Home » , » Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park - Bali

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park - Bali

GARUDA WISNU KENCANA (GWK) - BALI

Pulau Dewata merupakan destinasi wisata terbaik di Indonesia. keindahan alam, peninggalan sejarah, kekayaan budaya serta spot-spot wisata unggulan, semuanya lengkap ada di Pulau Bali. daya tarik dan pesona bali sudah mampu menghipnotis para pecandu wisata untuk menjajaki setiap ruas tanah bali untuk menuntaskan rasa penasaran mereka akan negeri beribu pura ini. Bali, dengan kultur dan spiritualnya telah memberikan efek yang menyeluruh terhadap apapun yang berada diatas tanah bali. Mendengar sebutan Pulau Bali, sontak akan memunculkan nilai gengsi tersendiri.
Pariwisata merupakan sebuah aktifitas hiburan yang dilakukan di tempat-tempat yang indah dan menarik. Umumnya tempat wisata adalah suatu kawasan yang secara alamiah sudah terbentuk sejak awalnya, seperti Pantai, Danau atau Goa maupun Pegunungan. Tempat-tempat tersebut sudah daya tarik yang original meski belum mendapat sentuhan atau pengelolaan.

 Lokasi Garuda Wisnu Kencana

Ada beberapa kawasan wisata di Pulau Bali yang pada awalnya bukan merupakan tempat kunjungan atau hanya tempat-tempat biasa pada umumnya. Namun karena, berada di Pulau Bali, yang membuat tempat tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan. Sehingga dengan sentuhan seni dan teknologi yang membuat kawasan tersebut disulap menjadi pusat kunjungan khalayak ramai. Salah satunya adalah GWK atau Garuda Wisnu Kencana.
Dahulunya GWK adalah hamparan bukit batu kapur yang panas dan gersang. Melihat posisi strategisnya yang menjadikan ketertarikan investor untuk mengubah tatanan dan bentuk menjadi petak-petak lorong yang diapit oleh tebing-tebing batu raksasa serta menempatkan patung raksasa yang pada akirnya menjadi simbol tempat ini. Tidak mudah untuk melakukan pengerjaannya. Hamparan yang awalnya bukit batu kemudian dibelah-belah oleh bantuan peralatan dan mesin sehingga berbentuk kotak persegi yang sama persis.
Gerbang  Garuda Wisnu Kencana
Simbol utama dari kawasan ini adalah patung raksasa yang berbentuk Batara Wisnu yang sedang menunggangi Garuda yang menjadi simbol Amerta atau kebajikan yang abadi. Sebelum berbentuk utuh seperti sekarang, terdapat tiga bagian besar patung yang berdiri di tiga area yang terpisah. Bagian pertama adalah Patung Dewa Wisnu setinggi 23 meter yang saat ini ditempatkan di puncak tertinggi di kawasan Perbukitan Ungasan. Patung kedua adalah Patung Garuda. Patung ini diletakkan di tengah area yang dinamakan Kolam Teratai (The Lotus Pond), yaitu area bertangga menurun dengan kotak-kotak batuan kapur raksasa di sisi kanan dan kirinya. Bagian ketiga adalah Tangan dari Wisnu. Patung ini untuk sementara waktu ditempatkan di lokasi bernama Tirta Agung.
Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan maha karya salah satu pematung kenamaan asal Bali, Nyoman Nuarta. Garuda Wisnu Kencana memiliki arti "Burung Garuda Kendaraan Dewa Wisnu".
Gerbang  Garuda Wisnu Kencana
GWK terletak di bagian selatan pulau Bali tepatnya di Kabupaten Badung. Kawasan ini berada di daerah ketinggian sehingga memberikan akses pandangan yang luas. Pantai kuta dan Bandar Udara Ngurah Rai terlihat jelas dari beberapa sudut GWK ini. Untuk menjangkau tempat ini, akan ditempuh 15 Km dari Bandara Ngurah Rai dan 25 Km dari Kota Denpasar.
GWK merupakan salah satu kawasan wisata terluas setelah Nusa Dua. Luas areanya mencakup 240 hektar dengan beberapa pembagian zona. Sebelum memasuki gerbang pertama, pengunjung akan melewati jalur yang dipenuhi pepohonan rimbun disisi-sisinya. Beberapa patung hewan yang dilindungi terpajang di beberapa sisi sepanjang jalan menuju gerbang pertama.
Patung Tangan Dewa Wisnu
Setelah kendaraan memasuki gerbang pertama, akan dijumpai salah satu bagian dari patung GWK yaitu Patung tangan dari Dewa Wisnu. Nantinya tangan ini akan disatukan dengan beberapa bagian lainnya sehingga akan membentuk patung GWK yang sebenarnya. Bagian dari Tangan Dewa Wisnu untuk sementara waktu ditempatkan di lokasi bernama Tirta Agung.
Patung Tangan Dewa Wisnu
Patung tangan wisnu ini berada pada sebuah pelataran kecil yang berbatasan dengan tebing bagian luar kompleks pelataran utaman GWK. Kawasan ini sangat cocok untuk tujuan rekreasi dan arena bersantai keluarga. Kawasan ini adalah perpaduan antara wisata budaya dan wisata hutan lindung karena dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menyejukkan suasana.
Patung Tokoh-Tokoh Kisah Ramayana
Jejeran patung tokoh-tokoh Kisah Ramayana berderet berhadapan sebelum memasuki pintu pembayaran tiket. Terdapat 6 patung yang menjadi tokoh utama dari kisah yang sangat melegenda tersebut antara lain Sri Rama, Sinta, Laksamana, Wibisana, Rahwana, Kumbakarna.
Melintasi jejeran patung ini, kita akan kembali mengingat Kisah Ramayana yang begitu melegenda baik di tanah asalnya di India terlebih lagi di Indonesia. Baik kisah Ramayana maupun Mahabharata sangat melekat dengan cerita para leluhur utamanya zaman kerajaan silam. Kedua kisah tersebutlah yang banyak mempengaruhi budaya dan filisofi masyarakat Jawa dan Bali hingga kini. Banyak hikmah dan pelajaran dari kedua kisah tersebut yang merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang masih dipegang tegung hingga turun temurun. Kedua kisah tersebut banyak menjadi simbol cerminan kehidupan yang memiliki makna yang hakiki dan meluas dari banyak aspek kehidupan masyakarat Jawa dan Bali hingga ke nusantara.
Patung Dewi Shinta
Kisah sejarah dalam balutan seni terpajang sebelum memasuki arena utama GWK. Keberadaan patung-patung ini semakin memberikan makna historis religious sebagai pelengkap kesan kolosal yang akan pengunjung saksikan di dalam arena Garuda Wisnu Kencana
Patung Miniatur Garuda Wisnu Kencana
Inilah miniature dari Garuda Wisnu Kencana yang saat ini (2019) sudah berbentuk patung raksasa. Sebelum berbentuk seperti sekarang, pengunjung dapat melihat bentuk utuh dari patung GWK di beranda depan. Saat ini, Patung GWK sudah sempurna terbentuk. Patung ini berdiri setinggi 150 Meter dengan bentangan sayap 64 Meter. Patung GWK menjadi patung terbesar di dunia dan tertinggi kedua di dunia setelah Patung “The Spring Temple Buddha” di Cina.
Menyusuri Jalur Berpetak-Petak
Mulailah kita akan memasuki kawasan GWK yang sebenarnya. Petak- petak jalan yang membelah tebing-tebing tinggi akan mulai dilalui untuk menuju ke pelataran utama. Alur jalannya brbentuk persegi yang sama sehingga disetiap sudut kita akan merasa tidak berpindah tempat karena bentuknya yang persis. Tidak perlu khawatir untuk tersesat atau kebingungan karena setiap ruas jalan saling behubungan satu sama lain.
Sebagian besar pengunjung memilih untuk berkeliling dan menjajaki setiap sudut jalan ini sebelum menuju ke patung garuda. Jalan ini sangat luas sehingga orang akan leluasa melaluinya meski saat ramai orang berkunjung.
Bisa dibayangkan proses pengerjaan kompleks ini. Sangat tidak mudah untuk membentuk jalan dengan membelah-belah gunung kapur yang keras ini. Menurut informasi, ratusan alat berat diterjunkan untuk mengikis celah-celah batu menjadi bentuk yang artistic seperti saat ini.
Pelataran Utama GWK
Pelataran utama terletak diantara dua sisi jalan yang berpetak-petak. Pelataran ini sangat luas dan bisa menampung ribuan orang. Pagelaran seni dan budaya sering diadakan dipelataran ini. Pengunjung akan menyaksikan kemegahan monumental serta kekhusyukan dan syahdunya rangkaian kegiatan spiritual yang mana kesemuanya disempurnakan, dipadu dalam sentuhan seni dengan tatanan kolosal yang modern. Pagelaran seni yang sering dipertunjukkan di GWK ini seperti Tari Kecak, Tari Cilinaya, Tari Topeng Tua, Tari Cenderawasih, Tari Legong Keraton, Tari Baris, dan Tari Barong Rangda. Setiap perhelatan seni yang diadakan pastinya akan menarik perhatian ratusan pengunjung baik local maupun mancanegara.
Pelataran Utama GWK
Dari arah timur akan terlihat Patung Kepala Garuda yang menjadi salah satu ikon tempat ini. Puluhan anak tangga harus dilewati sebelum sampai di pelataran patung kepala garuda. Patung ini menjadi salah satu simbol dari GWK dan merupakan salah satu dan tiga bagian patung Bhatara Wisnu.
Patung Garuda
Patung kepala garuda menjadi lambang dari GWK sebelum menjadi utuh seperti saat ini. Konon, Garuda merupakan kendaraan yang ditunggangi oleh Dewa Wisnu untuk mengelilingi alam semesta. Tinggi bangunan ini sekitar 7-8 meter. Patung Garuda ini diletakkan di tengah area yang dinamakan Kolam Teratai (The Lotus Pond), yaitu area bertangga menurun dengan kotak-kotak batuan kapur raksasa di sisi kanan dan kirinya.
Patung Garuda
Garuda Wisnu Kencana dibangun pada tahun 1997 dan baru dirampungkan seluruh bagian patungnya pada tahun 2019. Patung Kepala Garuda ini memeprlihatkan kualitas seni yang mumpuni. Permukaan patung dipenuhi oleh hasil pahatan seniman bali yang menunjukkan teknik dan kualitas yang sempurna.
Patung Garuda
GWK dirancang menjadi wahana utama dari pertunjukan artistik, pameran, dan perhelatan akbar lainnya selain sebagai tujuan rekreasi dan arena bersantai keluarga. Setiap hari pengunjung memadati tempat ini. Keberadaan Tiga patung utama, yaitu Patung Garuda, Patung Dewa Wisnu dan Patung Tangan Dewa Wisnu, tentunya menjadi daya tarik tersendiri yang membuat rasa penasaran banyak orang. Hanya beberapa tempat saja di negeri ini yang menyajikan karya yang megah seperti ini, salah satunya adalah di GWK Bali.
Patung Dewa Wisnu
Bagian ketiga dari patung GWK adalah patung Dewa Wisnu. Pada bentuk sempurna dari patung GWK, Dewa Wisnu sedang menunggangi Garuda. Patung ini terbuat dari tembaga dan kuningan yang membutuhkan ratusan ton untuk menyelesaikannya. Motif dan corak permukaannya menunjukkan kreatifitas dan kualitas seni terbaik. Pekerjaan yang tidak mudah dilakukan di media yang besar seperti Patung Dewa Wisnu dan Patung Garuda. Garuda Wisnu Kencana nantinya diharapkan menjadi simbol untuk kebudayaan berbasis keseimbangan alam, menjaga keselarasan hubungan antara lingkungan dan Sang Pencipta. Dalam konsep Tri Murthi di mana Dewa Wisnu, bertugas untuk memelihara alam semesta. Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu merupakan simbol dari pengabdian yang tanpa pamrih.
Patung Dewa Wisnu
Konon Menurut sejarah, dalam pencarian Air Suci (Amerta), sebagai syarat untuk membebaskan Ibunya sebagai budak Sang Kadru, Garuda bersedia menjadi kendaraan Dewa Wisnu untuk mendapatkan Amerta tersebut. Sejak saat itulah dalam mengembara di alam semesta, Garuda menjadi tunggangan Dewa Wisnu. Kisah tersebut sangat melegenda dan sangat melekat dalam cerita masyarakat hindu Bali. Burung Garuda yang begitu disakralkan yang konon menjadi abdi bagi Dewa Wisnu. Banyak filosofi dan pelajaran dari kisah pengabdian Garuda. Hal tersebutlah yang mendasari para pendiri Bangsa Indonesia untuk menjadikan Burung Garuda sebagai Lambang Negara Republik Indonesia.
Pelataran Patung Dewa Wisnu
Tinggi patung ini sekitar 23 Meter yang dibawahnya terdapat air pancuran dan kolam kecil. Disekitar patung terdapat pelataran yang cukup luas. Pengunjung sangat leluasa berkeliling dan mengambil sudut berpose berlatarkan Patung Dewa Wisnu ini. 
Mengunjungi GWK, merupakan salah satu agenda wajib pagi para pelancong di Tanah Bali. GWK merupakan tempat wisata yang bernuansa sejarah dan budaya. Tempat yang didaulat menjadi Landmark pariwisata ini, tentunya mengundang animo dari wisatawan. Terlebih lagi, GWK merupakan pusat perhelatan dan pagelaran kesenian dan kebudayaan Bali.
Kolam Teratai di GWK
Pada beberapa sudut GWK ini, terdapat beberapa rest area yang memungkinkan pengunjung untuk beristirahat dan bersantai. Tempat ini didesain dengan konsep taman yang asri dan sejuk. Sebuah kolam dengan dengan beberapa pancuran kecil menambah suasana teduh di tempat ini. Kolam ini dibentuk sedemikian rupa sehingga kita seakan berada di permandian para pembesar di jaman kerajaan. Tatanan ornament dan perpaduan pepohonan sangat memberikan makna kolosal dan artistic.
Kolam Teratai di GWK
Garuda Wisnu Kencana merupakan Landmark pariwisata bali yang menjadi destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata ini. Simbol Patung Dewa Wisnu dan Garuda menunjukkan betapa besarnya nilai dan makna penguasa alam semesta dalam ajaran hindu di Bali. Mengunjungi GWK tidak hanya menuntaskan rasa penasaran akan tempat-temat wisata di Bali tetapi lebih mengambil kesan mendalam terhadap simbol-simbol spiritual yang begitu diagungkan.
Semoga Tulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang pariwisata Indonesia, khususnya di Pulau Bali. Amazing Of Bali...!!! Garuda Wisnu Kencana..!!! 
Garuda Wisnu Kencana Cultural Park

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :


Kerajinan Perak Celuk The Monkey Forest Nusa Dua
Pura Puseh Batuan Arjuna Krishna Tanah Lot
Garuda Wisnu Kencana Pura Luhur Uluwatu Monumen Bom Bali
Bedugul Legian Pantai Pandawa
Istana Tampak Siring Tirta Empul Pantai Sanur
Kintamani Resort Pura Pasar Agung Gunung Agung

No comments:

Post a Comment

Flag Counter