Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

Pantai Kuta - Bali

PANTAI KUTA BALI

 
Sebagai salah satu Negara kepulauan terbesar di dunia, potensi lautan dan pesisir pantai, menjadi andalan yang terus dikembangkan, utamanya di sektor pariwisata. Potensi pariwisata pantai di Indonesia sudah tidak bisa diragukan lagi. Bentangan pasir putih yang lembut dengan riak gelombang yang bergemuruh menjadi ketetarikan siapapun untuk datang menikmatinya.  
Pariwisata Indonesia sudah dikenal luas hingga ke mancanegara. Beberapa daerah begitu mendominasi kekuatan parisiwata indonesia yang sejak dulu hingga kini terus dibanjiri pengunjung. Daerah-daerah tersebut memiliki nama dan gengsi bagi siapapun yang akan dan hendak kesana. Salah satu daerah yang menjadi pilar pariwisata indonesia adalah Pulau Bali.

Lokasi Pantai Kuta

Pulau Bali dengan sejuta pesonanya telah mendapat pengakuan dunia internasional sebagai salah satu kawasan wisata terbaik di planet bumi ini. Tidak ada yang meragukan keindahan alam Pulau Bali. Sejak dulu hingga kini Pulau Bali sudah menjadi ikon pariwisata Indonesia yang telah mampu menghipnotis berjuta orang untuk terus bertandang ke pulau dewata ini.
Pantai Kuta Bali
Mendengar nama Pulau Bali, yang terbesit dipikiran kita adalah pantai pasir putih yang indah dan dipenuhi ribuan wisatawan dari segala penjuru dunia. Sontak, nama yang sangat familiar disebut ketika mendengar Bali yaitu Pantai Kuta. Mengapa Pantai Kuta…??? Karena di Pantai inilah cerminan Pulau Bali sesungguhnya. Atmosfer pariwisata Pulau Dewata sangat ditentukan dari Pantai Kuta.
Gerbang Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak Kecamatan Kuta, Kabupaten. Badung, Bali, Indonesia. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali. Nama Pantai Kuta sangat identik dengan pariwisata di Bali. Meskipun anda telah mengelilingi seluruh tempat wisata di Pulau Bali, namun tidak sah rasanya jika tidak menyambangi Pantai Kuta.
Gerbang Pantai Kuta
Sebelum menjadi objek wisata seperti saat ini, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Adalah Mads Lange seorang pedagang Denmark yang pada abad Ke-19 yang datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Dalam buku yang berjudul “Praise to Kuta" yang diterbitkan oleh Hugh Mahbett, telah memberikan inspirasi banyak orang untuk segera membangun fasilitas wisata. Dalam buku tersebut, berisi ajakan sebagai langkah antisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali.
Gerbang Pantai Kuta
Cukup mudah untuk mencapai Pantai Kuta. Hanya kurang dari 15 Menit dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, pengunjung sudah akan tiba di kawasan wisata terpadat di Pulau Bali ini. Sebelum mencapai Pantai Kuta, akan dilalui dulu kawasan legian yang terkenal dengan kepadatan aktifitas wisatawan.
Kendaraan pengunjung akan mulai melambat seiring aktiftas wisatawan yang memenuhi ruas dan sisi jalan. Jejeran toko, restaurant, café, bar berderet elok dan elit di sepanjang sisi trotoar. Semakin mendekati pantai, akan semakin ramai saja lalu lalang dan kesibukan orang-orang. Kerumunan Bule-bule diberbagai sudut yang berbusana minimalis menjadi pembeda, yang semakin menegaskan posisi dan gengsi Pantai Kuta Bali.
Kawasan Pantai Kuta yang terus dipadati ribuan manusia setiap harinya, membuat seluruh kendaraan / Bis umum, wajib menurunkan rombongannya di area Central Park yang memang diperuntukkan kepada kendaraan pengunjung Pantai Kuta dan kawasan legian. Dari central parking, dibutuhkan waktu sekitar 5 menit saja dengan menaiki jasa suttle yaitu kendaraan mini untuk menuju ke Pantai Kuta. Disepanjang jalan, pandangan akan dimanjakan oleh gemerlap suasana dan nuansa kota. Keramaian para pelancong memenuhi seluruh ruas jalan. Selang berapa lama, Terlihat kejauhan dari arah pantai, sebuah gerbang besar yang bertuliskan "Pantai Kuta".
Gerbang Pantai Kuta
Ikon utama pantai Kuta adalah sebuah tulisan yang terletak di Gapura selatan pantai ini. Tulisan ini seakan menandakan anda sudah memasuki Pantai Kuta Bali. Tulisan dalam bingkai inilah yang memiliki nilai gengsi tersendiri bagi siapapun yang berpose didepannya. Ada makna dan kebanggan tersendiri yang menjadi bukti bahwa anda sudah menginjakkan kaki di Pulau Bali.
Bentangan Pasir Pantai Kuta
Inilah Pantai Kuta yang banyak diceritakan orang tentang keindahan panorama alamnya. Sebuah tampilan panorama pesisir pantai dengan pandangan birunya laut tersaji disepanjang mata memandang. Keriuhan terdengar dari seluruh sisi pantai. Orang-orang sedang dalam kegembiraannya masing-masing. Dari arah laut sampai ke daratan, suasana riang lah yang tampak. Orang-orang begitu senangnya berlari-lari diatas kehangatan pasir pantai yang cukup hangat saat itu. Nama Pantai Kuta begitu melekat ditelinga orang sehingga mendaulatnya sebagai Ikon pulau bali.
Pemandangan Pantai Kuta
Pantai Kuta memiliki bentangan sejauh 5 Km. Hamparan pasir putih memenuhi seluruh permukaan pantai. Sepertinya tidak ada kelengangan suasana di pantai ini. Setiap orang sibuk dengan kegembiraannya masing-masing. Beberapa turis sedang terlentang dan berbusana pantai. Mereka sedang berjemur, menghadap teriknya mentari. Beberapa lainnya sedang bercanda ria dibawah teduhnya kasebo yang ratusan jumlahnya.
Sembari memandang kelutan lepas. Sesekali akan tampak di angkasa, pesawat udara yang baru saja lepas landas atau akan mengatur posisi untuk mendarat. Dari arah selatan pantai kuta terlihat samar landasan pacu Bandara Ngurah Rai. Cukup dekat memang jarak antara Bandara dan Pantai Kuta, sehingga lalu lalang pesawat terlihat jelas, sambil duduk bersantai diatas pasir ini.
Berkeliling di Pantai Kuta
Sejak pagi hingga malam, ratusan bahkan ribuan orang beterbaran di seluruh sisi pantai kuta ini. Mengunjungi Pantai Kuta bisa dikatakan Wajib hukumnya saat berada di Pulau Dewata. Nama Pantai Kuta sangat identik dengan pulau bali. Bagi pengunjung yang baru pertama kali ke Pulau Bali, nama tempat yang ingin dikunjunginya pertama, pastilah Pantai Kuta.
Tidak mesti dengan tujuan berenang untuk ke tempat ini. Sebagian besar pengunjung banyak yang hanya berkeliling dan melihat lihat lebih detail seluruh sisi pantai kuta. Sejak masuk dari pintu gerbang rasa penasaran akan terus bertambah seiring langkah kaki yang terus menyusuri seluruh sisi pantai
Bukan Bali rasanya tanpa tampilan eksotik. Sepanjang menyusuri Pantai Kuta, janganlah kaget atau ngiler melihat bule-bule yang berbusana minin dan seksi dengan mengenakan bikini. Sudah begitulah pemandangan setiap saatnya disini. Mereka pun tidak begitu risih, karena dalam benaknya adalah mengenakan busana yang tepat di tempatnya yaitu pantai.
Pemandangan busana pantai akan telihat disepanjang menyusuri Pantai Kuta. Saat siang hari, para turis akan berderet terlentang dengan pengalas kain. Mereka ingin merasakan hangatnya mentari tropis yang tentunya berbeda dengan di negara asalnya.
Keramaian di Pantai Kuta
Inilah sesungguhnya daya pikat dari Pantai Kuta ini, yang mampu membuat ketertarikan orang untuk berbondong-bondong memenuhi sisi pantai. Hampir diseluruh penjuru pantai dipenuhi oleh manusia. Melihat suasana keramaian seperti ini, sepertinya sudah cukup untuk memenuhi hasrat dan kepuasan mereka. Setiap menjelang sore, orang-orang akan datang untuk melihat dengan jelas proses pergantian hari, dimana tepat kearah depan matahari akan perlahan lenyap dari pandangan,
Merupakan kepuasan batin tentunya bagi semua orang yang menghabiskan sorenya dengan lepas bebas di pijakan pasir ini. Berkejar-kejaran di pasir, membuat istana pasir, berpose dari segala arah, bercengkrama dan tertawa lepas atau bercebur di laut, adalah pemandangan yang tiap saat bisa kita saksikan ditempat ini.
Deburan Ombak di Pantai Kuta
Gemuruh ombak saling berkejaran menuju tepi pantai. Pasir pantai pun tersapu oleh gelombang tipis yang terus menderu. Bak untaian kapas, putih dan membentang lalu merangsek mendekat ketepian. Langit dan lautan pun seperti bersatu dalam rona membiru. Hempasan angin silih berganti merapat ketepian dan mengibas-ngibaskan pepohonan. Beberapa orang terlihat menyisir sapuan ombak. Tak perduli terhempas air dan membasahi pakaiannya, yang dibenaknya adalah merasakan langsung suasana Pantai Kuta Bali.
Menyusuri Tepi Pantai Kuta
Beberapa lagu dan puisi telah tercipta sebagai penggambaran keidahan dan suasana romantic saat berada di sini. Sulit digambarkan dengan kata-kata untuk panorama yang memukai di Pantai Kuta Bali. Suasana tepi laut begitu memanjakan siapapun yang telah menginjakkan kaki di kelembutan pasirnya.
Pantai Kuta is The Heart Of Bali. Itulah julukan yang tepat untuk bentangan pasir di sisi barat Kabupaten badung ini. Ia menupakan jantung dan nadi pariwisata Bali. Keberadaannya di wilayah pusat aktifitas wisatawan legian merupakan barometer pariwisata di negeri beribu pura ini. Dengan kebesaran nama menjadikan segala sesuatu yang berada di kawasan kuta dan legian menjadi lebih bergengsi dan bernilai ekonomis dan produktif.
Aktiftas masyarakat sangat besar dipengaruhi oleh intensitas wisatawan di kawasan kuta. Di sepanjang pantai kuta, banyak warga lkcal yang memanfaatkan kehadiran banyak orang ini dengan berdagang dan menawarkan jasa pijat atau massage. Beberapa ibu-ibu dengan mengenakan busana lokal akan berkeliling menawarkan jasa pijat tradisional kepada siapapun pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Dibeberapa kasebo juga akan terlihat pemuda berbadan atletis yang merupakan instruktur surfing. Mereka siap menjadi pemandu bagi siapapun yang ingin mencoba berselancar di gulungan ombak Pantai Kuta.
Saat Senja di Pantai Kuta
Sungguh damai kurasakan saat itu, melihat jauh lautan yang berhujung kemerahan oleh bias mentari senja. Begitu tenangnya dikala sore itu. Di waktu menjelang malam merupakan saaat yang paling romantis. Terlihat muda-mudi dengan pasangannya berjalan bergandengan menyisir tepi laut. Sesekali ombak tipis memencik dan membasahi kaki mereka. Rona gelap mulai terasa saat mentari sudah lenyap beberapa saat lalu.

Pantai Kuta Bali akan terus memberikan kesan mendalam yang penuh arti bagi semua orang yang telah merasakan keriuhannya. Pantai Kuta sebagai jantung pariwisata Pulau Bali memberikan sebuah catatan bermakna di benak setiap orang yang telah berpijak di kehangatan pasirnya. Gemuruh ombak, desiran angin, keramaian ratusan orang dari segala penjuru dunia akan menjadi memori yang tak terlupakan dihati semua orang yang telah berkunjung di tempat ini. Semoga Tulisan ini bermanfaat…The Heart Of Bali…..Kuta Beach..!!!
Pantai Kuta Bali

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :


Kerajinan Perak Celuk The Monkey Forest Nusa Dua
Pura Puseh Batuan Arjuna Krishna Tanah Lot
Garuda Wisnu Kencana Pura Luhur Uluwatu Monumen Bom Bali
Bedugul Legian Pantai Pandawa
Istana Tampak Siring Tirta Empul Pantai Sanur
Kintamani Resort Pantai Kuta Gunung Agung

The Sukarno Center - Tampak Siring Bali

MUSEUM "THE SUKARNO CENTER"
TAMPAK SIRING - BALI
 
Berbagai sajian pariwisata, tersuguhkan di atas tanah Pulau Dewata. Panorama alam indah yang elok nan permai serta sarana spiritual yang begitu religious membawa catatan yang berkesan bagi setiap orang. Banyak nilai-nilai budaya yang bisa dipetik dari perjalanan di Negeri Beribu Pura ini. Kebudayaan merupakan suatu tradisi yang terbawa oleh perjalanan sejarah. 
 
Sejarah panjang Bangsa Indonesia, banyak ditorehkan di Pulau Dewata ini. Pulau Bali, merupakan tanah leluhur dari salah satu pendiri Bangsa Indonesia, Bung Karno. Peninggalan sejarah perjalanan Bung Karno tersimpan rapi di salah satu bangunan yang kini dijadikan Museum yang menyimpan koleksi pribadi sang Proklamator. Museum inilah yang bernama “The Sukarno Center”.
<<< Baca Juga : Garuda Wisnu Kencana >>>
Museum " The Sukarno Center "
The Sukarno Center merupakan sebuah Museum sejarah yang di dedikasian untuk The Founding Father, Tokoh Pendiri Bangsa, Ir. H. Sukarno. Beliau merupakan Sang Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Banyak torehan sejarah yang telah dilakoni beliau dalam menggiring bangsa ini ke puncak kemerdekaannya pada Tanggal 17 Agustus 1945. Museum ini akan menceritakan perjalanan Bung Karno dalam merintis pengakuan dunia internasional untuk kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
Bung Karno merupakan tokoh bangsa kelahiran Surabaya, 6 Juni 1901. Sosok beliau sangat dekat dengan tanah kelahirannya tersebut. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo (1873 – 1945) yang merupakan seorang Guru di Surabaya. Sedangkan Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai ( 1881 – 1958 ). 
<<< Baca Juga :  Nusa Dua >>>

 Lokasi Museum "The Sukarno Center"

Ibunda dari Bung Karno merupakan Putri asli Tanah Bali, Sehingga Bung Karno memiliki ikatan kekeluargaan dan kekerabatan dengan masyarakat Bali, dimana merupakan tanah kelahiran dari  para leluhurnya. Di wilayah Tampak Siring inilah sangat identik dengan nama Bung Karno, sehingga biografi Sang Proklamator itu banyak tersimpan disini.
Beranda "The Sukarno Center" Museum
The Sukarno Center beralamat di Jalan Pejeng Kaja, Tampak Siring Nomor 751, Kec. Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Provinsi Bali. Lokasinya dapat ditempuh 1 Jam perjalanan dan Bandar Udara I Gusti Ngurai Rai. Umumnya jalur wisata yang ditawarkan oleh travel pasti menyambangi tempat ini dan sekaligus juga mengunjungi objek objek wisata lain yang searah dan berdekatan dengan Museum The Sukarno Center seperti Istana Tampak Siring, Pura Tirta Empul, Kintamani dan Danau Ulu Beratan Bedugul. 
Pengunjung Dewasa hanya cukup membayar harga tiket Rp. 20 ribu dan Rp. 10 ribu untuk anak anak. Pihak pengelola akan menyambut dengan ramah kedatangan anda dan akan memberikan kenang-kenangan berupa poster saat anda akan meninggalkan tempat ini.<<< Baca Juga :  Tanah Lot >>>
Kereta Kencana di "The Sukarno Center" Museum
Pengunjung diwajibkan untuk membuka alas kaki saat mulai memasuki beranda Museum ini. Sebagai tempat yang menyimpan benda sejarah, para pengunjung wajib mematuhi beberapa aturan seperti menjaga kebersihan, tidak menyetuh benda-benda koleksi dan tidak area terlarang dan cukup melihatnya saja.
Diberanda depan terpajang beberapa koleksi sejarah, salah satunya adalah kereta kencana yang konon pernah dikendarai oleh leluhur Bung Karno. Corak dan motif sentuhan budaya Bali mulai terlihat saat berada diberanda ini. Seluruh lapisan bangunan dibaluti oleh desain gaya Bali dengan sentuhan artisitik yang menunjukkan nilai seni yang mumpuni.
<<< Baca Juga : Pura Luhur Uluwatu >>>
Lambang Garuda di "The Sukarno Center" Museum
Setelah melewati pintu masuk, Sebuah lambang Burung Garuda berdiri tegak seakan penanda selamat datang bagi para pengunjung. Bermula dari sinilah deretan benda benda bersejarah akan kami sambangi di setiap sisi ruang bangunan ini.
Dengan konsep wisata sejarah perjuangan bangsa, tempat ini bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Dalam beberapa kesempatan, kunjungan tour wisata sekolah selalu menyambangi tempat ini. Generasi kini, harus dipernalkan tentang sejarah dan rintisan oleh para pendahulu utamanya Bung Karno sebagai salah satu motor kemerdekaan Indonesia.
Interior "The Sukarno Center" Museum
Melangkah masuk kedalam, kita akan terhenyak dengan tampilan klasik dengan bias-bias keemasan yang mendominasi isi ruangan. Ini adalah ruang tengah lantai pertama setelah melewati beranda depan. Berbagai macam pernak pernik, perabot, hiasan, foto memenuhi setiap sisi ruangan. koleksi yang berkaitan erat dengan Soekarno, terpampang di ruangan ini. Beragam koleksi ditempatkan dengan penataan interior rumah ala bangsawan. Beberapa koleksi yang akan dijumpai seperti kenang-kenangan yang didapatkan Soekarno dari negara tetangga, lukisan para penggemar Soekarno, atapun kutipan pidato yang menggugah hati dari Soekarno.
<<< Baca Juga : Bedugul >>>
Meja Pertemuan Presiden RI di "The Sukarno Center" Museum
Terus berkeliling disetiap bagian ruangan, terdapat sebuah meja jamuan. Dahulu meja ini menjadi tempat para tamu kenegaraan bersantai dengan Sang Presiden. Tatanan ruang seakan menggambarkan kejadian saat itu, dimana Bung Karno sedang menjamu para tamu dari berbagai Negara.
Adalah Sukmawati Sukarno Putri yang merupakan putri dari Bung Karno yang menggagas pembangunan Museum Sukarno ini. Bersama dengan Dr. Shri I Gusti Ngrh. Arya Wedakarna MWS III yang merupakan rektor di universitas Mahendradata, mereka merencanakan dan membangun Museum ini, hingga diresmikan bertepatan dengan hari kelahiran Bung Karno pada tanggal 6 Juni 2009 dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 10 November 2011
Ruang Pertemuan di "The Sukarno Center" Museum
The Soekarno Center dibangun berlantai dua, di atas lahan seluas 1000 meter persegi, tempat ini begitu terawat dan sangat bersih,. Koleksi benda antik sangat elegan tertata diseluruh sisi ruangan. Ratusan foto kenangan Bung Karno yang berjumlah 150 buah memenuhi hampir semua sisi dinding. 
Ruangan ini menggambarkan tempat Bung Karno menerima rombongan tamu. Balutan seni jawa dan bali sangat kental terasa di dalam bangunan ini. Setiap sudut ruangan memberikan makna historis dan culturis. Terlebih lagi alunan musik gamelan lawas, perpaduan budaya Jawa dan Bali yang syahdu mengirini rasa penasaran para pengunjung saat menyusuri setiap ruangan di museum ini.
<<< Baca Juga : Pantai Pandawa >>>
Interior "The Sukarno Center" Museum
Sebagai bangunan yang menyimpan koleksi antik Presiden Pertama Indonesia, bangunan ini dikelola oleh pemerintah dengan standar protokol pengamanan. Disetiap sudut ruangan terdapat CCTV yang memantau seluruh aktivitas pengunjung saat berada di dalam museum. Beberapa orang petugas yang diantaranya adalah Paspampres juga tetap siaga di pos penjagaan untuk memastikan keamanan benda benda bersejarah tersebut.
Lukisan "Nyi Roro Kidul" di "The Sukarno Center" Museum
Di salah satu ujung ruang yang tidak begitu luas, terpampanglah lukisan yang konon merupakan Sang Penguasa Laut Selatan Jawa, Nyi Roro Kidul. Ada suasana berbeda saat berada di ruang ini, semerbak wangi dupa dan lampu yang temaram, terkesan suasana yang membuat merinding terebih lagi alunan gendang gending menambah suasana sedikit “mistik”.
Banyak mitos dan legenda tentang sosok penguasa laut selatan jawa ini. Lukisannya terpajang dengan ukuran yang cukup besar diantara pajangan lainnya. Konon, ada kekuatan supranatural yang mengaitkan antara Nyi Roro Kidul dan Bung Karno. Mitos itu yang hingga kini masih dipercaya oleh petuah dan para sesepuh.
Sesekali, pengunjung akan diperdengarkan pidato Sang Proklamator yang saat itu mengobarkan semangat satria pembela bangsa. Bung Karno dikenal sebagai seorang orator yang mampu menggetarkan jiwa dan membakar nyali dengan sajak sajak pidatonya yang berapi api. Kekuatan itulah yang menjadikan Bung Karno begitu disegani dan ditakuti oleh Dunia Internasional.
<<< Baca Juga : Pura Tirta Empul >>>
Koleksi Foto Bung Karno di "The Sukarno Center" Museum
Dibeberapa sisi dinding, terpajanglah koleksi foto perjalanan Bung Karno saat memimpin negeri ini. Gambar gambar tersebut seakan bercerita tentang perjalanan panjang Bung Karno dimasa-masa perjuangan, disaat kondisi bangsa yang sedang tertekan oleh sisa kolonialisme Belanda dan masa pendudukan tentara Jepang. 
Melihat lebih detail adegan adegan yang terjadi saat itu seakan membawa kita ke masa lalu saat Bung Karno dan para pelopor pendiri bangsa melakukan negosiasi dan berbagai perundingan kepada banyak pihak untuk masa depan Bangsa Indonesia.
Koleksi Foto Bung Karno di "The Sukarno Center" Museum
Beberapa koleksi foto juga menampilkan kehidupan keluarga Bung Karno. Sosok Bung Karno yang sangat dekat dengan kelurganya ditampilkan pada beberapa adegan dalam gambar. Meski sebagai seorang Kepala Negara, beliau juga merupakan seorang kepala keluarga, yang menjadi pemimpin bagi Istri dan anak-anaknya.
<<< Baca Juga : Pantai Kuta >>>
Koleksi Foto Bung Karno di "The Sukarno Center" Museum
Keseharian beliau yang sibuk dengan urusan pemerintahan, tetap memberikan waktu dalah hal kasih sayang terhadap istri dan anak-anaknya. Kesemuanya tergambar dari koleksi foto kemesraan beliau dengan keluarga. Berdasarkan keterangan yang tertuang dalam dokumen di Museum The Sukarno Center ini, Semasa hidupnya, Bung Karno telah menikahi 9 wanita untuk menjadi pendamping hidupnya. Mereka Adalah 1. Oetari Tjokroaminoto (1921  -1923), 2. Inggit Ganarsih (1923-1943), 3. Fatmawati (1943 - 1970), 4. Hartini (1953 - 1970), 5. Kartini Manoppo (1959 - 1968), 6. Haryati (1963 - 1966), 7. Ratna Sari Dewi (1962 - 1970), 8. Yurike Sanger (1964 - 1968) dan 9. Heldy Djafar (1966 - 1969).
<<< Baca Juga : Legian Street >>>
Foto Bung Karno bersama "Che Guevara"
Bung Karno tidak hanya disegani, karena kepemimpinannya di dalam negeri. Di Dunia Internasional, Sang Proklamator ini begitu diteladani dan diagungkan oleh beberapa pemimpin dunia. Beberapa koleksi foto menggambarkan kedekatan Presiden Pertama RI ini dengan beberapa tokoh berpengaruh di Dunia seperti, Nikita Khrushchev (Pemimpin Uni Soviet), Fidel Castro (Presiden Cuba), Muammar Khadafi (Presiden Libia), Kim Il Sung (Pemimpin Korea Utara), Mahatma Gandhi (Pemimpin India) dan Tokoh paling berpengaruh di Amerika Latin saat itu, Ernesto Che Guevara. 
Sosok dan Gaya kepemimpinan Sukarno dalam menahkodai Indonesia di tengah tekanan Negara barat yang menjadi keseganan para tokoh dunia tersebut terhadap Presiden Pertama RI ini.
<<< Baca Juga : Monumen Bom Bali >>>
Ruang Kerja Bung Karno di "The Sukarno Center" Museum
Penataan ruang kerja Presiden RI yang pertama ini menggambarkan situasi kejadian saat itu. Interior dan Tata letak perabot masih terawat dan terjaga. Meja kerja dan kursi, dahulu digunakan oleh Presiden Sukarno saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Bali.  
Saat masa pemerintahan Presiden Sukarno, beberapa Istana Kepresidenan dibangun dibeberapa tempat yaitu, Istana Bogor, Istana Malioboro (Gedung Agung), Istana Cipanas dan Istana Tampak Siring. Beberapa koleksi pribadi Bung Karno yang berada di Museum ini, sebelumnya berada di Istana Tampak Siring. Barulah setelah Museum ini didirikan sebagian besar koleksi dipindahkan ke tempat ini.
<<< Baca Juga : Pura Puseh Batuan >>>
Suasana Interior "The Sukarno Center" Museum
Museum The Sukarno Center adalah bangunan yang didedikasikan untuk koleksi pribadi Bung Karno. Sebagai besar koleksi dan perabot yang berada di dalam museum ini pernah digunakan oleh Bung Karno semasa pemerintahannya dulu, terutama saat berada di Pulau Bali baik dalam rangka kunjungan kerja atau kegiatan keluarga. Sejak berdirinya Museum ini, masyarakat lebih mengenal dekat tentang sosok Sang Proklamator RI yang pernah menorekan tinta emas perjuangan bangsa. Para pengunjung akan banyak mendapatkan edukasi tentang sejarah perjalanan Bung Karno saat merintis kemerdekaan. Banyak wawasan tentang Indonesia secara menyeluruh yang bisa kita temukan saat mengelilingi dan mengamati setiap benda, perabot dan foto di dalam Museum ini. Semoga Museum The Sukarno Center, tetap terjaga dan terawat sebagai bukti perjalanan perjuangan Bangsa Indonesia di Pulau Dewata...The Secret Of Indonesia...!!!...The Sukarno Center Museum..!!!

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :


Kerajinan Perak Celuk The Monkey Forest Nusa Dua
Pura Puseh Batuan Arjuna Krishna Tanah Lot
Garuda Wisnu Kencana Pura Luhur Uluwatu Monumen Bom Bali
Bedugul Legian Pantai Pandawa
Istana Tampak Siring Tirta Empul Pantai Sanur
Kintamani Resort Pantai Kuta Gunung Agung

Legian Street, Kuta - Bali

LEGIAN STREET, KUTA - BALI
Pulau Bali adalah pusat utama aktifitas pariwisata Indonesia. Di pulau inilah barometer pariwisata nusantara bisa terlihat. Animo wisatawan mancanegara dan domestic mengalir dan memenuhi seluruh pusat-pusat wisata di Pulau Dewata, sebagai wujud dari besarnya minat banyak orang untuk ke Pulau Bali.
 
Pantai Kuta seakan menjadi tujuan awal kunjungan setelah menginjakkan kaki di Pulau Bali. Pantai Kuta merupakan sebuah tepi lautan berpasir yang berada di sisi barat sebuah kawasan bisnis di Kab, Badung. Kawasan bisnis tersebutlah yang menjadi sentra aktifitas wisatawan di Pulau Bali. Segala bentuk dan jenis penunjang pariwisata, ada di kawasan ini, restoran ,café, bar, night club, hotel, penginapan, centra butik, SPA dan pusat perbelanjaan lainnya. Kawasan inilah yang dikenal dengan nama Legian.

 Lokasi Jalan Legian, Kuta

Legian dan Pantai Kuta merupakan dua kawasan yang tidak bisa terpisahkan dan saling terhubung. Untuk bisa sampai ke Pantai kuta, tentunya, pasti melewati kawasan Legian. Kedua tempat ini adalah pusat kunjungan banyak orang. Setiap harinya Ribuan manusia akan beraktifas di kedua kawasan ini.
Suasana Jalan Legian, Kuta
Legian merupakan nama sebuah jalan yang terletak berdampingan dengan Pantai Kuta dan sebuah kawasan bisnis yang sangat elit, yang bernama Seminyak. Jalan Legian merupakan pusat bisnis dan berkumpulnya para wisatawan. Semua kebutuhan hiburan wisatawan sudah lengkap ada di Legian. Sarana akomodasi dan hiburan mendominasi aktifitas bisnis di Legian Street.
Berada di legian, kita serasa berada bukan di Indonesia. Sepanjang jalan hanya dipenuhi oleh Bule-bule yang lalu lalang dan berbusana santai ditengah kepadatan salah satu nadi pariwisata di Pulau Bali itu. Centra-centra shoping berderet disepanjang jalur jalan Legian. Tampilannya pun menyesuaikan dengan visual ala barat dan memang terlihat layaknya tempat shoping di eropa.
Suasana Jalan Legian, Kuta
Tidak sulit untuk mengkases kawasan ini. Jalur lalu lintas yang menuju ke Bandara Ngurah Rai dari arah Denpasar pasti akan bersinggungan dengan kawasan Legian. Begitu juga para pengunjung Pantai Kuta yang harus melalui dulu Jalan Legian sebelum sampai ke gerbang Pantai Kuta.
Pemandangan berbeda akan dijumpai dikawasan Legian. Lalu lalang turis mewarnai setiap sudut jalan. Baik yang berbusana tertutup atau sedikit terbuka, mereka begitu nyaman berkeliling di tengah padat lalu lintas dan keramaian orang-orang.
Kawasan Jalan Legian, Kuta
Menyusuri kawasan jalan Legian lebih nyaman dengan berjalan kaki. Setiap sisi jalan merupakan jejeran shop seperti butik, restoran ataupun cafĂ©. Penataan kawasan ini layaknya penataan gaya barat dengan tampilan terbuka dan elegan. Semua toko yang berada di jejeran depan Jalan Legian, mematok harga untuk ukuran Wisatawan. Harga-harga yang tertera biasanya memakai standar US $. 
Beberapa sudut di kawasan Legian memperlihatkan ekterior bergaya modern dengan desain bangunan yang elok dipandang. Berada dikawasan ini, kita akan terpesona dengan jejeran bangunan elit dan mewah ditambah lagi dengan fashion dan style orang-orang yang berada didalamnya yang menujukkan kelas dan gengsi tempat tersebut.
Kawasan Jalan Legian, Kuta
Selayaknya berada di eropa ketika melihat tamu-tamu beberapa restoran yang didominasi oleh bule berambut pirang. Mereka dengan santainya menikmati suasana Legian dari beranda sebuah restoran. Dari arah jalan, terlihat pula beberapa pria bule berbadan kekar penuh tattoo di badannya sedang bergelak tawa ditemani beberapa botol minuman Guess. Semua terlihat nyaman serasa berada di negeri mereka sendiri.
Hard Rock Cafe Statue
Aktiftas wisatawanlah yang paling mendominasi di Jalan Legian dan Pantai Kuta. Suasana dan konsep penataan wilayah yang membuat para turis terlihat begitu leluasa di wilayah legian ini. Mereka dengan santai dan lepas berkeliling-keliling meski hanya berbusana minim. Lelaki bulenya juga berjalan tegap di trotoar, tak menggenakan baju, sambil meneguk minuman alcohol dan menyapa sana sini.
Bule di Jalan Legian, Kuta
Semuanya begitu mengalir dan seperti hal yang lumrah kita saksikan setiap hari disini. Serasa mereka berada ditempat yang tidak ditemukan di negaranya. Bagi orang lokal yang setiap harinya disini, pemandangan tersebut sudah menjadi lazim terlihat. Berbeda halnya dengan wisatawan domestik dari luar Pulau Bali yang akan geleng-geleng melihat begitu banyaknya bule, terlebih lagi busana minim ala ala pantai yang mereka kenakan.
Jalan Legian, Kuta
Para turis akan sibuk dengan urusannya masing-masing. Lingkungan baru, seakan mereka temukan disini. Jauh dari gangguan, dan bebas melakukan apa saja yang dinginkan. Kawasan legian seperti menjadi tempat bersenang-senang semua orang. Segala pemuas batin dipastikan ada di kompleks ini. Keberadaan ribuan wisatawan disini, telah menggerakkan perokonomian secara masiv. Sektor makro dan mikro bergerak beriringan. Warga lokal pun turut terlibat langsung dalam arus perputaran barang dan jasa di kawasan Jalan Legian ini. 
Jalan Legian, Kuta
Di kawasan Jalan Legian terdapat dua jalan yang cukup familiar di telinga wisatawan Bali yaitu Poppies Lane I dan Poppies Lane II. Kedua jalan inilah yang menjadi urat nadi aktiftas di kawasan Legian. Sebagian besar Penginapan, hotel, centra shoping, layanan jasa kebugaran, massage dll, berada di dua jalan ini. Dimanapun para turis berkeliling di seputaran Legian dan Pantai Kuta, pada akhirnya mereka akan kembali ke Jalan Poppies Lane, karena disitulah pusat penginapan yang banyak ditempati oleh wisatawan mancanegara dan domestik.
Konsentrasi wisatawan domestik biasanya berada di Jalan Poppies Lane II, dimana sepanjang jalur terdapat banyak pedagang oleh-oleh, cendamata, pakaian dan berbagai barang jajanan yang terjangkau harganya. Wisatawan domestik umumnya banyak yang menginap di Jalan Possies Lane II, selain harganya terjangkau antara, Rp. 150 K s.d 250 K per malam, juga dikarenakan pengunjung domestik lainnya banyak juga yang menginap di seputaran Poppies Lane II sehingga ada rasa kenyamanan sesama pengunjung domestik.
Coffe Shop di Legian, Kuta
Sebagian besar wisatawan yang mangkal di seputaran Legian ini adalah berasal dari Australia, Amerika, Asia, dan beberapa negara Eropa lainnya. Menurut pengakuan beberapa dari mereka, Legian dan Pantai Kuta sudah seperti rumah kedua. Khusunya turis dari Australia, setiap dua minggu sekali mereka akan menjadwalkan weekend di Legian dan Kuta. Demi kepuasan batin, mereka tidak perduli harus mengeluarkan budget besar untuk rutin berkunjung ke Pulau Bali.
Resort di Legian Street, Kuta
Di sisi barat jalan Legian yang berhadapan langsung dengan Pantai Kuta merupakan jalur yang terbilang paling elit. Jejejeran hotel, dan restoran high class berada di sepanjang jalan hingga ke pintu gerbang Pantai Kuta. Sangat padat aktifitas manusia di jalur jalan ini. Lajur satu arah kendaraan bercampur dengan lalu lalang manusia di kedua sisi jalan. Saat menjelang sore, kepadatan akan terlihat ketika ratusan orang akan mengarah ke Pantai Kuta untuk menyaksikan Sunset disana.
Hard Rock Cafe, Legian, Kuta
Tempat yang paling menarik perhatian pengunjung di jalur ini adalah Hard Rock Café Bali. Dengan brand yang sangat popular di seluruh dunia menjadikan nama dari tempat ini memiliki nilai gengsi tersendiri. Tidak heran jika lalu lalang orang-orang akan terhenti di depan logo ini untuk mengabadikan gambar berlatar Logo Hard Rock Café.
Hard Rock Cafe, Legian, Kuta
Beberapa simbol berupa logo Hard Rock Café dipajang pada beberapa sudut di sepanjang jalan, pada tempat yang terbuka. Para pejalan kaki denga mudahnya untuk berpose sesuka hati. Ada beberapa titik disepanjang jalan yang ditempatkan simbol Hard Rock Café pada sebuah patung papan selancar dan Monumen Gitar Besar. Suatu kebanggaan telah standing di depan monument gitar ini, yang menjadi pertanda bahwa anda telah berada di Kawasan Legian Street.
Hard Rock Cafe, Legian, Kuta
Legian tidak mengenal waktu, hingga malam tiba, kerumunan orang semakin bertambah di beberapa tempat-tempat hiburan malam. Suasana gemerlap malam dengan sahut sahutan music dari setiap Pubs dan Night Club serta kerlap kerlipnya cahaya blitz adalah panorama setiap malamnya di legian. Menyusuri malam di legian akan menguak dunia malam yang gelamour dan penuh dengan life style dan kesenangan batin. Orang-orang disini benar-benar hanya mencari kepuasan dan kesenangan.
Hard Rock Cafe, Legian, Kuta
Meksipun bukan tempat kunjungan wisata dan hanya sebuah jalan, namun keberadaan Jalan Legian menjadi jantung aktiftas wisatawan di Pulau Dewata. Barometer pariwisata Pulau Dewata sangat ditentukan dari tempat ini, mengingat legian merupakan pintu masuk pertama wisatawan setelah mendarat di Pulau Bali. Semoga Tulisan ini menambah wawasan kita tentang Pariwisata Pulau Dewata..The Spirit Of Bali…!!! Legian Street..!!! 
Legian Street, Kuta - Bali

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :


Kerajinan Perak Celuk The Monkey Forest Nusa Dua
Pura Puseh Batuan Arjuna Krishna Tanah Lot
Garuda Wisnu Kencana Pura Luhur Uluwatu Monumen Bom Bali
Bedugul Legian Pantai Pandawa
Istana Tampak Siring Tirta Empul Pantai Sanur
Kintamani Resort Pantai Kuta Gunung Agung

Pura Luhur Uluwatu - Bali

PURA LUHUR "ULUWATU" - BALI

Negeri warisan leluhur yang banyak menorehkan peninggalan religious yang hingga kini masih tegak berdiri dan menjadi saksi kebesaran masa lalu. Di atas tanah Pulau Dewata adalah surga kehidupan masyarakatnya yang sejak dahulu menjunjung tinggi nilai budaya. Negeri yang elok dan tanah yang subur sebagai anugerah sang pencipta untuk Tanah Bali. Kerifan lokal masyarakatnya yang kulturistik dan spiritualistik menjadi salah satu wajah kebanggaan Indonesia yang telah diakui oleh dunia.

 Lokasi Pura Luhur Uluwatu

Perjalanan masa dan peradaban telah membawa makna spiritual dalam segala aspek kehidupan masyarakat Bali. Begitu agungnya nilai ibadah kepada pencipta semesta alam yang diwujudkan dalam bentuk tempat penyembahan yang prestisius. Dalam segala sesuatu yang bertautan dengan peribadatan, begitu dijunjung tinggi dan dimaknai dengan kemegahan. Tidak heran, bangunan peribadatan Umat Hindu dibuat begitu indah dan elok. Penempatannya pun sangat selaras dan menggambarkan harmonisasi dengan alam.
Adalah Pura Luhur Uluwatu yang merepresentasikan wujud kesakralan untuk menghadap sang penguasa alam semesta. Berada di ujung selatan Pulau Bali, Pura ini berdiri tegak menghadap samudera yang luas. Posisi dan letaknya yang istimewa dan elok dipandang menjadikan Pura Luhur Uluwatu begitu tampak mempesona.
Prasasti  Pura Luhur Uluwatu
Seperti halnya tempat peribadatan umat hindu lainnya di Pulau Bali, Pura Luhur Uluwatu merupakan sarana peribadatan yang juga diperuntukkan untuk wisata religious dan budaya. Berada di Tanah Bali rasanya tidak lengkap untuk bertandang ke ujung paling selatan pulau ini.
Oleh masyarakat Hindu di Pulau Bali menganggap Pura Uluwatu sebagai Pura Sad Kayangan atau sebagai Penyangga 9 Mata Angin. Lokasi ini dahulunya merupakan tempat pemujaan Empu Kuturan yang kemudian dilanjutkan oleh Dang Hyang Nirartha, sehingga pada akhirnya moksah atau ngeluhur di tempat ini. Sejak saat itulah nama Pura Luhur Uluwatu diambil.
Perjalanan mengitari wilayah Kabupaten Bandung akan begitu lengkap ketika sampai di Pura Luhur Uluwatu. Jaraknya cukup berdekatan dengan objek wisata terkenal lainnya seperti Garuda Wisnu Kencana dan Pantai Nusa Dua. hanya membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai disini dari Bandar Udara Ngurai Rai. Mengunjungi Pura Luhur Uluwatu merupakan agenda wajib bagi para pelancong saat berada di Bali. Ada nuansa tersendiri yang bisa ditemukan saat berada di tempat ini.
Menuju Pelataran Pura Luhur Uluwatu
Lokasi Pura Luhur Uluwatu berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Kompleks Pura Luhur Uluwatu terbilang sangat luas. Sebagai objek wisata unggulan di Pulau Bali, penataan kawasan sudah memperhitungkan frekuensi kunjungan banyak orang yang akan kesini setiap saatnya. Sejak pagi hingga petang, hilir mudik manusia tidak habis-habisnya untuk bertandang ke tempat ini. 
Cukup dengan Rp. 15 Ribu saja untuk orang dewasa dan Rp. 7.500 bagi anak-anak pengunjung sudah bisa berkeliling seluruh kawasan Pura Sedangkan untuk Turis mancanegara akan dikenakan tarif sebesar Rp. 20 Ribu untuk dewasa dan Rp. 10 Ribu untuk anak-anak. Para pengunjung ditempat ini wajib mengenakan sarung adat yang tersedia saat memasuki pintu gerbang. Inilah bentuk penghormatan dan nilai esetetika pengunjung yang akan memasuki kompleks rumah ibadah.
Kera di Pura Luhur Uluwatu
Iring-iringan manusia akan mengarah ke pelataran sebelum naik ke Pura utama. Sangat panjang jalur jalan yang kami harus lalui, namun rindangnya pepohonan, terasa meringankan langkah. Hawa lautan akan mulai terasa saat perlahan berjalan menuruni jalur ini.
Sepanjang perjalanan menuju pelataran akan dijumpai puluhan ekor kera yang lalu lalang diatas jalan. Sebahagian kera terlihat bergelantungan sambil melompat-lompat di pepohonan. Mereka begitu respon ketika melihat manusia melintas. Berbeda dengan kera di Cagar Alam Monkey Forest, kera-kera disini sangat agresif untuk mendekati siapa saja yang lalu lalang. Peringatan untuk pengunjung pun sudah terpajang di beberapa tempat agar selalu waspada terhadap kera-kera yang ada di kawasan pura ini. Jika lengah sedikit, apa saja yang menempel di badan seperti topi, kacamata, bandana, cemilan, sandal, tas, dll, bisa raib dalam sekejab oleh kelincahan si kera dalam menyambar targetnya.
Disepanjang jalan, terlihat sesekali beberapa ekor kera mulai mengendap-ngendap mendekati target. Sepetinya mereka sudah membidik sasaran yang akan di raihnya. Pengunjung yang sadar akan situasi itu segera menjauh dari si Kera, namun bagi yang bernasib kurang beruntung, dalam hitungan detik saja, benda yang ditargetkan itu sudah dalam genggaman Si Kera. Cukup unik juga tantangan disini. Namun itulah hal yang menarik dan menggelitik di tempat ini.
Benda-benda apapun yang sudah disambar oleh si Kera, akan sulit untuk diambil kembali karena seketika itu Si Kera akan pergi menjauh atau memanjat ke atas pohon. Namun tidak usah khawatir, beberapa petugas adat pura yang tersebar di seluruh lokasi akan membantu mengambil kembali barang yang sudah diambil oleh Si Kera dengan cara yang cukup unik pula yaitu dengan “Membarternya” dengan cemilan dan makanan…mmmmmhhhh…. Yahh. Ngak apa apalah...Hitung-Hitung ngasih makan Si Kera…Hehehehehe
Tembok Pembatas Tebing di Pura Luhur Uluwatu
Perjalanan yang sedikit seru tadi, berujung disebuah pelataran yang luas. Di batas pelataran ini dipagari oleh tembok yang menjadi pemisah dengan ujung tebing laut. Dari sini pemandangan laut selatan Bali sudah mulai terlihat.
Dari tengah pelataran akan ada beberapa petunjuk jalan yang akan menuntun pengunjung untuk memilih tujuan mana dulu yang akan didahulukan. Kebanyakan orang akan lebih memilih menuju keatas untuk melihat langsung seperti bagaimana bentuk dari Pura Luhur Uluwatu.
Upacara Keagamaan di Pura Luhur Uluwatu
Sepeti halnya tempat peribadatan umat hindu lainnya, di Pura Luhur Uluwatu sering diadakan kegiatan upacara keagamaan. Saat itulah ratusan umat hindu akan berkumpul untuk melakukan rangkaian ritual pemujaan. Dengan berseragam adat mereka berbondong-bondong ke tempat ini dengan membawa perlengkapan dan sesajian.
Inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung kesini. Selain panorama pesisir tebing, moment kegiatan upacara ini selalu dinantikan oleh pengunjung. Mereka dapat lebih jelas melihat sajian budaya dalam rangkaian upacara yang mengandung nilai religious. Bagi masyarakat hindu Bali kegiatan upacara keagamaan ini merupakan runitinas sebagai wujud penghambaan kepada sang penguasa semesta alam.
Tampilan Pura Luhur Uluwatu dari seberang tebing
Posisi bangunan Pura Luhur Uluwatu terletak tepat di ujung tebing yang menjorok ke sisi lautan. Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati puluhan anak tangga dan melalui jalan setapak. Di tempat inilah kebanyakan orang berkumpul disekitar area pura yaitu di tembok yang membatasi halaman pura dengan ujung tebing.
Tampilan Pura Luhur Uluwatu dari seberang tebing
Dari kejauhan, terlihat begitu mempesona tampilan keindahannya. Laksana sebuah istana di atas bukit yang menghadap samudera, Pura Luhur Uluwatu ini berdiri tegak memperlihatkan kemegahan. Begitu anggun terlihat dengan latar samudera biru yang luas
Tampilan tebing pantai di Pura Luhur Uluwatu
Jauh menatap ke sisi lautan, berdiri tegaklah tebing-tebing batu yang menjulang tinggi. Lebih jauh lagi memandang, tampaklah gulungan ombak yang memutih menyisir celah celah karang. Inilah yang menjadi kelebihan dan keistimewaaan Pura ini dimana letaknya yang berada di atas tebing pantai.
Tampilan tebing pantai di Pura Luhur Uluwatu
Rasa penasaran pengunjung pun tuntas sudah ketika berdiri di batas tebing dan memandang luasnya pantai yang berbatas batu menjulang ini. Dari kejauhan terlihat pasir pantai yang tersapu ombak. Begitu tingginya kami berada sehingga terlihatlah seluruh batas laut.
Tampilan tebing pantai di Pura Luhur Uluwatu
Kompleks Pura Luhur Uluwatu merupakan sebuah bukit diatas tebing. Ketinggiannya hampir mencapai 100 Meter. Diujung tebing dibatasi dengan tembok beton sehingga memberikan rasa aman bagi pengunjung saat menyusuri jalan setapak yang berada dekat dengan bibir tebing. Pengunjung hanya dapat melihat pemandangan dari tempat itu dan tidak diperkenankan untuk mendekati jurang.
Tampilan tebing pantai di Pura Luhur Uluwatu
Dari sini, pemandangan laut tidak terelakkan lagi. Area bibir tebing dapat terlihat sepanjang mata memandang. Ia menjulang tinggi membatasi bentangan pantai pasir di bawahnya. Sebuah pemandangan yang tentunya jarang ditemui di tempat lain, dimana tebing menjulang yang diatasnya tegak berdiri sebuah Pura yang menjadi lambang kesucian umat hindu.
Tampilan tebing pantai di Pura Luhur Uluwatu
Membutuhkan fisik dan stamina yang baik saat berkeliling di seluruh kawasan Pura ini. Jalan setapak yang di ujung tebing harus ditempuh sejauh 1 Km dengan model tanjakan dan turunan. Sesekali langkah harus banyak berhenti ketika ratusan orang juga memadati jalan setapak itu. Melihat keindahan pantai dibawah sana, tentu akan menggugah orang-orang untuk turun dan mencoba tantangan yang berbeda di bawah sana.
Terdapat akses untuk turun ke pantai yaitu dari sisi barat tebing. Jalur akan melewati ratusan anak tangga untuk sampai kebawah. Selain berenang dan menyelam, pengunjung bisa berselancar dan beraktifitas lain seperti berfoto dengan latar tebing batu dan lautan.
Bersama Turis dari India
Pengunjung dari mancanegara, tak terhitung jumlahnya. Mereka juga sedang terhibur dengan suasana pandangan laut yang mungkin saja tidak ada di negaranya. Sesekali kami menyempatkan diri untuk berpose dengan beberapa turis yang kebetulan melintas di depan kami. Mereka adalah rombongan satu keluarga dari Negara India.
Bersama Turis dari India
Sangat cantik dan manis melihat wanita-wanita india yang kami temui. Terbayang..artis-artis film Bollywood yang indah rupawan dengan cirri khas hidung dan mata yang bulat berbinar. Para wisatawan ini memang sengaja berkunjung ke pura Uluwatu, karena mereka ingin melihat langsung proses ritual yang dilakukan disini mengingat India dan Bali didominasi oleh penganut hindu sehingga ada kedekatan religious dan budaya.
Menikmati suasana di ujung tebing Pura Luhur Uluwatu
Tampilan alam yang elok ini, mungkin akan jarang ditemui ditempat lain. Berada di tempat wisata sekelas Pura Uluwatu bersama-sama dengan ratusan orang dari berbagai penjuru dunia tentunya sangat membanggakan dan menggembirakan bagi kami.
Sekawanan Kera di ujung tebing
Di depan Pura Luhur Uluwatu terdapat sebuah kompleks hutan yang bernama Alas Kekeran. Hutan ini merupakan penyangga kesucian pura oleh masyarakat Pulau Bali. di sekitas area hutan merupakan habitat dari Kera. Mereka sangat dilindungi dan mendapat perlakuan sebagai hewan yang disucikan
Kera di Pura Luhur Uluwatu
Begitu bebasnya kera-kera ini berkeliaran di seluruh kawasan ini. Mereka memenuhi seluruh kompleks pura ini. Sepanjang berkeliling, pasti akan dijumpai kera. Oleh karena itu pengunjung harus tetap waspada dengan barang yang menempel di badan.
Terlepas daripada itu. Keberadaan kera disini menjadi pelengkap berwisata di Pura Luhur Uluwatu. Sembari kita berkeliling, kita bisa melihat langsung habitat mereka yang sangat banyak populasinya di kawasan ini. Begitu lincah dan gesitnya mereka melompat dan bergelantungan dari pohon kepohon, walaupun berada di tepi jurang,
Arena Pagelaran Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu
Saat mulai mendekati malam, keramaian disalah satu sudut pelataran akan mulai nampak. Para pengunjung akan berkumpul pada sebuah arena untuk menyaksikan pagelaran budaya yaitu Tari Kecak. Setiap hari pegelaran ini dilakukan dimulai dari Jam 18.00. Tari kecak merupakan salah satu tarian khas Pulau Dewata yang dipertontonkan untuk pengunjung Puru Uluwatu. Cukup dengan harga tiket masuk sebesar Rp.90 ribu, pengunjung sudah bisa menuntaskan pengalaman perjalanannya di Pura Luhur Uluwatu.
Pelataran Pura Luhur Uluwatu
Mengunjungi setiap tempat wisata di Pulau Bali adalah perjalanan yang berbeda dengan kunjungan wisata lainnya. Sangat banyak pengetahuan tentang nilai dan filosofi budaya yang bisa didapatkan. Pusat-pusat kunjungan yang ramai didatangi khalayak tidak begitu saja terbentuk sekejab. Semuanya melalui proses perjalanan masa yang panjang, sehingga akhirnya mendapat pengakuan dan menimbulkan rasa keingintahuan banyak orang untuk bertandang. Pulau Bali dengan budaya dan pariwisatanya telah mampu menghipnotis orang-orang dari berbagai perjuru untuk tidak henti-hentinya berdatangan. Pulau Dewata sebagai simbol dan kebanggan pariwisata Indonesia akan tetap menampakkan aura keindahan dan keelokannya. Amazing Of Indonesia….Pura Luhur Uluwatu Bali
Pura Luhur Uluwatu

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :


Kerajinan Perak Celuk The Monkey Forest Nusa Dua
Pura Puseh Batuan Arjuna Krishna Tanah Lot
Garuda Wisnu Kencana Pura Luhur Uluwatu Monumen Bom Bali
Bedugul Legian Pantai Pandawa
Istana Tampak Siring Tirta Empul Pantai Sanur
Kintamani Resort Pura Pasar Agung Gunung Agung