di pelataran air terjun ini..
Setiap tingkatan mempunyai traf datar, dimana menjadi penampungan air sebelum meluncur terus ke tingkatan selanjutnya. Setiap traf memungkinkan pengunjung untuk berendam menikmati sejuk dan dinginnya air sungai ulusena ini. Kedalamannya sangat relative, tergantung seberapa tinggi tebing yang meluncurkan air di sebelahnya dan seberapa deras terjangan air yang turun sehingga membentuk cerukan di traf batu cadas ini. Tentunya prosesnya tidak singkat. Membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya.
Hempasan riak-riak air begitu derasnya meluncur mengaliri setiap celah-celah batu. Laksana milyaran butiran salju yang turun deras memutihkan seluruh dinding-dinding tebing. Seakan air ini tidak pernah lelah berdesir dan bergemuruh melontarkan jutaan kubik air perharinya untuk menghidupi ribuan flora dan fauna yang berdiam di kawasan ini.
Air Terjun Moramo sudah tidak terdengar asing bagi para pecinta wisata alam, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Sejak dulu hingga kini, nama air terjun ini sudah begitu familiar dan menjadi tujuan utama untuk wisata alam pegunungan. Lokasi Air Terjun ini berada pada ketinggian 300 Mdpl.
Sebagai spot utama dari kawasan SMS Tanjung peropa, keberadaan sungai ulusena dengan air terjun moramo ini tentunya sangat berarti dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain manfaat dari sisi pariwisata, aliran air sungai ini dimanfaatkan untuk mengairi ratusan hektar sawah pada beberapa desa di hilir sungai sehingga keberadaan sungai ini akan berdampak langsung pada sektor pertanian dan perkebunan.
Penulis : Muhammad Dagri Nizar
| Baca Juga : | ||
|---|---|---|
| Air Terjun Moramo | Pantai Batu Gong | Pantai Toronipa |
| Pulau Bokori | Pantai Nambo | Tebing Sawapudo |
| Hutan Lindung Wolasi | Pantai Tamborasi | Danau Biru |
























