Kintamani - Bali
Pantai Sanur - Bali
Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibu kota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar. Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian. Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.
Sepanjang tempat wisata pantai Bali ini sekarang sudah dilengkapi dengan penunjang wisata berupa hotel, restoran ataupun kafe-kafe kecil serta art shop. Salah satu hotel tertua di Bali dibangun di pantai ini. Hotel ini bernama Ina Grand Bali Beach yang terletak persis di tepi pantai.Hotel ini merupakan hotel bintang lima pertama di pulau Bali. Selain itu, sepanjang garis pantai juga dibangun semacam area pejalan kaki yang sering kali digunakan sebagai jalur jogging oleh wisatawan ataupun masyarakat lokal. Jalur ini terbentang ke arah selatan melewati pantai Shindu, pantai Karang hingga Semawang sehingga wisatawan bisa berolahraga sekaligus menikmati pemandangan pantai di pagi hari.
Melihat dari sejarah Sanur yang kerapkali dikunjungi oleh para wisatawan Eropa, beberapa restoran dan butik popular di daerah itu juga mengangkat gaya atau nuansa Eropa. Salah satunya adalah Massimo, sebuah restoran dan gelateria Italia yang sudah lama di Sanur. Juga mengambil tema Italia, BIASA adalah label baju asal Bali yang didirikan oleh Susanna Perini, kolektor seni yang bertempat tinggal di Bali.
Banyak juga beragam bisnis lainnya di Sanur yang memadukan gaya Eropa dengan menggunakan bahan-bahan atau kerajinan setempat. Para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata ini, mereka dapat menggunakan jalur udara. Setelah sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang terletak di Kecamantan Tuban. Jarak anatara Tuban dan kawasan wisata ini hanya berjarak sekitar 10 hingga 15 kilometer saja, dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar setengah jam. Kawasan ini juga dilintasi fasilitas tol, yang bernama Bali Mandara. Selain itu di kawasan ini, juga dilengkapi dengan transportasi berupa taxi.
Pusat Kerajinan Perak Gianyar - Bali
Salah satunya adalah kerajian tangan perak yang banyak dijumpai di Pulau Dewata ini. Pulau Bali dianugerahi tangan tangan terampil masyarakatnya dalam merangkai sesuatu menjadi bernilai. Kerajinan Perak Bali cukup familiar di Indonesia bahkan di Mancanegara. Banyak turis mancanegara dan lokal selalu berkesempatan untuk mengunjungi Pusat kerajian perak yang terdapat banyak disini.
Kami pun menyambangi salah satu Pusat Kerajian Perak terbesar di Pulau Bali yaitu di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kab. Gianyar. Lokasinya hanya sekitar 1 jam dari Bandara Ngurah Rai dan sekitar 30 menit dari Kota Denpasar. Bagi wisatawan yang mengikuti paket tour wisata, biasanya salah satu kunjungannya adalah di Pusat Kerajian Perak Celuk ini. Menyadang status sebagai desa wisata, tentunya Desa Celuk dengan pusat kerajinannya akan menjadi destinasi para pelancong untuk melihat langsung sentra pembuatan kerajian perak tersebut.
Menurut keterangan pengelola, Kerajinan Perak Celuk mulai dikenal sejak sekitar tahun 1976 sebagai daerah penghasil kerajinan emas dan perak berkualitas. Dahulunya, hanya 3 pengrajin saja yang mulia merintis usaha kerajianan ini. Saat itu belum dipasarkan hasik produksinya seperti sekarang. Pada awalnya mereka hanya memajang didepan rumah saja.
Kini, dengan semakin dikenalnya produk dari Desa Celuk ini, menjadikan produksi semakin meningkat serta pasaran semakin meluas sampai ke mancanegara. Produk kerajian perak dari Desa Celuk ini menjadi souvenir atau cendramata bagi para pelancong yang berkunjung ke Bali. Adapun harga yang ditawarkan berkisar antara 50 ribuan sampai jutaan rupiah. Semua tergantung dari jenis produk yang akan dibeli. Anting-anting dan cendramata kecil umumnya dijual dengan harga antara 50 ribu sampai 200 ribuan. Sementara hasil kerajian seperti patung dijual dengan harga jutaan rupiah.
Adapun hasil kerajinan yang dibuat di tempat ini antara lain gelang, kalung, cincin, anting-anting, perhiasan dan beberapa jenis pernak pernik lainnya. Bentuk cendramata lain juga dikerjakan oleh tangan-tangan seni di tempat ini seperti, patung, sendok, garpu dengan kualitas yang berbeda dipasaran pada umumnya.
Penulis : Muhammad Dagri Nizar

