Showing posts with label Wisata Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Wisata Sejarah. Show all posts

Ziarah Jejak Sejarah Benteng Keraton Buton

WISATA SEJARAH
BENTENG KERATON BUTON

BAU BAU, Sejarah pernah mencatat perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan dan mengusir penjajah. Sekitar 3 abad lamanya penjajah mengusik ketentraman nusantara. Bangsa Indonesia yang saat itu masih terbagi dalam wilayah wilayah kerajaan berjuang demi mempertahankan daerahnya dari ekspansi penjajah. Sejarah pun bercerita dengan peninggalan peninggalan yang bisa kita saksikan diberbagai wilayah nusantara. 

 Lokasi Benteng Keraton Buton

Salah satu bukti perjuangan leluhur dalam mempertahankan bumi pertiwinya adalah Kerajaan Buton. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Benteng Keraton Buton dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596).
Gerbang Kraton Buton
Benteng tersebut pada awalnya hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang bertujuan untuk mengelilingi kompleks istana dengan maksud untuk mambuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen.
Salah Satu Sudut Benteng Kraton Buton

Benteng Kraton Buton
Benteng tersebut pada awalnya hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang bertujuan untuk mengelilingi kompleks istana dengan maksud untuk mambuat pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekaligus sebagai benteng pertahanan. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen.
Benteng Keraton Buton
Benteng Kraton Buton merupakan saksi sejarah yang menggambarkan kebesaran Kesultanan Buton pada masa itu. Area kerajaan yang dikelilingi benteng yang terbuat dari batu karang dengan sedikit ramuan para leleuhur yang membuatnya kokoh sampai hari. sudah sekitar 370 tahun lamanya benteng ini berdiri dan tetap tegar walau puluhan generasi telah dilewatinya. 
Pintu Gerbang Kraton Buton
Pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadan Benteng Keraton Buton memberi pengaruh besar terhadap eksistensi Kerajaan. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan Kota Bau-Bau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian.
Pelataran Benteng Keraton Buton
Letaknya berada di sebelah timur Kota Bau Bau dan berada pada ketinggian 150 Meter dari permukaan laut. Konon menurut lembaran sejarah, posisi benteng ini berada sangat dekat dengan laut, karena proses penurunan air laut yang membuat tepi laut sudah berada sekitar 20 Mil dari ujung benteng ini. Area benteng ini dapat terlihat, jika anda berada di tepi pantai yang berpemandangan terbuka. Karena letaknya yang cukup tinggi menjadikan benteng ini dapat terlihat dari kejauhan, bahkan di lautan depan Kota Bau Bau.
Benteng Kraton Buton
Pemandangan seluruh Kota Bau Bau dipastikan akan terlihat jelas dari berbagai sudut benteng ini. karena letaknya yang tinggi. Daratan, lautan serta pulau-pulau dapat terjangkau dengan pandangan mata dari tempat ini.Ssejarah pernah bercerita bahwa saat itu pasukan kerajaan buton berpusat didalam benteng ini. Hilir mudik kapal-kapal bala tentara dan kapal dagang kala itu sibuk melintas di depan tembok Benteng Kraton Buton ini.
Benteng Keraton Buton
Jarak tempuh ke Pintu gerbang utama Benteng Kraton Buton dari Pelabuhan Murhum yaitu sekitar 8 Km. Jaraknya cukup dekat dan pengunjung bisa menempuhnya dari berbagai macam arah, baik dari jalur barat, jalur utara maupun jalur selatan. Maklum saja, Kota Bau Bau ini memiliki ruas jalan yang sangat banyak dan bisa menjangkau seluruh bagian kota, sehingga untuk menuju ke suatu tempat akan ada banyak alternative jalur yang tersedia.
Mesjid Benteng Keraton Buton

Gerbang Benteng Kraton Buton
Saat mulai mendekati kawasan Benteng, jalan mulai akan menanjak terjal melewati aspal yang tidak begitu luas untuk menuju gerbang utama. Kawasan benteng ini memiliki luas 10 Ha yang keseluruhan kawasannya dibatasi oleh tembok batu yang sudah berusia ratusan tahun lamanya. Konon, tembok batu ini hanya berbahan batuan karang saja kemudian dibentuk menjadi sebuah pagar pertahanan dengan racikan bahan perekat. Menurut berbagai sumber, perekat tersebut diracik oleh orang-orang tua yang memiliki “kelebihan” kemampuan sehingga mampu menghasilkan tembok pertahanan yang masih bertahan hingga sekarang meski umurnya sudah sekitar 370 Tahun.
Mesjid Benteng Keraton Buton
Saking luasnya, butuh kendaraan untuk berkeliling dan menyambangi setiap tempat yang punya nilai sejarah. Mengitari kawasan benteng ini, pengunjung seakan terbawa dengan suasana masa lalu ketika sultan masih bertahta dan berkuasa. Istana Sultan yang disebut dengan Malige masih bisa kita saksikan saat ini. Beberapa pendopo dan ruang pertemuan masih terawat rapi. Saat ini sudah ratusan KK yang tinggal di dalam kawasan benteng kraton Buton ini. Kabarnya, mereka masih merupakan keturunan dari para pembesar Kesultanan Buton saat itu.
Mesjid Kraton Buton
Wilayah Kraton buton ini termasuk dalam wilayah Kelurahan Murhum, Kota Bau Bau. Beberapa ketentuan diterapkan bagi yang tinggal di wilayah kompleks Kraton Buton, salah satunya adalah model rumah harus menerapkan sedikit atau seluruhnya gaya rumah adat buton yaitu Malige. Maka tidak heran diseluruh area kraton, baik rumah, kantor, toko maupun sekolah terdapat sebuah cirri khas rumah adat buton yang disisipkan atau ditampilkan pada bagian bangunannya. Ketentuan tersebut sudah lama diterapkan dan masih terus berlaku sampai sekarang. Ini sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan bagi kawasan Kraton Buton yang mempunyai nilai warisan budaya dan kearifan local yang terus terpelihara dan dijaga.
Mesjid Benteng Keraton Buton
Mesjid Kraton Buton inilah yang menjadi lambang kebesaran Kesultanan Buton dulu hingga hari ini. Menjadi salah satu tempat sejarah di Buton menjadikan Masjid Kraton ini tidak henti-hentinya disambangi oleh pengunjung dari berbagai daerah. Banyak orang dari berbagai penjuru telah mengobati rasa penasarannya akan legenda yang sangat bersejarah dan menjadi tonggak budaya masyarakat Buton pada umumnya.
Mesjid Kraton Buton
Sebagai saksi sejarah kesultanan Buton, Mesjid ini senantiasa dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah. Selain ingin melihat bukti nyata peningalan Buton masa lalu, para peziarah juga melakukan aktifitas ibadah para umumnya di dalam Masjid Kraton Buton ini. Mesjid ini merupakan yang tertua di Sulawesi Tenggara dan menjadi warisan budaya dan religius. Banyak nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dapat dipelajari saat berkonsultasi dengan para pemangku adat yang memang masih tetap menanamkan ciri khas budaya Buton.
Mesjid Kraton Buton
Mesjid Kraton Buton
Mungkin ada yang berbeda suasana dalam Mesjid ini dari mesjid pada umumnya. Selain bentuk dan tata letaknya masih mencirikan suasana pada masa kesultanan, didalam mesjid ini jamaah akan bersama-sama para sesepuh adat, imam besar masjid dan petugas masjid yang semuanya berseragam jubah dengan cirri khas adat Buton. Semua itu sudah berlangsung sejak lama sampai hari ini sebagai bentuk tradisi dan mempertahankan nilai-nilai religious cultural yang merupakan warisan leluhur Kesultanan Buton.
Mesjid Kraton Buton
Meski sudah berusia lebih dari 3 abad lamanya, Ia masih berdiri tegak diatas pilar-pilar batu yang menopanggnya. Meskipun pernah melalui sedikit renovasi, namun tidak mengubah bentuk dan model aslinya. Berada di Mesjid ini serasa kita dibawa pada keadaan saat itu dimana para petinggi kerajaan sedang berkumpul untuk beribadah dan membahas segala sesuatu tentang masa depan kerajaan dan strategi pertahanan untuk menghalau datangnya musuh.
Mesjid Kraton Buton
Tepat didepannya, sebuah tiang masih tegak menjulang. Seakan tak lekang oleh waktu, ia tetap tegak laksana perisai mesjid kraton buton. Ribuan generasi sudah dilewati. Tiang ini tetap kokoh berdiri seakan melambangkan kekuatan masa lalu Kesultanan Buton yang Berjaya pada masanya. Banyak cerita dibalik pembangunan Mesjid Kraton dan Tiang ini.
Benteng Keraton Buton
Salah satu bukti sejarah yang terdapat di dalam kawasan Benteng Kraton Buton adalah terdapatnya sebuah jangkar kapal yang berada de depan halaman Masjid Kraton. Konon, menurut kisah dahulu ditempat ini merupakan tempat berlabuhnya kapal-kapal prajurit Kerajaan. Jangkar ini sudah berusia lebih dari 3 abad dan masih tetap terawat dan kokoh. Oleh karenanya, penempatan jangkar ini, dibuatlah sebuah prasasti dengan beberapa petunjuk yang dipasang sebagai infromasi kepada pengunjung tentang jangkar ini.
Benteng Keraton Buton
Berarti bisa dibayangkan, pada masa itu, tembok kraton buton ini sangat dekat dengan lautan sehingga kapal-kapal dapat menjangkaunya. Jangkar ini seakan menceritakan kesibukan armada kapal perang saat itu yang hilir mudik melintas dengan membawa prajurit yang tengah berjuang mempertahankan tanah Buton dari serangan penjajah.

Sebagai salah satu tujuan wisata sejarah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bau Bau, saat ini kawasan Benteng Kraton Buton sudah berpoles diri meskipun tidak meninggalkan ciri khas aslinya. Jika anda pernah berkeliling di kawasan Kraton di daerah jawa, mungkin seperti itu suasana yang anda dapat rasakan disini.

Benteng Keraton Buton
Penataaan jalan kendaraan dan jalan setapak sudah diatur sedemikian rupa sehingga memberikan keleluasaan akses bagi pengunjung. Beberapa peninggalan seperti Istana, Pendopo, Makam, dan tembok yang sudah termakan usia, kini sudah dipugar meski tidak merubah bentuk aslinya.

Mesjid Kraton Buton
Beberapa petunjuk jalan, nama tempat berserta istilah daerahnya sudah dipampang diseluruh kawasan Benteng. Semuanya untuk memberikan pentunjuk serta pemahaman para pengunjung tentang situs-situs sejarah yang tersebar diseluruh kawasan benteng ini. Saat sore hari disetiap harinya merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung di tempat ini. Puluhan orang sudah mulai berdatangan untuk melihat kemegahan Benteng Kraton Buton ini. dari tempat ini Sunset dapat terlat jelas. Saat mentari mulai tengeelam, saat perlahan cahaya mentari Kota Bau Bau terlihat meredup.
Rasanya tidak cukup waktu sehari untuk melihat semua situs situs bersejarah di Benteng Kraton Buton ini, namun apa yang kami saksikan saat berada disini sudah cukup mewakili dan menggambarkan kejadian masa lalu yang penuh dengan nilai sejarah perjuangan yang menjadi momok untuk generasi muda sekarang. Semoga Tulisan ini dapat bermanfaat bagi para Peziarah dan Traveler yang penasaran akan spot wisata sejarah di Pulau Buton.
Ayoo... Tunggu Apa Lagi...!!! Ayo Ke Benteng Kraton Buton !!!

Baca Juga :


Pantai Nirwana Pantai Kamali Bukit Wantiro
Benteng Keraton Bukit Waru Tomia Ekor Naga Palagimata
Benteng Patua Pantai HuntetePantai Lakota
Goa Tee Wali Pulau Tomia Pantai Hundue
Written by : Muh. Dagri Nizar
Posted by   : Yusniatin Saputri Rahim
Photo by    : Ery Wahyuni, Alvin Gustaman, Sholeh Ardjanggi

Candi Prambanan - Jogjakarta

CANDI PRAMBANAN
JOGJAKARTA

Menelisik lebih jauh tentang peradaban masa lalu Jogjakarta seakan tidak ada habis-habisnya. Para leluhur begitu banyak meninggalkan karya-karya emas sebagai bukti kebesaran masa lalu. Peradaban zaman kerajaan telah mewariskan karya seni yang memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai harganya.
Jogjakarta masa lalu tidak terlepas dari jejak sejarah yang memiliki nilai historis dan kejayaan peradaban. Tidak bisa dipungkiri, leluhur kita adalah orang-orang yang punya kualitas seni. Karya-karya mereka adalah saksi sepanjang masa yang membuktikan betapa luar biasanya orang-orang pada kala itu.

 Lokasi Candi Prambanan

Setelah peradaban Budha menyebar di seluruh tanah jawa, sekitar abad 9 M, peradaban Hindu mencapai puncak kejayaannya. Seperti halnya Candi Borobudur dan Candi Mendut ditandai dengan pembangunan situs-situs yang monumental hingga kini.  Salah satu peninggalan yang mempunyai kisah tersenduri dalam proses pembangunannya serta penuh dengan drama keangkaramurkaan adalah Candi Prambanan. Dari ujung timur DIY, pada bentangan tanah datar yang luas, terhampar situs-situs sejarah berupa beberapa bangunan serta ratusan puing-puing yang menyebar disekitarnya. Kompleks ini dinamakan Candi Prambanan. 

TAMAN CANDI PRAMBANAN
Pintu Masuk Candi Prambanan
Candi Prambanan terletak diujung timur Jokjakarta. Perjalanan memakan waktu hampir 1,5 Jam dari Candi Borobudur di Magelang. Tidak lengkap rasanya sudah mengunjungi Candi Borobudur tanpa mengunjungi Candi Prambanan. Candi ini meorehkan banyak kisah sejarah masa lampau yang patut kita ketahui sebagai pedoman sejarah.
Peta Kawasan Candi Prambanan
Kompleks Candi ini berada pada bentangan area seluas hampir 10 Hektar. Terdapat puluhan candi yang berada dalam kompleks ini. Dari peta yang terlihat di pintu masuk, begitu luasnya kompleks Candi Prambanan yang akan kami lalui ini.
Pelataran Pintu Masuk Candi Prambanan
Area kompleks candi tertata dengan cantik dan apik. Sebelum memasuki kawasan utama, pengunjung akan melalu area taman asri dengan beberapa pancuran air dan kolam yang sejuk. Di tempat ini kita seakan berada di pelataran candi dan siap menuju ke bangunan candi utama.
Mengenakan Sarung Sebelum Memasuki Candi
Sebagai bentuk nilai estetika dan penghormatan cagar budaya, setiap pengunjung wajib mengenakan sarung yang sudah disediakan oleh pengelola di pintu masuk kawasan candi utama. Dengan dikenakannya sarung ini, maka semua pengunjung akan terlihat rapi dan seragam. Disisi lain, ini merupakan bentuk penghargaan terhadap simbol sejarah Indonesia.
Candi Prambanan - Warisan Budaya Dunia No. 642
Dunia pun telah mengakui Candi Prambanan sebagai cagar budaya dunia. Kisah dan cerita Candi Prambanan yang begitu melegenda telah mengundang seluruh penjuru dunia untuk mempelajari dan melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk mengetahui lebih jauh seluk beluk tentang candi ini.
Menyusuri Taman Candi Prambanan
Seakan kita sedang berada di tengah rimbun hutan yang sejuk, perjalanan menuju kompleks candi utama dilalui dengan melewati deretan pepohonan rindang. Aneka bunga bunga dan tanaman menghiasi disepanjang jalan.
Taman Candi Prambanan
Dari sini kemegahan kompleks candi semakin terlihat jelas dari kejauhan. Menjulang bak menara dengan ornamen-ornamen yang penuh dengan makna sejarah.
Menyusuri Setapak Menuju Candi Prambanan
Seakan sedang berada ditengah taman untuk menuju ke singgasana. Kita akan disuguhnkan panorama yang asri dengan hijaunya pemandangan sepanjang melewati jalan setapak.
Taman Candi Prambanan
Begitu harmonis dan menyatu dengan suasana sekitar. Pandangan akan dimanjakan dengan hijaunya sekeliling. Udara segar silih berganti melegakan nafas meski terik mentari cukup menyengat ditengah padang hijau yang luas itu.

MEMASUKI BANGUNAN CANDI PRAMBANAN
Memasuki Bangunan Candi Prambanan
Perlengkapan keamanan pengunjung  diberikan ketika mulai masuk kedalam candi. Sebuah helm wajib dikenakan sebagai bentuk antisipasi beraktifitas di bangunan yang terbuat dari bebatuan itu. Bangunan yang berumur ribuan tahun ini, tentunya sangat rentan bebatuannya sehingga perlengkapan keamanan wajib dipakai selama beraktifitas didalam dan disekitar candi
Pelataran Candi Prambanan
Ribuan orang mengunjungi tempat ini setiap harinya. Sebagai objek wisata sejarah dan budaya terkenal di Indonesia, Candi Prambanan tidak pernah sepi pengunjung bahkan saat bukan hari libur. Hanya pada saat kegiatan upacara keagamaan umat Hindu saja Candi ini ditutup untuk umum. Biasanya, pada perayaan hari-hari raya umat Hindu, ribuan orang akan memadati area pelataran untuk melakukan ritual peribadatan.
Patung Nyi Roro Jongrang
Candi Prambanan merupakan Candi yang beraliran Hindu terbesar di Indonesia dan merupakan satu dari candi yang terindah dan terbesar di Asia Tenggara. Candi Prambanan didirikan pada masa pemerintahan Rakai Pikatan yang memerintah pada pertengahan abad ke 9 dari Kerajaan Mataram Kuno. Hal tersebut sesuai dengan yang tertulis pada Prasasti Siwagrha.
Salah satunya adalah candi utama yang dikenal nama Candi Siwa. Candi Siwa memiliki ketinggian 47 Meter dan merupakan Candi tertinggi diantara puluhan candi lainnya dalam kompleks ini. Di dalam Candi Siwa terdapat sebuah ruangan dimana Arca Durga atau Roro Jongrang berada.
Kompleks Candi Prambanan
Legenda yang penuh konflik gengsi, percintaan dan keangkaramurkaan mewarnai proses pembentukan candi ini. Konon menurut legenda, kemarahan terhadap Nyi Roro Jongrang lah yang membuat Pangeran Bandung Bondowoso murka dan mengutuknya menjadi batu dan terkurung bersama ribuan batu dan membentuk sebuah candi seperti yang kita saksikan saat ini.
Kompleks Candi Prambanan
Kisah Ramayana dan Krishnayana banyak mewarnai relief disepanang dinding Candi Prambanan.  Ada 42 adegan kisah pada Candi Siwa dan 30 adegan kisah pada Candi Brahma. Kisah tersebut dapat disaksikan dengan mengitari relief searah jarum jam. Disekitar candi utama, kita dapat menyaksikan beberapa candi yang sepertinya belum selesai didirikan. Disekitarnya pula banyak bebatuan yang berserakan. Konon menurut legenda, bangunan-bangunan tersebutlah yang terlambat diselesaikan oleh Pangeran Bandung Bondowoso yang hendak memenuhi permintaan Roro Jongrang untuk menyelesaikan 1000 Candi dalam satu malam.
Lapangan Hijau di Kompleks Candi Prambanan
Kompleks Candi ini berada pada bentangan luas yang rimbun. Beberapa hektar lapangan terlihat menghijau di tengah terik mentari dengan tiupan angin yang cukup sejuk terasa. Jalan setapak dengan pepohonan rindang menghubungkan setiap candi candi yang berada di kompleks ini. 
Pemandangan Kompleks Candi Prambanan
Begitu luasnya sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjangkau setiap candi di kompleks ini. Sesungguhnya pihak pengelola menyediakan kendaraan khusus untuk berkeliling kompleks dengan tariff Rp. 100 rb per orangnya. Namun bagi yang nyaman berjalan kaki, lebih memilih menapaki setiap ruas jalan setapak yang rindang di kompleks ini.

Tidak jauh kompleks candi prambanan, terdapat juga beberapa candi-candi lainnya. Salah satunya yaitu Candi Sewu yang letaknya sekitar 300 meter dari Candi Prambanan. Area yang luar ini memang dahulu kala merupakan kompleks candi-candi. Bahkan didalah tanah sesungguhnya masih banyak peninggalan-peninggalan yang terkubur seiring perjalanan masa.

Lukisan Basuki Abdullah dan Afandi di Museum Candi Prambanan
Sekitar 300 meter dari Kompleks Candi Prambanan, terdapat sebuah bangunan yang bernama Museum Prambanan. Ditempat ini ditempatkanlah ratusan peninggalan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah Candi Prambanan. Banyak arterak kuno yang masih bisa disaksikan ditempat ini.
Artefak dan Arca Peninggalan Candi Prambanan


Beberapa prasasti kuno ditempatkan disebuah halaman di depan Museum. Prasasti ini bertuliskan lisan kuno yang mengandung makna tentang sejarah masa lampau Candi Prambanan. Disekitarnya pula terdapat arca-arca yang sudah tidak utuh bentuknya. Benda benda ini sudah mencapai ribuan tahun usianya dan hingga kini masih dapat kita lihat bentuknya.
Banyak makna yang terkandung dalam setiap peninggalan masa lampau. Sejarah ribuan tahun lalu masih kita dapat saksikan kebesaran dan keagungannya hingga kini. Begitu banyak lembaran sejarah yang perlahan terungkap tentang kehebatan para leluhur bangsa ini. Sebuah peninggalan ribuan tahun lalu yang akan tetap menjulang ribuan tahun mendatang.
Amazing Of Jogjakarta...!!! Prambanan Temple..!!!

Candi Prambanan - Jogjakarta

Penulis : Muhammad Dagri Nizar
Baca Juga :


Candi Borobudur Candi Prambanan Candi Mendut
Candi Ratu BokoKaliurang Mojali
Gembira Loka ZooKota Gede Parang Teritis
Tugu JogjaMalioboro Benteng Vredeburg
Taman Ayun Kraton Jogja Explore Jogjakarta
Explore Jawa Tengah Explore Bali Explore Sultra

...Peninggalan Raja Indra Di Wangsa...Candi Mendut - Jawa Tengah

...Peninggalan Raja Indra Di Wangsa...
CANDI MENDUT
MAGELANG - JAWA TENGAH

Magelang - Jawa Tengah, Sebagai kawasan yang dipunuhi oleh situs-situs sejarah. Wilayah jawa Tengah, Khususya Magelang banyak menyimpan peninggalan masa lalu yang menunjukkan betapa hebatnya peradaban nenek moyang dalam menghasilkan karya yang bernilai arsitektur. Candi Mendut didirikan oleh “Raja Indra Di Wanga” pada masa Dinasti Syalendra pada tahun 824 M. Candi ini memiliki ketinggian 25,4 M dan 48 Stupa.

...Kebesaran Wangsa Syailendra...Candi Borobudur - Jawa Tengah

...Kebesaran Wangsa Syailendra...
CANDI BOROBUDUR

MAGELANG - JAWA TENGAH

Magelang - Jawa Tengah, Konon menurut cerita, jauh sebelum kolonialisame mengekang ibu pertiwi. Sekitar abad 9, nusantara kita dibentuk oleh kekuatan para kesatria dalam naungan kerajaan yang membumi. Mereka menguasai daratan dan lautan yang sangat luas. Mereka tersebar di sebagian besar nusantara dan memperkuat tahta dan dominasinya untuk mempersatukan rakyat kala itu.


Saat itu kehidupan masih dilandasi oleh kebiasaan dan kepercayaan para leluhur mereka. Corak dan tradisi hidup saat itu terbawa oleh ajaran penghambaan kepada yang diyakini sebagai tuhan. Menurut catatan sejarah, keyakinan dan kepercayaan yang pertama kali bersentuhan dan berkesesuaian dengan jiwa masyarakat saat itu adalah ajaran Budha. Pulau Sumatera dan Pulau Jawa merupakan pusat persebaran Budha pertama kalinya di nusantara.
Candi Borobudur - Magelang

Salah satu peninggalan yang paling prestisius dan monumental adalah Candi Borobudur. Menurut legenda, Candi Borobudur didirikan oleh Raja Samaratungga, dari Wangsa Syailendra. Borobudur telah menjadi bangunan termegah kala itu hingga kini dan menjadi kebanggan Indonesia. Dunia pun mengakuinya sebagai warisan budaya.

Letaknya berada di Kab. Magelang, Prov. Jawa Tengah. Kurang lebih 50 Km dari pusat kota Jogjakarta. Candi Borobudur berada di kawasan dataran yang luas dan disekelilingnya merupakan hamparan hutan tropis yang masih menghijau. Dari sebelah timur berdiri menjulang Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang saling berhadapan.
Ulasan tentang Candi Borobudur pastinya sudah ribuan orang menceritakannya. Berbagai tulisan tentang candi ini sudah banyak kita temukan dibebagai media baik local maupun internasional. Buku-buku sejarah, hasil penelitian dan Panduan pariwisata sudah sering membahas tentang situs sejarah yang satu ini. Namun tidak ada salahnya saya menceritakan juga pengalaman saat berkunjung pertama kalinya di salah satu warisan budaya dunia yang pernah menyandang sebagai 7 keajaiban dunia ini. Inilah Candi Borobudur. One Of Great Temple in The Planet.

Setelah mengunjungi Kampus UGM, kami pun bergerak dari kota jogja kearah barat laut menuju perbatasan Prov. Jawa Tengah. Sekitar 40 menit dibutuhkan waktu untuk sampai di candi ini. perjalanan melalui kepadatan lalu lintas Jogjakarta yang tidak henti hentinya lalu lalang kendaraan memenuhi seluruh ruas jalan. Antara Jogjakarta dan Magelang sepetinya tak terputus kepadatan pemukiman dan jalan utama. Keduanya seperti terhubung oleh rutinitas kegiatan manusia. Perbatasan Provinsi sepertinya tidak nampak meskipun kami sudah melewatinya. Semuanya tertutup oleh hingar bingar keramaian mencari kehidupan di Provinsi dengan penduduk terbanyak ke tiga di Indonesia.


Saat sudah mendekati area Candi Borobudur, perjalanan akan memasuki jalur menurun landai memasuki wilayah terbuka. Kawasan pemukiman masyarakat dengan tampilan khas budaya jawa tengah mulai satu persatu terlihat. Simbol-simbol jawa sangat kental terasa disepanjang jalan ini. Kami terkagum kagum meski hanya melihatnya dari balik kaca bis ini.

Seperti rombongan pejabat atau artis kami ini, saat puluhan orang menyambut kami didepan pintu bus. Oh ternyata mereka adalah pedagang yang sedang menjajakan aneka pernak pernik khas Borobudur. Dengan harga bervariasai mereka tetap berusaha dan sedikit memaksa kami untuk bertransaksi. Setelah berlalu dari rombongan pedagang tersebut, pintu gerbang utama sudah menunggu kedatangan kami. Harga tiket masuk saat itu Rp. 55.000/orng dewasa. dan Rp. 15.000 untuk anak-anak. Cukup ramai orang yang mengantri di loket tiket saat itu. Meskipun hari ini bukan hari libur, namun animo pengunjung tetap antusisas mendatangi Candi terbesar di Indonesia ini.

Dan akhirnya masuklah kami di Kompleks candi terbesar di dunia. Betapa takjub dan terheran-herannya kami saat melihat dari kejauhan candi Borobudur yang sepertinya masih membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai disana. Memasuki area Candi, kita akan melalui sebuah taman yang sangat luas. Taman yang tertata apik dan asri. Ratusan pohon rindang, sangat meneduhkan perjalanan kami ke pelataran utama candi. Meski cukup jauh, namun warna warni bunga memenuhi sisi taman. Terdengar juga sayup sayup lantutan gamelan jawa yang seakan akan sedang membawa kita ke dalam suasana kraton jawa.

Sebelum memasuki pintu terakhir, para pengunjung diwajibkan untuk mengenakan selendang. Baik laki-laki maupun perempuan wajib menggunakannya dan merupakan ketentuan yang sudah diterapkan untuk semua pengunjung. Penggunaan selendang dimaksudkan sebagai penghormatan kepada situs sejarah Candi Borobudur yang juga merupakan sarana peribadatan umat Budha. Selain itu selendang digunakan untuk menjaga nilai estetika pengunjung ditempat agar memiliki corak keseragaman sehingga mencerminkan sebuah seni menjaga budaya.

Candi Borobudur memiliki tingkatan-tingkatan yang dalam penjelasan beberapa literature memiliki traf atau tingkatan yang diberi nama kamandatu, arupadatu. Penamaan tersebut memiliki makna tersendiri yang hanya bisa dijelaskan oleh para sejarawan dan arkeolog yang sudah memahami seluk beluk Candi Borobudur ini.

Matahari yang cukup menyengat di siang itu tidak menyurutkan langkah kami, berpijak tiap anak anak tangga yang semakin menanjak. Ratusan orang juga sedang berada di seputaran candi ini. terlihat beberapa pelancong mancanegara sedang menyimak penjelasan para pemandunya tentang candi ini. Candi Borobudur memang memancing minat dan penasaran siapapun untuk datang melihat langsung kemegahannya.

Pengunjung sangat disarankan untuk mempersiapkan fisiknya sebelum siap mengarungi seluruh sisi-sisi Candi ini. bagaimana tidak selain harus melalui area taman dan pelataran yang hampir 1,5 Km jaraknya, para pengunjung harus menaiki anak-anak tangga yang hampir ratusan jumlahnya ditambah lagi dengan teriknya mentari yang menembus di seluruh permukaan candi yang berdasar batu ini. untuk mengelilingi setiap tingkatan pun membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Pengunjung dipastikan akan menyempatkan diri mengabadikan gambar ketika berada disetiap sudut candi yang memang berlatar sangat memukau.
Disetiap sudut candi terpampang deretan relief dan ukiran ukiran gambar. Sepertinya banyak cerita masa lalu yang ingin disampaikan melalui ukiran tersebut, namun bagi kami orang awam sangat sulit untuk memaknai maksud dari gambar-gambar tersebut. Konon menurut lembaran sejarah, banyak kisah dan cerita yang terpampang disetiap dinding di tempat ini. Sejarah kerajaan sriwijaya, majapahit, singosari banyak diceritakan melalui ukiran di candi ini. bahkan menurut seorang peneliti, salah satu kisah Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan Ratu Bilkis juga terukir disini. Sekali lagi kami katakan bahwa hanya para ahlilah yang bisa menterjemahkan makna dari ukiran tersebut.

Ratusan kubah batu yang disebut dengan Stupa berderet mengelilingi stupa utama yang berada di titik tertinggi candi Borobudur ini. pikiran awam kami bertanya tanya, entah arsitek dari mana pada ratusan tahun yang lalu yang bisa merancang bangunan yang megah dengan penempatan stupa yang terukur dan penuh makna ini. padahal pada masa abad ke 11, saat candi ini dibuat, pastilah belum ada teknologi atau alat ukur yang canggih, namun inilah sejarah yang telah berkata. Ternyata para leluhur kita merupakan orang-orang yang sangat cerdas dan mumpuni.

Dibeberapa sudut candi, akan dijumpai banyak patung budha dengan berbagai macam ukuran. Ada yang terletak di sudut pelataran ada juga yang berada di dalam stupa, Ada yang utuh dan ada pula yang tak berkepala. Kami tidak bisa menjelaskannya disini, mungkin hanya para ahli yang bisa menuturkannya.
Sebagai bangunan yang disakralkan oleh umat Budha, setiap tahunnya selalu diadakan upacara keagamaan yang dihadiri oleh ribuan umat Budha dari berbagai penjuru tanah air, bahkan dari mancanegara seperti China, Thailand, Kamboja dll yang memang memiliki umat Budha yang cukup dominan.

Bisa dibayangkan betapa rumitnya arsitektur Candi Borobudur ini ditambah lagi dengan ukiran-ukiran pada batu cadas yang sepertinya mustahil dikerjakan oleh manusia jaman sekarang. Sekali lagi, itulah sejarah yang tidak bisa diabaikan. Dengan peralatan seadanya mereka sudah mampu menghasilkan karya abadi sepanjang masa.
Entah dari mana asal ratusan kubik batu-batu ini. padahal di kawasan wilayah Candi Borobudur tidak terdapat gunung batu. Sangat mengherankan, dari mana asal bebatuan ini dan bagaiman bisa dibawa ketempat ini. sontak pikiran kami menerka-nerka, apakah ada hal-hal diluar kemampuan manusia biasa yang membantu proses pendirian candi ini. Atau apakah ada kekuatan supranatural yang ada dibalik semuanya ini..Wallahualam….

Meskipun pernah mengalami beberapa kali mengalami pemugaran, baik pada masa pemerintahan belanda hingga saat pemerintahan Sukarno dan Suharto, keaslian candi ini tetap terjaga. Tidak ada bagian yang ditambah maupun dikurangi. Bangunan yang ada saat ini merepresentasikan bentuk aslinya seperti keadaan di Abad ke 11 silam.
Meskipun lelah berkeliling, tapi rasa puas ada dibenak kami yang telah menuntaskan rasa penasaran tentang Candi Borobudur ini. selama ini kami hanya mendengar cerita atau melihat gambar-gambarnya. Hari ini, jejak kaki kami sudah berpijak disana. Salah satu bangunan bersejarah Indonesia sudah kami sambangi. Rasa keingintahuan kami pun sudah terbayar lunas. Masih banyak lagi situs sejarah yang setelah ini kami akan kunjungi. Semoga tulisan ini bermanfaat dan memberikan wawasan baru tentang Situs sejarah Indonesia khususnya candi Borobudur.